RADAR KUDUS — Pasangan selebritas muda Bastian Steel dan Sitha Marino tampaknya semakin mantap melangkah ke pelaminan.
Setelah sekian lama menjalin hubungan asmara yang harmonis dan jauh dari gosip miring, mantan personel Coboy Junior (CJR) tersebut secara resmi mengumumkan target hari bahagia mereka yang dijadwalkan bakal digelar pada tahun 2027 mendatang.
Meski hari pernikahan masih menyisakan waktu beberapa tahun lagi, pasangan ini sudah mulai mematangkan seluruh konsep dan detail acara.
Salah satu poin besar yang menarik perhatian adalah keputusan Bastian untuk menggelar pesta pernikahan dengan mengusung prosesi adat Batak yang kental dan meriah.
Tekad Penuhi Keinginan Orang Tua dan Dilema Sang Kekasih
Pria berusia 26 tahun yang akrab disapa Babas ini menjelaskan bahwa keputusan menggunakan adat Batak merupakan bentuk penghormatannya terhadap tradisi leluhur, sekaligus demi memenuhi impian besar dari kedua orang tuanya.
"Rencananya (menggunakan) adat Batak," ungkap Bastian Steel saat ditemui awak media di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.
Namun, di balik tekad kuat Bastian, rencana besar tersebut sempat memicu dilema dan rasa khawatir dari pihak Sitha Marino.
Bastian membeberkan bahwa adik kandung dari aktris Putri Marino itu sempat merasa keberatan.
Bukan karena menolak tradisi, melainkan karena rasa empati Sitha yang luar biasa terhadap besarnya beban finansial yang harus ditanggung oleh Bastian secara mandiri.
"Sitha bukan kurang nyaman, tapi dia justru nggak tega sama aku. Dia sempat bilang, 'Ya ampun Babas, kan kalau pakai prosesi adat (Batak) itu biayanya besar sekali'," tutur Bastian menirukan ucapan kekasihnya.
Menyadari bahwa pesta adat Batak memang membutuhkan logistik dan dana yang tidak sedikit, Bastian mengaku tidak mau ambil pusing.
Ia justru menjadikannya sebagai motivasi untuk bekerja ekstra keras di dunia hiburan tanah air guna mengumpulkan pundi-pundi rupiah demi mahar dan biaya operasional pesta.
"Ya, sekarang lagi kejar setoran, cari duit terus buat nikah. Persiapan paling penting saat ini adalah menabung.
Tapi kalau nanti di tengah jalan ada vendor yang mau memberikan endorse, kami terbuka banget sih," canda Bastian sambil tertawa ringan.
Paduan Pesta Adat yang Meriah dan Resepsi Intimate
Demi menjembatani keinginan kedua belah pihak, pasangan ini akhirnya sepakat untuk membagi rangkaian acara pernikahan mereka.
Untuk sesi adat Batak dan pemberkatan, acara akan dikonsepkan secara formal dan melibatkan keluarga besar kedua belah pihak.
Sementara untuk sesi resepsi, Sitha Marino secara khusus meminta konsep pesta yang bersifat intim (intimate wedding).
Sitha mendambakan sebuah perayaan yang hangat, di mana ia hanya ingin mengundang sekitar 100 orang tamu saja yang terdiri dari keluarga inti dan sahabat terdekat.
Bastian sendiri mengaku sempat terkejut dengan permintaan jumlah tamu tersebut, namun ia memilih untuk mengalah dan menghargai impian sang kekasih.
"Dia mintanya intimate. Pas aku tanya berapa orang, dia bilang 100 orang. Menurutku buat ukuran resepsi itu sedikit dan malah bikin bingung pilih tamunya, tapi ya terserah dia.
Karena bagaimanapun, itu adalah hari bahagia yang sudah dia impikan sejak lama," pungkas Bastian. (*)