Jakarta – Manga pendatang baru berjudul Kagurabachi terus mencuri perhatian pecinta komik Jepang.
Dalam waktu relatif singkat sejak debutnya, serial ini berhasil mencatatkan penjualan fantastis dan menyalip capaian awal beberapa judul populer.
Berdasarkan laporan terbaru, penjualan Kagurabachi telah melampaui 4 juta kopi, termasuk distribusi fisik dan digital.
Angka ini membuatnya unggul dibandingkan pencapaian awal Jujutsu Kaisen yang berada di kisaran 2,5 juta kopi, serta Demon Slayer yang menyentuh sekitar 3,5 juta kopi sebelum versi anime mereka dirilis.
Kesuksesan ini tergolong langka untuk manga yang belum memiliki adaptasi anime.
Sejauh ini, Kagurabachi telah merilis belasan volume di Jepang, dengan sebagian di antaranya sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris untuk pasar global.
Sejak chapter pertamanya dirilis di majalah mingguan terbitan Shueisha, manga ini langsung viral di kalangan pembaca.
Banyak yang memuji gaya visualnya yang khas serta alur cerita yang intens dan emosional.
Kisah Kagurabachi sendiri berfokus pada Chihiro Rokuhira, seorang pemuda yang berusaha membalas dendam atas kematian ayahnya.
Dengan membawa pedang legendaris terakhir, ia memburu kelompok penyihir yang bertanggung jawab sekaligus merebut kembali artefak berharga yang dicuri.
Di balik tema balas dendam, cerita ini juga mengangkat konflik keluarga, warisan tradisi, serta perjalanan menemukan jati diri.
Kombinasi elemen tersebut menjadi daya tarik utama yang membuat pembaca terus mengikuti perkembangan ceritanya.
Sementara itu, kabar mengenai adaptasi anime mulai berhembus sejak tahun lalu.
Langkah pengajuan merek dagang oleh pihak penerbit semakin menguatkan dugaan bahwa proyek animasi tengah dipersiapkan.
Jika terealisasi, popularitas Kagurabachi diprediksi akan melonjak lebih tinggi lagi.
Dengan pencapaian yang sudah diraih saat ini, Kagurabachi digadang-gadang menjadi salah satu manga generasi baru yang berpotensi mengikuti jejak kesuksesan judul-judul besar di industri.
Editor : Iwan Arfianto