RADAR KUDUS - Erika Carlina, seorang aktris yang dikenal dengan dunia sinetron dan film, baru-baru ini mengadakan prosesi tedak sinten untuk anak laki-lakinya Andrew Raxy Neil, atau yang lebih akrab dipanggil Enduw. Acara tradisi Jawa tersebut berlangsung dengan hangat dan penuh khidmat di rumahnya yang terletak di Cirendeu, Tangerang Selatan, pada hari Jumat (3/4/2026), yang juga bertepatan dengan peringatan Jumat Agung dalam kalender umat Kristiani.
Ritual tedak sinten yang dilaksanakan untuk Enduw menjadi pusat perhatian karena diadakan pada hari yang memiliki makna hari suci bagi umat Katolik dan juga sebagai momen tradisi Jawa bagi keluarga baru ini. Erika menunjukkan sikap khidmat dan bahagia, mencerminkan kombinasi antara tradisi kebudayaan dan iman yang sudah ia terapkan sejak dini kepada anaknya.
Prosesi ini bukan hanya sebagai bentuk syukur atas kelahiran dan perkembangan Enduw, tetapi juga sebagai simbol doa dan harapan orang tua agar anaknya tumbuh sehat, berakhlak baik, dan mendapatkan berkat dalam hidupnya di masa depan.
Acara tedak sinten di Cirendeu berlangsung dengan suasana lembut berwarna putih dan dekorasi yang kental dengan nuansa Jawa modern. Pengamanan untuk acara ini sudah dirancang dengan ketat melihat banyaknya tamu yang hadir dan antusiasme publik yang ingin melihat penampilan perdana Enduw di hadapan umum.
Di tengah proses berlangsung, Erika tampak memeluk erat putranya, menjalani setiap ritual adat dengan penuh kesungguhan, mulai dari pembacaan doa, pencucian tangan, hingga penjelasan mengenai simbol dari setiap benda yang digunakan dalam proses tersebut.
Baca Juga: Momen Berani! Febby Rastanty Penuhi Bucket List dengan Skydiving di Dubai
Dalam wawancara singkat dengan para jurnalis, Erika mengungkapkan bahwa persiapan untuk acara ini relatif singkat, hanya sekitar dua minggu. Awalnya, ia hanya berniat mengadakan acara untuk keluarga kecil dan intim, namun banyak teman dan kerabat yang ingin bertemu dengan Enduw, sehingga ia memutuskan untuk menyelenggarakan tedak siten dengan mengundang lebih banyak orang tetapi tetap dengan suasana yang sederhana.
Pemilihan tanggal 3 April 2026 untuk prosesi tedak sinten bukanlah suatu kebetulan, melainkan hasil dari penghitungan hari dan weton kelahiran Andrew. Erika menjelaskan bahwa ritual tujuh bulanan Enduw sebenarnya direncanakan pada bulan sebelumnya, tetapi ditunda karena beberapa pertimbangan sehingga dijadwalkan ulang ke tanggal yang tepat sesuai hitungan weton.
Kebetulan hari tersebut jatuh pada hari Jumat yang bertepatan dengan Jumat Agung, yaitu hari di mana umat Katolik mengenang kematian Yesus Kristus.
Dalam pernyataan yang dibagikan di media sosial, Erika menegaskan bahwa keputusan ini tidak diambil sembarangan; ia tetap mempertimbangkan kesakralan hari raya umat Katolik sambil memenuhi tanggung jawab adat yang diwariskan oleh keluarganya.
Ia juga menyatakan bahwa ia tidak melihat adanya konflik antara kedua momen tersebut, melainkan justru mengartikan pertemuan antara tradisi budaya dan spiritualitas agama yang saling melengkapi.
Baca Juga: Alyssa Soebandono dan Dude Herlino Diperiksa Bareskrim Soal Kasus Penipuan PT DSI
Dalam acara tedak sinten, Enduw melakukan serangkaian tradisi khas Jawa, termasuk naik tangga dan masuk ke dalam "kurungan ayam" atau tempat kecil yang melambangkan ruang untuk memilih benda-benda yang diyakini bisa mencerminkan perjalanan hidupnya di masa mendatang.
Di tengah kegiatan, ia diberikan kesempatan untuk mengangkat beberapa barang, seperti buku, alat musik, atau benda lain yang biasanya digunakan dalam tradisi serupa.
Setiap barang yang dipilih bukanlah untuk meramalkan masa depan secara pasti, melainkan sebagai ungkapan doa dan harapan agar Enduw nantinya menemukan jalan yang ia cintai dan memberi manfaat bagi banyak orang.
Erika terlihat sangat serius sepanjang acara berlangsung. Ia mengambil beberapa barang yang diyakini dapat menjadi simbol baik untuk kehidupan putranya, sembari menekankan bahwa pilihan mengenai karier atau jalan hidup sepenuhnya diserahkan kepada Tuhan.
Ia juga menyampaikan bahwa acara ini merupakan saat yang mendalam untuk mengingatkan dirinya sebagai orang tua bahwa tugasnya tidak hanya memberikan kebahagiaan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebaikan, kejujuran, dan kerendahan hati.
Baca Juga: Nikita Willy Makin Stylish dengan Hijab, Gaya Tertutup yang Tetap Modis dan Glamor
Erika tidak menyembunyikan bahwa hari Jumat Agung memiliki arti khusus baginya. Sebelum dan selama prosesi tedak siten, ia meluangkan waktu untuk berdoa dan beribadah, termasuk mengenang kisah penderitaan Yesus Kristus, yang kemudian ia ceritakan dengan cara yang sederhana kepada Enduw.
Penjelasan Erika mengenai perayaan Jumat Agung yang dilalui oleh Enduw menekankan keinginannya agar putra tunggalnya tersebut bisa memahami tradisi serta iman dalam keluarganya, bukan hanya sekadar menjalankan ritual tanpa makna.
Ia mengharapkan, saat Enduw dewasa, ia akan mampu menangkap arti di balik hari suci umat Katolik sekaligus menghargai akar budaya yang melekat dari tradisi Jawa yang dipraktikkan oleh orang tuanya.
Acara tedak sinten Andrew yang berlangsung pada hari Jumat Agung langsung menarik perhatian masyarakat dan menjadi topik hangat di berbagai portal hiburan dan media sosial.
Banyak netizen yang menunjukkan rasa gemas dan bahagia menyaksikan penampilan Enduw, serta mengapresiasi pilihan Erika untuk menjaga tradisi tanpa mengabaikan kesakralan momen tersebut. Beberapa komentar juga menyoroti kedalaman hubungan antara Erika dan putranya, yang tampak hangat dan penuh kasih dalam setiap momen yang tertangkap kamera.
Setelah acara, Erika menyampaikan pesan yang menyentuh hati untuk Enduw. Ia berharap anaknya tumbuh menjadi individu yang baik, jujur, dan memiliki karakter yang kuat, serta mampu membawa kebahagiaan dan keceriaan bagi orang-orang di sekitarnya
Baca Juga: Drama Zombie Menegangkan, Luna Maya Jalani Peran di Film Zona Merah yang Naik ke Layar Lebar
Apa yang ditunjukkan Erika dalam tedak siten Andrew tidak hanya sekadar serangkaian acara adat, melainkan juga sebuah pesan mengenai bagaimana tradisi dapat tetap relevan di tengah perubahan zaman dan beragam keyakinan. Ia memilih hari Jumat Agung bukan untuk efek dramatis, tetapi berdasarkan perhitungan weton dan jadwal yang membutuhkan penyesuaian, sekaligus membuka ruang untuk diskusi tentang harmoni antara budaya dan agama.
Dengan demikian, prosesi yang dilalui Enduw menunjukkan bahwa adat Jawa dan iman Katolik dapat saling memperkaya, asalkan dijalani dengan kesadaran, rasa hormat, dan ketulusan.
Bagi Erika, tedak siten Andrew menjadi momen krusial yang tidak hanya mendokumentasikan pertumbuhan fisik anaknya, tetapi juga sebagai langkah awal untuk menanamkan nilai-nilai luhur yang akan menjadi panduan hidup Enduw di masa mendatang.
Dengan mengintegrasikan doa, ritual, dan harapan, ia berupaya membangun landasan yang kokoh bagi masa depan putranya, sekaligus mengajak masyarakat untuk merenungkan bagaimana kita menghargai tradisi dan iman dalam kehidupan keluarga di era kini. (*)
Editor : Anita Fitriani