RADAR KUDUS — Selebgram berhijab dari Korea Selatan, Ayana Moon, baru-baru ini mengumumkan bahwa ia diterima di Universitas Oxford untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat magister.
Wanita yang kini tinggal di Indonesia tersebut akan mengikuti program Magister Kebijakan Publik (MPP) di universitas ternama dunia ini dengan dukungan beasiswa penuh.
Informasi ini dibagikannya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @xolovelyayana pada pertengahan Maret 2026, yang menarik perhatian positif dari masyarakat Indonesia dan media internasional.
Ayana Moon, yang kini berusia 30 tahun, menunjukkan surat penerimaan dari Universitas Oxford dengan berbagai foto yang diunggah di media sosial.
Baca Juga: Namanya Disalahgunakan dalam Penipuan, Siva Aprilia Lapor ke Polisi
Dalam salah satu foto, ia terlihat bangga memegang surat itu dan menunjukkan bagian yang menegaskan bahwa ia diterima di program Magister Kebijakan Publik. "Got into @oxford_uni for my second degree, Alhamdulillah," tulis Ayana dalam postingan Instagramnya pada Kamis, 12 Maret 2026.
Program Magister Kebijakan Publik di Oxford merupakan salah satu program pascasarjana kebijakan publik paling terkemuka di dunia. Ayana diterima dengan bantuan beasiswa penuh, sebuah prestasi yang jarang diperoleh oleh mahasiswa internasional.
Wahyu, yang memberikan komentar mengenai pencapaian Ayana, menjelaskan bahwa ia diterima dalam program Magister Kebijakan Publik (MPP) di Oxford dengan dukungan beasiswa penuh, dan menekankan bahwa ini adalah pencapaian luar biasa untuk seorang selebgram Korea yang telah menjadi mualaf.
Baca Juga: Anggun C. Sasmi Ungkap Dua Kali Jadi Korban Perampokan di Paris
Pada pertengahan 2025, Ayana Moon pernah mengungkapkan keinginannya untuk melanjutkan studi S2 dalam bidang Kebijakan Publik.
Saat itu, ia menyatakan memiliki ambisi besar untuk terlibat dalam dunia politik dan menciptakan kebijakan yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Memilih jurusan Kebijakan Publik bukan keputusan sembarangan, Ayana ingin memberikan kontribusi yang lebih luas daripada sekadar menjadi sosok publik di media sosial.
Ayana Moon, yang kini tinggal di Indonesia, memilih untuk melanjutkan pendidikan S2 di Oxford University.
Baca Juga: Prilly Latuconsina Curi Perhatian Lagi di Festival Film Cannes 2026, Glamor dengan Dress Korset
Di sana, ia berencana untuk mengambil jurusan Kebijakan Publik dengan cita-cita untuk berkontribusi dalam dunia politik dan menyusun kebijakan yang berdampak.
Wanita berusia 30 tahun itu memiliki ambisi untuk menciptakan perubahan yang nyata melalui pengembangan kebijakan publik yang lebih baik dan berfokus pada dampak sosial.
Ayana Moon dikenal sebagai model dan selebgram dengan latar belakang yang menarik. Wanita berkewarganegaraan Korea Selatan ini, yang telah menjadi mualaf, memulai karir di Malaysia dan Indonesia.
Baca Juga: New Chapter: Paula Verhoeven Perbarui KTP Setelah Bercerai dari Baim Wong,
Jalannya dari seorang penjual ikan kering di pasar hingga menjadi selebgram berhijab yang berhasil diterima di Oxford menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya bagi wanita muslim muda yang ingin mengejar pendidikan yang lebih tinggi.
Ayana Moon berbagi berita bahagia setelah diterima di Universitas Oxford, dan kabar ini merupakan salah satu berita yang menjadikan komunitas wanita muslim Indonesia dan Korea merasa bangga.
Kabar tentang diterimanya Ayana Moon di Universitas Oxford dengan beasiswa penuh untuk program Magister Kebijakan Publik menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang, terutama generasi muda yang bercita-cita untuk melanjutkan studi di Universitas ternama di dunia.
Baca Juga: Billy Syahputra Bawa Istri dan Anak ke Belarus, Pertemuan Keluarga Penuh Makna
Ayana Moon membuktikan bahwa perubahan dari seorang selebgram menjadi calon pembuat kebijakan publik adalah hal yang mungkin dicapai melalui dedikasi, usaha yang keras, dan keyakinan yang kuat.
Masyarakat publik di Indonesia dan komunitas wanita muslim di seluruh dunia kini sangat menantikan langkah akademik dan karier Ayana Moon di Universitas Oxford, serta sumbangsihnya di masa yang akan datang untuk mewujudkan kebijakan yang lebih baik bagi masyarakat.
Editor : Anita Fitriani