RADAR KUDUS – Perayaan dua dekade perjalanan karier boy grup legendaris Super Junior yang seharusnya penuh sukacita, menyisakan duka bagi salah satu personelnya.
Kim Ryeowook secara terbuka menyampaikan permohonan maaf yang mendalam dan mengungkapkan beban psikologis yang dirasakannya menyusul insiden jatuhnya penonton dalam konser encore perayaan 20 tahun debut mereka di KSPO Dome, Seoul.
Melalui unggahan di media sosial pribadinya pada 7 April 2026, Ryeowook memilih untuk berbicara langsung kepada para penggemar (E.L.F) guna menjelaskan situasi dari sudut pandangnya.
Vokalis utama Super Junior ini mengaku diliputi rasa bersalah yang teramat sangat sejak detik pertama insiden itu terjadi di depan matanya.
Ryeowook bahkan terjebak dalam pemikiran yang menyalahkan diri sendiri. Ia bertanya-tanya apakah antusiasmenya saat mencoba berinteraksi lebih dekat dengan penonton menjadi pemicu tekanan massa yang mengakibatkan kecelakaan tersebut.
"Aku merasa sangat menyesal karena tidak bisa bereaksi lebih cepat untuk mencegah hal itu terjadi. Saat kejadian, aku mengalami syok berat hingga tidak mampu berpikir jernih," tulisnya.
Ia juga meminta maaf jika reaksinya di atas panggung saat itu dinilai kurang baik oleh publik karena kondisi mentalnya yang sempat terguncang.
Meski mengalami trauma ringan secara emosional, Ryeowook menunjukkan tanggung jawab moralnya dengan mengunjungi para korban yang terluka di rumah sakit.
Ia mengaku sangat tersentuh ketika mendapati para penggemar yang sedang dalam masa perawatan justru lebih mengkhawatirkan kondisi kesehatannya ketimbang luka mereka sendiri.
Insiden di KSPO Dome tersebut dipicu oleh robohnya pagar pengaman di sisi penonton akibat tekanan massa yang tidak terkendali.
Laporan medis menyatakan tiga orang penonton mengalami luka ringan, termasuk memar dan keseleo, yang membutuhkan waktu pemulihan sekitar dua minggu.
Pihak manajemen, SM Entertainment, telah merilis pernyataan resmi berisi permohonan maaf dan komitmen untuk merombak total standar keamanan di konser-konser mendatang.
Penguatan pagar pembatas dan pengaturan alur penonton di area standing menjadi prioritas utama evaluasi mereka.
Peristiwa ini menjadi pengingat krusial mengenai implementasi Sustainable Development Goals (SDG) 3: Good Health and Well-being.
Aspek keselamatan dalam acara hiburan berskala besar bukan sekadar formalitas, melainkan kewajiban mutlak untuk melindungi kesehatan fisik dan kesejahteraan mental individu.
Menciptakan ruang publik yang aman berarti meminimalkan risiko kecelakaan agar kegembiraan dalam sebuah konser tidak berubah menjadi tragedi.
Melalui keberanian Ryeowook untuk bersuara, industri K-Pop kembali diingatkan bahwa di balik kemegahan panggung, keselamatan nyawa penggemar adalah prioritas tertinggi yang tidak boleh ditawar. (*)
Editor : Ghina Nailal Husna