RADAR KUDUS — Industri film Indonesia kembali menghadirkan karya yaitu film Crocodile Tears karya sutradara Tumpal Tampubolon.
Setelah melalui perjalanan panjang dengan mengikuti lebih dari 30 festival film di berbagai negara, film ini akhirnya dijadwalkan untuk ditayangkan secara resmi di jaringan bioskop Indonesia mulai tanggal 7 Mei 2026.
Film ini menandai debut panjang pertama dari Tumpal Tampubolon, yang menampilkan drama keluarga dibalut dengan teror psikologis yang mendalam.
Cerita berpusat pada interaksi antara seorang anak bernama Johan dan ibunya yang tinggal di sebuah kawasan taman buaya.
Proses pembuatan film ini memakan waktu produksi hingga delapan tahun, dengan lokasi syuting di taman buaya yang dirancang khusus untuk menciptakan atmosfer yang menyeramkan dan nyata bagi penonton.
Baca Juga: Film Dilan ITB 1997 Resmi Tayang, Ariel NOAH Jadi Pemeran Utama
Mengenai judul film ini, sutradara menjelaskan bahwa istilah crocodile tears atau air mata buaya memiliki makna yang dalam bagi karakter-karakter dalam film.
Buaya memang bisa mengeluarkan air mata saat sedang makan, yang sering kali dipakai sebagai metafora untuk menunjukkan ketidakjujuran atau kesedihan yang tidak tulus.
Hal ini digunakan untuk melukiskan perilaku predator dan kompleksitas hubungan kasih sayang, di mana posisi ibu dan anak dihadirkan dalam situasi yang rumit dan menakutkan.
Baca Juga: Konser Raisa Love & Let Go Bertabur Bintang, Ada Anggun, Ariel NOAH, hingga Rony Parulian
Aktor utama film ini, Yusuf Mahardika, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang perilaku buaya selama proses pengambilan gambar.
Film yang diproduseri oleh Mandy Marahimin ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi genre drama keluarga di Indonesia lewat pendekatan narasi yang berbeda.
Semua penonton di Indonesia dapat menikmati karya ini di bioskop mulai 7 Mei 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan film lokal. (*)
Editor : Anita Fitriani