Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dari Novel ke Bioskop: Film Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya? Mengangkat Isu Fatherless

Anita Fitriani • Rabu, 1 April 2026 | 14:30 WIB
Film Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?
Film Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?

 

RADAR KUDUS - Film berjudul Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? , dijadwalkan tayang di seluruh bioskop di Indonesia pada 9 April 2026, hadir sebagai drama keluarga yang membawa nostalgia emosional serta kritik yang halus terhadap hubungan ayah dan anak di zaman sekarang.

Disutradarai oleh Kuntz Agus dan diadaptasi dari novel fenomenal karya Khoirul Trian yang memiliki judul yang sama, film ini menggambarkan liku-liku kehidupan rumah tangga yang terlihat biasa, namun menyimpan beban internal, keheningan, dan banyak kata yang tak pernah terucap.

Dalam inti cerita, penonton diajak mengikuti perspektif Dira (Mawar De Jongh), seorang anak perempuan yang dibesarkan di "Soto Bu Lia", sebuah warung sederhana yang menjadi simbol kehangatan dan sekaligus beban bagi keluarganya.

Dira tinggal serumah dengan ayah yang secara fisik selalu ada, tetapi secara emosional terasa jauh, sehingga ia terpaksa tumbuh dewasa dengan cepat ketika keluarganya mengalami krisis setelah ibunya, Lia, mengalami cedera serius akibat ledakan kompor.

Baca Juga: Karya Wregas Bhanuteja Kembali dengan Film Para Perasuk, Tayang 23 April 2026

Peristiwa tersebut menjadi momen penting yang mengubah rumah mereka menjadi semacam rumah sakit darurat, menyebabkan utang yang menumpuk, ketidakpastian finansial yang melanda, dan menjadikan Dira sebagai sosok yang secara diam-diam menopang keluarganya, sementara ayah yang seharusnya menjadi penunjuk arah justru kehilangan arah.

Tingkat dramatis cerita meningkat dengan hadirnya Yudi (Dwi Sasono), sang ayah yang sangat dibutuhkan oleh keluarga, tetapi merasa kehilangan tujuan dan perannya dalam rumahnya.

Film ini terus menggali konflik batin dalam keluarga, terutama mengenai fenomena “fatherless”, yaitu ketidakhadiran ayah secara emosional meskipun secara fisik ada dalam rumah, yang kini mulai menjadi perhatian di Indonesia.

Mengambil tema hubungan ayah dan anak yang dekat dengan kenyataan, kisah ini tidak hanya berupaya menggugah emosi, tetapi juga menyediakan ruang aman bagi penonton untuk memahami kembali makna kehadiran seorang ayah, mengenali peran yang sering kali tidak terlihat, serta belajar menerima bahwa keluarga yang sempurna bukanlah tentang idealisme, melainkan tentang cara berbagi beban dan saling menerima ketidaksempurnaan.

Baca Juga: Lukman Sardi Kembali Jadi Romo Rendra di Sekuel Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah

Di bagian akhir, Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? menggarisbawahi pesan bahwa selama ada orang untuk diajak berbagi, arah hidup tidak akan pernah sepenuhnya menghilang, meskipun awalnya tampak kabur dan menyakitkan.

Film ini mengajak penonton untuk merenungkan perjalanan mereka sendiri dengan sosok ayah, serta pertanyaan-pertanyaan yang mungkin pernah mereka pendam: “Kalau ayah ini arahnya ke mana, aku seharusnya pergi ke mana? ”

Dengan tanggal rilis 9 April 2026 di bioskop-bioskop besar seperti XXI, CGV, dan Cinepolis, film ini diproyeksikan sebagai salah satu drama keluarga paling ditunggu tahun ini, sekaligus memberikan refleksi yang lembut bagi keluarga-keluarga Indonesia yang tengah mencari makna baru atas kehadiran dan kebersamaan. (*)

Editor : Anita Fitriani
#film ayah ini arahnya ke mana ya? #novel #Film bioskop 2026 #Film bioskop terbaru