Film komedi “Agak Laen: Menyala Pantiku!” resmi menyentuh angka penonton dengan 11 juta orang, mengukuhkan diri sebagai salah satu film Indonesia paling laris sepanjang sejarah perfilman Tanah Air. Capaian ini melampaui catatan box office sebelumnya, termasuk jumlah penonton film Hollywood seperti Avengers: Endgame yang pernah menguasai puncak dengan 10.976.338 penonton di Indonesia.
“Agak Laen: Menyala Pantiku!” resmi tayang di bioskop Indonesia sejak 27 November 2025 dan langsung melaju kencang di box office. Dalam tempo kurang dari dua minggu, film yang disutradarai Muhadkly Acho ini sudah melewati 5 juta penonton, melihatkan posisinya sebagai salah satu film paling laris pada tahun 2025.
Hingga memasuki 30 hari penayangan, jumlah penontonnya mencapai sekitar 9,3 juta orang, melebihi total penonton film pertamanya yang mencatat 9.126.607 dalam 98 hari.
Dalam tempo 36 hari, “Agak Laen 2” berhasil menembus angka 10,25 juta penonton, menggantikan rekor yang sebelumnya dipegang film Jumbo dengan 10.233.002 penonton. Momentumnya semakin kuat menjelang dan sesudah libur Tahun Baru 2026, ketika penambahan penonton harian terus meningkat dan beberapa bioskop menambah jam tayang karena permintaan yang tinggi.
Baca Juga: Tayang 9 April 2026, Film Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya? Jadikan Bioskop Tempat Renungan Keluarga
Pada penayangan ke‑104, total penonton “Agak Laen: Menyala Pantiku!” tercatat sekitar 10,98 juta orang, resmi menempatkannya sebagai film terlaris di Indonesia sepanjang masa, menggeser Avengers: Endgame dari posisi puncak. Data situs box office lokal menunjukkan film ini tercatat ditonton lebih dari 10,98 juta penonton, dengan sekitar 170 ribu lebih jadwal pemutaran di seluruh bioskop.
Terbaru, media dan laporan box office mencatat bahwa jumlah penonton “Agak Laen: Menyala Pantiku!” telah mencapai angka 11 juta tiket terjual, jauh mengungguli film‑film lain yang sempat memegang rekor di tahun‑tahun sebelumnya.
Dengan demikian, “Agak Laen: Menyala Pantiku!” bukan hanya sekuel sukses lanjutan dari franchise YouTube‑turned‑movie ini, tetapi juga ikon baru dalam sejarah film Indonesia.
Keberhasilan ini turut memperkuat tren film komedi dengan sentuhan horor ringan yang disesuaikan dengan gaya humor khas Boris Bokir, Indra Jegel, Bene Dion, dan Oki Rengga, yang sudah dikenal luas oleh penonton muda.
Kesuksesan “Agak Laen 2” menembus 11 juta penonton menjadi bukti bahwa film lokal dengan formula cerita sederhana, humor kekinian, dan akting karismatik mampu menguasai box office nasional bahkan melampaui film Hollywood besar. Industri film Indonesia pun kini menyandang satu rekor baru yang sulit dilupakan, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi produksi‑produksi sejenis untuk terus berkembang di era perfilman pasca‑pandemi. (*)
Editor : Anita Fitriani