RADAR KUDUS — Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju akan mengusung tema internasional yang menggabungkan nuansa global dan gaya modern, jauh dari kesan budaya Jawa atau tradisi lokal yang biasa diusung oleh keluarga besar Ahmad Dhani.
Ide ini terlihat dalam desain acara, dekorasi, dan pengemasan yang lebih menyerupai gaya pernikahan selebritas internasional, berlangsung di tempat mewah seperti Raffles Jakarta.
Pemilihan tema internasional ini juga menjadi preferensi generasi muda yang lebih menyukai suasana minimalis, elegan, dan netral.
Meskipun tidak terlibat dalam pemilihan tema, Ahmad Dhani mengaku tidak keberatan dengan keputusan anaknya, namun dia juga berharap ada unsur tradisional yang tercermin dalam pernikahan El dan Syifa, misalnya melalui acara ngunduh mantu di lain waktu.
Baca Juga: Bocoran dari Ahmad Dhani: Syifa Hadju dan El Rumi Nikah Akhir April 2026
Ayah ini pernah mencoba membujuk El agar menggabungkan tema internasional dengan sedikit sentuhan tradisi, tetapi keputusan akhir tetap ada pada pasangan muda yang ingin memastikan pernikahan mereka sesuai dengan visi yang mereka miliki.
Pernikahan dengan tema internasional juga memerlukan persiapan yang lebih rinci dari segi teknis, mencakup tata panggung, pencahayaan, musik, hingga komunikasi menggunakan bahasa yang lebih universal, karena tidak semua tamu berasal dari budaya yang sama.
El Rumi dan Syifa Hadju sejak awal menunjukkan keseriusan dengan mengurus berkas administrasi pernikahan di KUA Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berupaya untuk memastikan bahwa hari pernikahan mereka tidak hanya sah secara hukum dan agama, tetapi juga istimewa dan “berkelas” dalam penyajiannya.
Baca Juga: Puncak Kejutan! Syifa Hadju Diminta Pakai Kostum Mermaid di Bridal Shower
Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju dengan tema internasional juga menjadi contoh bagaimana generasi muda selebritas saat ini lebih memilih acara yang netral, modern, dan dapat dinikmati oleh berbagai budaya, meskipun keluarga besar masih berharap ada sedikit sentuhan adat
Di tengah kekhawatiran dari beberapa pihak bahwa tema internasional akan mengurangi budaya lokal, keputusan El dan Syifa justru menunjukkan bahwa mereka tetap menghargai warisan adat melalui diskusi dengan orang tua mereka sembari memilih cara yang paling sesuai dengan identitas dan gaya hidup mereka sebagai pasangan muda masa kini. (*)
Editor : Anita Fitriani