RADAR KUDUS — Industri perfilman horor di Indonesia menyambut inovasi baru melalui film Ain, hasil kerja sama MVP Pictures dengan Manara Film yang direncanakan tayang serentak di bioskop pada 7 Mei 2026.
Film ini membawa konsep horror tanpa menghadirkan sosok hantu atau elemen gaib biasa, melainkan menampilkan teror perubahan fisik yang mengerikan akibat dampak 'ain' atau tatapan jahat dari media sosial.
Disutradarai dan ditulis oleh Archie Hekagery, film Ain langsung menarik perhatian dan menjanjikan pengalaman menegangkan bagi penonton.
Baca Juga: Dari Novel Best Seller ke Bioskop: Film Shaka Oh Shaka Hadirkan Kisah Cinta Fans dan Idola
Cerita Ain berpusat pada Joy Putri, seorang influencer kecantikan yang ambisius dan terobsesi mencapai 10 ribu penonton saat siaran langsung demi mendapatkan popularitas.
Di balik penampilan yang glamor dan pamer di media sosial, Joy tidak ragu melakukan berbagai cara untuk mempertahankan penampilan sempurnanya, tetapi tekanan itu berubah menjadi mimpi buruk ketika ia mengalami transformasi fisik aneh yang sulit dijelaskan secara medis.
Perubahan fisik ini menjadi horor yang mengganggu kesehatan mental dan jiwa, terinspirasi dari kepercayaan 'ain' pandangan iri atau kekaguman berlebihan yang diyakini bisa melukai tanpa menyentuh.
Konsep horror di Ain menjadi fokus utama karena jarang diangkat dalam film Indonesia, berbeda dengan tema horor gaib yang sering mendominasi.
Baca Juga: Crocodile Tears: Film Karya Tumpal Tampubolon Akan Tayang 7 Mei 2026
Archie Hekagery dengan sengaja menghindari formula umum dengan menekankan kritik terhadap budaya media sosial, di mana satu pandangan pujian dapat memicu seribu pandangan penuh rasa dengki, seperti yang tertulis dalam tagline trailer "Tak perlu menyentuh untuk melukai. Cukup satu tatapan hasad."
Film Ain telah menarik perhatian internasional sebelum penayangan, dengan distributor dari Rusia dan negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, Kamboja, hingga Vietnam yang melirik potensi film ini.
Baca Juga: 3.500 Mushaf Alquran Tak Terbakar dalam Musibah Kebakaran Rumah Anisa Rahma
Produser yakin bahwa tema evil eye bersifat universal dan dikenal di berbagai budaya, menjadikan film ini berpotensi mendunia sambil tetap relevan bagi penonton Indonesia.
Konferensi pers pertama yang berlangsung pada 8 April 2026 di Epicentrum XXI Jakarta memperkenalkan poster dan trailer yang segera viral di Instagram dan YouTube, meningkatkan semangat penonton menjelang peluncurannya.
Film Ain siap menjadi salah satu film horor yang paling dinantikan di tahun 2026. Penonton diingatkan untuk "Jangan berkedip" saat menonton mulai 7 Mei 2026, karena teror yang ditawarkan bukan hanya bersifat visual, tetapi juga menantang kebiasaan pamer di era digital.
Bagi para penggemar genre horor yang merasa jenuh dengan hantu, Ain memberikan pengalaman baru yang mendalam dan penuh makna. (*)
Editor : Anita Fitriani