RADAR KUDUS — Aktris Arla Ailani memilih untuk tidak mencukur bulu ketiaknya selama sekitar satu setengah bulan demi sebuah scene di film horor komedi Gudang Merica yang disutradarai oleh Imam Darto.
Permintaan ini adalah bagian dari visi Imam untuk menampilkan karakter Rindu, seorang mahasiswa koas yang diselimuti misteri tentang mayat yang menghilang di rumah sakit tua, dengan cara yang lebih natural dan kuat di layar.
Sejak fase pra-produksi dan pembacaan naskah, Imam Darto meminta Arla untuk tidak menggunakan bulu ketiak palsu atau efek digital.
Baca Juga: Imam Darto Pasang Target Tinggi untuk Film Gudang Merica
Ia menginginkan agar bulu ketiaknya tumbuh secara alami. Dengan waktu persiapan yang kurang dari dua bulan sebelum syuting dimulai, Arla mengikuti arahan tersebut dan berhenti merawat bulu ketiaknya seperti mencukur atau waxing agar penampilan karakternya tetap autentik.
Dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta Selatan pada 12 Mei 2026, Imam Darto menekankan bahwa yang muncul di layar adalah bulu ketiak asli, bukan bulu tambahan atau hasil CGI.
Ia berpendapat bahwa keputusan ini sangat penting agar karakter Rindu, yang berada di lingkungan rumah sakit yang keras dan menegangkan, terlihat lebih nyata dan tidak terlalu terstandarisasi dari segi estetika.
Baca Juga: Ade Rai Tolak Bayaran dari Baim Wong, Dukung Film Baim Wong Penuh Tulus
Menurut Imam, keaslian tubuh dari karakter ini membantu penonton merasakan gabungan sensasi horor dan komedi yang lebih menyeluruh.
Arla Ailani mengakui bahwa proses ini cukup tidak biasa dan sempat membuatnya merasa tidak nyaman.
Namun, ia melihatnya sebagai bentuk komitmen totalitas dalam akting untuk menghidupkan karakter koas yang mengalami berbagai teror psikologis selama praktik di rumah sakit tua.
Baca Juga: Prilly Latuconsina Akting Tak Seperti Biasanya, Di Film Holy Crowd Jadi Pocong
Ia percaya bahwa setiap rincian, termasuk penampilan fisik seperti bulu ketiak, memiliki peran penting dalam menciptakan karakter yang konsisten dan masuk akal dalam narasi film Gudang Merica.
Setelah pengambilan gambar selesai, Arla berniat segera menjalani perawatan IPL (Intense Pulsed Light) untuk merawat area ketiaknya kembali.
Ia merasa bangga karena arahan Imam Darto mampu memicu diskusi publik yang lebih luas mengenai kebebasan dalam penampilan fisik dan cara industri film merepresentasikan karakter perempuan tanpa harus memenuhi standar kecantikan yang sempurna.
Bagi banyak penonton, adegan ini menjadi keberanian film Indonesia dalam menegaskan bahwa totalitas dalam akting bukan hanya terkait dengan dialog dan emosi, tetapi juga mengenai konsistensi visual yang didukung oleh keputusan artistik sutradara seperti Imam Darto. (*)
Editor : Anita Fitriani