RADAR KUDUS - Erika Carlina memutuskan untuk mengadakan tedak sinten untuk anak laki-lakinya, Andrew Raxy Neil atau yang biasa dipanggil Enduw, pada hari yang mempunyai dua makna Jumat Agung dalam kalender Katolik serta saat yang penting dalam budaya Jawa untuk merayakan tujuh bulanan bayi.
Acara yang berlangsung di Cirendeu, Tangerang Selatan, ini bukanlah sekadar seremoni biasa, melainkan sebuah pilihan yang diambil setelah mempertimbangkan perhitungan weton, kesibukan keluarga, serta keseimbangan antara tradisi dan makna dari hari suci.
Langkah Erika untuk melaksanakan tedak sinten Andrew pada hari Jumat Agung bukanlah keputusan yang diambil secara tergesa-gesa, melainkan hasil dari perhitungan hari dan weton kelahiran putranya.
Dia pernah menjelaskan bahwa seharusnya ritual tujuh bulanan Enduw dilaksanakan sebulan sebelumnya, namun diundur karena berbagai pertimbangan waktu dan agenda. Saat mencari tanggal yang paling sesuai, ia menyerahkan kepada perhitungan weton dan jatuh pada 3 April 2026, yang kebetulan bertepatan dengan hari Jumat serta Jumat Agung.
Baca Juga: Dijaga Ketat, Tedak Sinten Andrew Anak Erika Carlina Berlangsung Penuh Hikmat di Hari Jumat Agung
Bagi Erika, memilih tanggal dan hari adalah hal yang serius. Ia menyatakan bahwa keputusan untuk merayakan hari Jumat Agung diambil setelah berkonsultasi dengan orang tua, keluarga, dan para tokoh yang membantu menentukan hari baik.
Meskipun sempat ragu karena kekhususan hari Jumat Agung bagi umat Katolik, dia akhirnya memutuskan untuk melanjutkan prosesi tedak sinten setelah mempertimbangkan perhitungan dan memikirkan hal-hal positif yang bisa didapatkan, sambil tetap menghormati makna spiritual hari suci tersebut.
Dalam tradisi Jawa, tedak siten atau ritual tujuh bulanan bukan hanya acara untuk menyambut pertumbuhan fisik anak, tetapi juga saat berdoa dan simbol bahwa kehidupan manusia berkaitan dengan perhitungan waktu dan alam.
Weton dianggap sebagai penunjuk karakter serta potensi kehidupan seseorang, sehingga momen-momen penting seperti kelahiran, tujuh bulanan, hingga pernikahan sering kali diselaraskan dengan perhitungan hari yang baik.
Bagi Erika, sebagai seorang ibu yang aktif dalam kehidupan spiritual Katolik, keputusan ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa perhitungan waktu dan doa bisa berjalan seiring.
Baca Juga: Erika Carlina Perankan Asti dalam Drama Keluarga "Jangan Buang Ibu" yang Bikin Haru Tahun 2026
Ia tidak menganggap ada konflik antara jadwal Jumat Agung dan tradisi weton dari keluarganya, melainkan menegaskan bahwa kehendak Tuhan dan budaya leluhur dapat saling melengkapi, asalkan dilakukan dengan rasa hormat dan penghayatan yang mendalam.
Jumat Agung bagi umat Katolik adalah saat untuk merenungkan kematian Yesus Kristus. Sebagai seorang Katolik, Erika tidak melupakan makna ini.
Dia tetap menjalankan ibadah dan doa sehari-hari, serta meluangkan waktu untuk merenungkan kisah penyaliban Kristus, bahkan dalam bentuk cerita sederhana yang dia sesuaikan untuk Enduw.
Dalam unggahan setelah acara, dia menjelaskan bahwa dia berusaha menyelaraskan dua momen: hari suci keagamaan dan prosesi adat Jawa, tanpa mengorbankan kekhusyukan dari salah satu di antaranya.
Prosesi tedak sinten yang dijalani oleh Andrew berlangsung dengan penuh kesakralan, dimulai dengan doa, dan diiringi dengan penjelasan mengenai arti setiap langkah dalam ritual tersebut. Erika menyatakan bahwa tujuannya tidak hanya untuk memastikan keselamatan fisik anaknya, tetapi juga untuk berdoa agar Enduw tumbuh menjadi anak yang baik, bermoral, dan dekat dengan Tuhan.
Oleh karena itu, Jumat Agung bukan hanya menjadi momen untuk merenungkan penderitaan, tetapi juga sebagai hari untuk menyerahkan nasib masa depan putranya kepada kehendak Tuhan.
Baca Juga: Menjelang Pernikahan, El Rumi dan Syifa Hadju Mulai Sebar Undangan
Setelah diketahui bahwa tedak sinten Andrew dilaksanakan pada hari Jumat Agung, muncul berbagai respons dari masyarakat. Beberapa menghargai pilihan Erika, karena dianggap mampu menggabungkan tradisi dengan nilai-nilai keagamaan.
Erika menyampaikan bahwa keputusan tersebut berasal dari refleksi pribadinya sebagai orang tua, bukan untuk menarik perhatian media. Ia juga menegaskan bahwa meskipun acara tedak sinten diliput oleh media dan kerabat, ia tetap berusaha menjaga keistimewaan doa dan kesederhanaan prosesi.
Bagi dia, Jumat Agung tetap merupakan hari untuk merenung, berdoa, dan bersyukur, sedangkan tedak siten adalah bentuk ungkapan syukur tersebut, bukan sebuah pengganti dari makna suci hari itu.
Di akhir prosesi, Erika menyampaikan pesan penuh haru untuk Andrew. Ia berharap anaknya dapat tumbuh menjadi sosok yang baik, jujur, dan memiliki hati yang lembut, serta memahami dan menghargai budaya dan iman keluarganya. Ia juga menegaskan bahwa, walaupun sibuk di dunia hiburan, prioritas utamanya adalah keluarga dan proses mendidik Enduw dengan nilai-nilai yang diyakininya.
Pemilihan hari Jumat Agung untuk tedak sinten Andrew menyampaikan pesan penting bahwa tradisi dan kepercayaan dapat berjalan berdampingan jika dilandasi niat baik dan penghormatan yang mendalam.
Bagi Erika, momen ini bukanlah tentang menunjukkan kesuksesan sebagai seorang selebritas, tetapi lebih pada membangun fondasi spiritual dan budaya bagi anaknya sejak awal, serta mengajarinya bahwa setiap hari yang dipilih dalam hidupnya dapat menjadi kesempatan untuk berdoa, bersyukur, dan berharap. (*)
Editor : Anita Fitriani