RADAR KUDUS — Seorang content creator TikTok bernama Xander, yang dikenal lewat akun @violettaaxandrea, akhirnya mengeluarkan permintaan maaf setelah video yang ia buat menjadi viral dan mendapatkan banyak kritik dari masyarakat.
Konten yang dianggap sebagai "plenger" ini dinilai oleh banyak orang telah menyinggung perasaan kelompok penyandang disabilitas serta anak-anak berkebutuhan khusus.
Permintaan maaf tersebut diposting pada Kamis, 4 Juni 2026, melalui video di akun TikTok pribadinya setelah ia menerima banyak kecaman dari warganet.
Konten yang dibuat oleh Xander menjadi populer di media sosial karena menggambarkan ekspresi yang sengaja ditampilkan dengan menirukan tingkah laku anak berkebutuhan khusus.
Baca Juga: Film Animasi Garuda di Dadaku Tayang 11 Juni 2026, Mengangkat Semangat Sepak Bola Indonesia
Tindakan ini dengan cepat mengundang reaksi negatif dari netizen, dokter, dan masyarakat umum yang merasa bahwa konten tersebut sangat tidak pantas dan dapat melukai pihak-pihak yang tergabung dalam kelompok disabilitas.
Banyak orang berpendapat bahwa ekspresi "plenger" yang dilakukannya secara sengaja dalam video tersebut telah menyinggung anak-anak dengan kebutuhan khusus dan penyandang disabilitas secara umum.
Setelah mendapatkan banyak kritik, Xander kemudian merilis permintaan maaf di akun TikTok pribadinya yang diunggah pada Kamis (4/6/26).
Dalam video permintaan maaf itu, ia mengakui kesalahannya dalam membuat konten-konten tersebut dan berjanji untuk tidak mengulanginya di masa depan.
Baca Juga: Kabar Bahagia, Hassan Alaydrus Resmi Menikahi Audrey Jesslyn di KUA
Ia menyatakan, "Izinkan aku untuk membuat klarifikasi ulang ya. Aku meminta maaf atas sikap aku yang tidak bijak dalam pembuatan konten, sehingga banyak menyinggung pihak-pihak disabilitas dan anak-anak berkebutuhan khusus. Aku memohon maaf dan aku sangat menyesal atas semua yang telah aku lakukan, dan aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi," ujar Xander.
Xander juga menjelaskan dalam pernyataannya bahwa konten "plenger" yang ia buat tidak dimaksudkan untuk merendahkan, menertawakan, atau mendiskriminasi anak-anak berkebutuhan khusus maupun penyandang disabilitas dalam bentuk apapun.
Ia menambahkan bahwa semua kontenya dibuat dengan tujuan untuk hiburan saja dan tidak untuk menyinggung perasaan orang lain.
Namun, permintaan maaf tersebut justru mendapatkan kritik baru dari publik karena netizen melihat tindakan kreator ini sebagai pola yang berulang dan melukai perasaan masyarakat.
Baca Juga: Ify Alyssa Rilis Single "Pindah Pelan-Pelan", Bercerita Tentang Proses Melepaskan
Kasus ini juga menarik perhatian dari kalangan dokter yang sangat menentang konten tersebut.
Para dokter menyarankan agar pembuat konten lebih bijak dalam menghasilkan konten dan tidak meniru perilaku anak berkebutuhan khusus yang bisa dianggap merendahkan kelompok disabilitas.
Tindakan Xander yang menirukan perilaku anak berkebutuhan khusus dalam videonya dianggap sangat tidak pantas dan mendapat banyak kritik dari para profesional medis serta masyarakat luas.
Baca Juga: Pernikahan Makin Dekat, Jennifer Coppen Gelar Bridal Lunch dengan Konsep Bridgerton
Kasus TikToker Xander yang meminta maaf setelah kontroversi konten "plenger" yang dianggap menyinggung anak berkebutuhan khusus menjadi perhatian publik yang besar di media sosial pada Juni 2026.
Meskipun Xander sudah mengeluarkan permintaan maaf dan berjanji untuk tidak melakukannya lagi, masyarakat masih memperdebatkan apakah permintaan maaf itu cukup atau sekadar bentuk formalitas akibat tekanan viral.
Kasus ini mengingatkan para pembuat konten untuk lebih bijaksana dan sensitif dalam berkarya agar tidak menyinggung kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan anak-anak berkebutuhan khusus. (*)
Editor : Anita Fitriani