RADAR KUDUS — Penyanyi solo Indonesia Bernadya resmi merilis single terbaru berjudul “Rabun Jauh” 13 April 2026 di kanal YouTube resminya dan berbagai platform musik digital.
Lewat lagu ini, Bernadya kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu sosok utama dalam jagat pop‑balada Indonesia yang dikenal dengan lirik‑lirik galau dan puitis.
“Rabun Jauh” menjadi single kedua Bernadya menuju peluncuran album penuh keduanya, setelah sebelumnya ia merilis “Kita Buat Menyenangkan” sebagai pembuka awal 2026.
Baca Juga: Bernadya Tampil Bondol, Gaya Rambut Barunya Jadi Sorotan Warganet
Lagu ini bercerita tentang perasaan rindu yang begitu kuat kepada seseorang yang sudah tidak lagi dekat, namun masih terbayang di tengah keramaian, baik di atas panggung maupun di tengah kerumunan banyak orang.
Bernadya menggambarkan “rabun jauh” bukan semata‑mata sebagai kondisi kesehatan mata, melainkan sebagai metafora tentang pandangan yang kabur namun justru terlatih untuk tetap mencari sosok tertentu.
Ada nuansa luka dan harapan tersirat, ingin bertemu kembali, tetapi juga sadar bahwa pertemuan itu mungkin hanya berlangsung sekejap di tengah hiruk‑pikuk.
Lagu “Rabun Jauh” ditulis oleh Bernadya bersama Rendy Pandugo dan Mohammed Kamga, dengan lirik yang dibuat dari sudut pandang unik tentang seorang penyanyi di atas panggung yang merasa masih bisa melihat sosok tertentu di antara lautan manusia.
Baca Juga: Tayang Mei 2026, Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan” Siap Menyentuh Hati Penonton
Rendy Pandugo sendiri mengaku terkejut dengan gagasan ini karena perspektifnya jarang muncul dalam lagu pop mainstream.
Lagu ini dibalut aransemen balada minimalis yang mengandalkan piano dan vokal latar yang tidak terlalu padat, sehingga ruang penuh diberikan pada emosi lirik dan kemampuan vokal Bernadya.
Pendekatan sederhana itu dipilih sengaja agar penonton dapat lebih mudah merasakan nuansa intim dan personal dari cerita rindu yang ia sampaikan.
“Rabun Jauh” dirilis bersamaan dengan official lyric video yang tayang di kanal YouTube Bernadya, diproduksi oleh Seven Creative, rumah produksi asal Jepang yang sebelumnya juga terlibat dalam proyek visual penyanyi ini.
Video lirik tersebut menampilkan visual yang lembut dan estetis, menguatkan kesan emosional dan puitis dari lagu tanpa harus menghadirkan narasi sinematik yang berlebihan.
Sejak dirilis, lagu ini langsung mendapat perhatian besar dari pendengar dan menempati posisi trending di kanal YouTube serta beberapa playlist musik digital premium.
Di media dan situs musik, “Rabun Jauh” disebut sebagai karya yang unik dan intim, dengan kekuatan lirik yang berhasil menggambarkan rasa rindu yang sekaligus membawa luka dan harapan.
Dalam sejumlah media, Bernadya menjelaskan bahwa “Rabun Jauh” juga bicara tentang penerimaan atas kenyataan.
Ia mengungkapkan bahwa terkadang seseorang sengaja berpura‑pura “tidak melihat” agar perasaan terasa lebih ringan, tetapi dalam lagu ini justru ada momen ketika ia memilih untuk melihat jelas dan menerima kenyataan, meski itu berarti menyedihkan.
Lagu ini pun menjadi ajang Bernadya untuk kembali ke akar musik balada yang sudah sangat melekat di telinga pendengar, sekaligus menguatkan posisi album keduanya sebagai kumpulan karya yang menggali sisi emosional manusia dalam konteks cinta, rindu, dan kehilangan.
Bagi publik muda Indonesia, “Rabun Jauh” hadir sebagai salah satu playlist galau yang relevan di tengah dinamika hubungan cinta.
“Rabun Jauh” Bernadya tidak hanya menunjukkan konsistensinya dalam menulis lagu‑lagu bernuansa batin, tetapi juga mengajak pendengar untuk merenungkan bagaimana rindu dan harapan seringkali tampil berbarengan dalam satu momen yang spesial.
Lagu ini menjadi jendela bagi publik untuk turut merasakan perasaan mencari sosok spesial di tengah keramaian, sambil menghadapi kenyataan bahwa pandangan justru bisa paling “tajam” ketika diiringi rasa rindu yang tak kunjung reda. (*)
Editor : Anita Fitriani