RADAR KUDUS - Film Para Perasuk akan hadir di bioskop Indonesia pada 23 April 2026. Film ini adalah karya terbaru dari sutradara Wregas Bhanuteja, yang sebelumnya memenangkan Piala Citra Sutradara Terbaik di FFI 2021. Film ini menjadi film ketiga yang diproduksi oleh Rekata Studio dan sekaligus membawa wajah baru bagi perfilman Indonesia dengan berani menggabungkan realitas sosial dengan elemen mistis.
Diperankan oleh sejumlah aktor terkenal seperti Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, serta debut film layar lebar Anggun C. Sasmi, Para Perasuk mengisahkan latar di Desa Latas, sebuah desa imajiner di pinggir kota, di mana pesta kerasukan dijadikan tradisi yang diwariskan dan menjadi hiburan bagi penduduknya.
Di tengah tradisi yang telah lama ada, konflik muncul ketika mata air suci yang menjadi tempat para perasuk mencari roh terancam akan digusur. Bayu yang diperankan Angga Yunanda, seorang pemuda yang bertekad untuk menjadi perasuk utama dalam pesta besar guna mengumpulkan dana dan menyelamatkan mata air yang merupakan simbol kehidupan desa tersebut.
Para Perasuk disusun sebagai film drama yang kuat dalam elemen supernatural, dengan mengeksplorasi tema ambisi, identitas, dan hubungan antara manusia dengan kekuatan tak terlihat.
Film ini tidak hanya menggunakan kerasukan sebagai daya tarik, tetapi juga mengkaji makna kemanusiaan dari ritual yang sering kali dianggap sebagai hiburan, serta mengungkapkan krisis yang mengancam keutuhan masyarakat Desa Latas.
Baca Juga: Demi Peran Bayu, Angga Yunanda Rela Dibalut Cat Silver hingga Harus Pakai Baby Oil Satu Jam
Secara global, Para Perasuk (dikenal dengan judul internasional Levitating) tercatat sebagai film Indonesia yang pertama kali masuk ke dalam program World Cinema Dramatic Competition di Sundance Film Festival 2026, setelah meraih CJ ENM Award di Asian Project Market Busan International Film Festival 2024.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa karya-karya berkualitas seperti Para Perasuk kini tidak hanya dihargai di dalam negeri, tetapi juga menjadi salah satu representasi Indonesia di dunia perfilman internasional.
Dihasilkan oleh Rekata Studio dengan kolaborasi internasional bersama mitra dari Singapura, Prancis, dan Taiwan, film ini menjadi tanda adanya sinergi baru dalam produksi bersama yang mulai tren di industri film Indonesia.
Didukung oleh aktor muda dan senior yang berbakat, serta narasi yang mampu menggugah pemikiran, Para Perasuk berpotensi untuk menjadi lebih dari sekedar hiburan, tetapi juga menjadi bahan diskusi mengenai bagaimana masyarakat menghadapi perubahan, tradisi, dan ketakutan yang sering kali tersembunyi di balik ritual yang memiliki makna ganda. (*)
Editor : Anita Fitriani