RADAR KUDUS – Di balik citra misterius dan vokal falsetto yang memukau, musisi dunia Zayn Malik ternyata memiliki sisi personal yang sangat menyentuh terkait proses kreatif album terbarunya.
Mantan personel One Direction ini baru-baru ini mengungkapkan bahwa putri semata wayangnya, Khai, memegang peranan krusial sebagai "kurator" musik, bahkan menjadi alasan utama di balik kolaborasinya yang viral bersama Jisoo BLACKPINK.
Dalam sebuah wawancara mendalam, Zayn membagikan bagaimana kesehariannya sebagai seorang ayah telah mengubah cara pandangnya terhadap industri musik global.
Baca Juga: Kasus Dugaan Pelecehan di Pesantren Jepara, Keluarga Korban Desak Proses Hukum Dipercepat
Secara mengejutkan, ia mengungkapkan bahwa Khai adalah penggemar berat musik K-Pop, dengan TWICE dan BLACKPINK sebagai daftar putar utamanya.
Zayn mengaku bahwa ketertarikan putrinya terhadap grup asal Korea Selatan tersebut menjadi inspirasi di balik proyek kolaborasinya dengan Jisoo.
Dengan nada bergurau namun tulus, Zayn menyatakan bahwa motivasi terbesarnya melakukan kolaborasi lintas negara tersebut adalah agar terlihat "keren" di mata putrinya.
"Saya ingin mendapatkan dad points (poin sebagai ayah). Mengetahui Khai sangat mengidolakan BLACKPINK, bekerja sama dengan Jisoo adalah langkah terbaik untuk membuktikan bahwa ayahnya cukup hebat," ujar Zayn sambil tersenyum.
Bagi Zayn, pengakuan dari Khai jauh lebih berharga daripada sekadar memuncaki tangga lagu dunia.
Momen ini menunjukkan bahwa seorang megabintang sekalipun tetaplah seorang ayah yang ingin membuat anaknya bangga.
Meski masih berusia balita, Khai ternyata sudah memiliki insting musik yang tajam. Zayn mengungkapkan bahwa Khai kerap memberikan penilaian langsung terhadap lagu-lagu baru yang sedang ia kerjakan di studio rumahnya.
Proses review tersebut berlangsung sederhana namun sangat jujur; mulai dari pemberian tanda jempol ke atas jika ia menyukainya, hingga jempol ke bawah jika lagu tersebut dirasa kurang menarik.
"Pendapatnya menjadi bagian dari proses yang membuat musik saya terasa lebih dekat dengan kehidupan pribadi.
Jika dia mulai menari atau tersenyum saat mendengar sebuah melodi, saya tahu lagu itu memiliki sesuatu yang spesial," tambah Zayn.
Hubungan ayah dan anak yang terjalin melalui frekuensi musik ini menciptakan ruang hangat dan manusiawi di tengah hiruk-pikuk industri hiburan yang seringkali terasa dingin dan penuh tekanan.
Kisah Zayn Malik ini bukan sekadar berita hiburan biasa. Fenomena ini sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Poin 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being).
Dalam konteks ini, kesejahteraan emosional seorang seniman sangat bergantung pada kualitas hubungan interpersonal dan dukungan keluarga.
Kedekatan Zayn dengan Khai membuktikan bahwa keseimbangan antara karier dan kehidupan domestik sangat berpengaruh pada kesehatan mental dan produktivitas kreatif.
Kreativitas Zayn kini tidak lagi lahir hanya dari ambisi profesional di ruang studio yang kaku, melainkan tumbuh dari hubungan personal yang tulus.
Ketika keluarga menjadi bagian integral dari proses berkarya, hasilnya bukan hanya sekadar produk audio, melainkan sebuah koneksi emosional yang lebih dalam dengan pendengar.
Baca Juga: “Warung Pocong” Tayang 9 April 2026, Film Horor Komedi yang Seram Tapi Bikin Ngakak
Bagi Zayn, pencapaian tertinggi dalam kariernya saat ini bukanlah sekadar angka penjualan album yang fantastis atau penghargaan bergengsi.
Hal paling berharga adalah senyuman kecil dari Khai dan kalimat sederhana, "Aku suka yang ini, Dad."
Di balik setiap nada yang tercipta, ada cerita sederhana tentang kasih sayang seorang ayah yang memberi makna jauh lebih luas daripada sekadar popularitas. (*)
Editor : Ghina Nailal Husna