RADAR KUDUS - Di tengah keramaian industri musik dan film Indonesia, Maudy Ayunda kembali menunjukkan bakatnya sebagai seorang yang multi-talenta, mampu beralih dengan antara akting di film dan karir musik. Kali ini, namanya terlibat dalam penciptaan dua lagu original soundtrack (OST) untuk film terbaru arahan sutradara Wregas Bhanuteja, berjudul Para Perasuk.
Tidak hanya berperan sebagai penyanyi, Maudy juga terjun langsung dalam penciptaan musik, sehingga kedua lagu yang dia buat menjadi bagian yang penting dalam alur cerita film tersebut, bukan hanya pengiring semata.
Maudy Ayunda tidak hanya terlibat sebagai pengisi OST, tetapi juga berakting sebagai Laksmi dalam film Para Perasuk, yang bercerita tentang konflik batin dan dunia spiritual dalam sebuah desa pinggiran Jakarta yang bernama Latas.
Keterlibatannya sebagai aktris dan penulis lagu memberinya pengalaman yang unik, ia dapat merasakan suasana syuting, karakter, dan interaksi antar tokoh secara lebih mendalam, kemudian menerjemahkannya ke dalam bentuk musik.
Baca Juga: Demi Peran Bayu, Angga Yunanda Rela Dibalut Cat Silver hingga Harus Pakai Baby Oil Satu Jam
Menurut Maudy, ide untuk menciptakan lagu muncul selama proses syuting, di mana dunia dan karakter dalam Para Perasuk terasa begitu dekat, hingga ia merasa perlu mengungkapkan suatu emosi melalui melodi yang dapat memperdalam pengalaman menonton.
Lagu pertama yang Maudy ciptakan untuk Para Perasuk berjudul “Aku yang Engkau Cari”, yang dirilis sebagai single sekaligus soundtrack resmi film tersebut.
Lagu ini ditulis oleh Maudy bersama produser dan kolaborator lamanya, Lafa Pratomo, yang juga bertindak sebagai produser dan aransemen musik. Maudy menjelaskan bahwa "Aku yang Engkau Cari" dibayangkan dari sudut pandang Bayu, tokoh utama yang diperankan oleh Angga Yunanda.
Lagu ini memberikan sebagai rasa yang mengungkapkan kecemasan serta kerinduan yang sering kali tidak terungkap oleh para karakternya. Maudy menegaskan bahwa “Aku yang Engkau Cari” dapat dinikmati sendiri sebagai lagu dengan tema universal mengenai pencarian identitas, ambisi, dan kerinduan akan penerimaan.
Baca Juga: Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Tayang 2026, Ini Daftar Pemain Film Sekuel Horor Religi
Namun, maknanya akan lebih dalam jika didengar setelah menonton film, karena pada saat itu, lirik dan melodi seolah merefleksikan cerita yang telah disaksikan di layar.
Tidak hanya satu, Maudy Ayunda mengisi OST Para Perasuk dengan dua lagu, yakni "Aku yang Engkau Cari" dan "Di Tepi Lamunan".
Kedua lagu ini dikerjakan di bawah pengarahan produser musik Lafa Pratomo, yang membantu Maudy. Menurut Maudy, "Di Tepi Lamunan" memiliki dua interpretasi yang sejalan dengan narasi film, yang pertama, lagu ini menggambarkan sosok Perasuk yang bernyanyi untuk Pelamun.
Di sisi lain, lagu "Di Tepi Lamunan" juga menjangkau aspek emosional yang lebih umum, yakni kegelisahan manusia yang berusaha mencari tempat untuk sejenak beristirahat, mencari pelarian, atau sekadar bersandar kepada orang terkasih.
Maudy menyatakan lagu ini dapat menjadi suara bagi siapa saja yang merasa kelelahan, terbebani oleh harapan, atau yang ingin menemukan tempat aman untuk merefleksikan diri. Dengan dua makna ini, "Di Tepi Lamunan" tidak hanya memperkaya suasana film, tetapi juga memungkinkan pendengar untuk mengaitkannya dengan pengalaman pribadi masing-masing.
Baca Juga: Feby Febiola Balik ke Bioskop Lewat Film Horor Religi Kuasa Gelap: Perjanjian Darah
Maudy menyatakan proses penciptaan kedua lagu ini dilakukan dengan pendekatan yang sangat intuitif dan emosional. Ia dan Lafa Pratomo memilih untuk tidak menerapkan struktur yang rumit, melainkan fokus pada alunan yang terasa seperti bisikan yang lembut dan mengalun, meski masih menyimpan kedalaman keresahan.
Menurut Maudy, beberapa bagian ide muncul dalam waktu yang relatif singkat, seperti ada bagian lagu yang diciptakan hanya dalam waktu sekitar 30 menit, karena muncul langsung dari gejolak perasaan dalam dirinya.
Setelah proses syuting selesai, Maudy sempat menonton versi awal film dan membiarkan suasana visual serta karakter-karakternya mengarahkan warna musik yang ingin diciptakan.
Ia mengaku sangat terinspirasi karena selama syuting, ia tidak hanya bermain sebagai Laksmi, tetapi juga merasa benar-benar menjadi bagian dari dunia Para Perasuk.
Dari pengalaman tersebut, lahirlah dua lagu yang mampu menghubungkan apa yang ditampilkan di layar dengan apa yang dirasakan di hati penonton.
Baca Juga: Demi Peran Bayu, Angga Yunanda Rela Dibalut Cat Silver hingga Harus Pakai Baby Oil Satu Jam
Keterlibatan Maudy Ayunda dalam film Para Perasuk juga merupakan momen penting bagi sinema Indonesia di tingkat internasional. Film ini berhasil terpilih untuk berkompetisi dalam kategori World Cinema Dramatic Competition di Sundance Film Festival 2026, yang merupakan salah satu festival film paling bergengsi di seluruh dunia.
Bagi Maudy, kesempatan untuk terlibat dalam proyek yang mendapatkan pengakuan global ini sangat berarti, karena ia melihatnya sebagai bukti bahwa cerita-cerita lokal Indonesia dapat menjangkau audiens dari berbagai budaya.
Dalam sebuah wawancara, Maudy menegaskan bahwa OST Para Perasuk bukan sekadar musik, melainkan juga usaha untuk mempertemukan penonton dengan perjuangan batin yang ditonjolkan dalam film.
Ia berharap melalui lagu "Aku yang Engkau Cari" dan "Di Tepi Lamunan", pendengar dan penonton dapat merasa “terlihat”: dipahami, diakui, dan diingat bahwa mereka tidak perlu menjadi apa pun untuk dianggap cukup.
Dalam ucapannya, mungkin selama ini yang kita cari di luar adalah diri kita sendiri atau seseorang yang mampu melihat dan menerima kita sepenuhnya.
Baca Juga: MD Pictures Rilis Poster Resmi Film "Kupilih Jalur Langit": Tayang 23 April 2026
Adanya lagu soundtrack untuk Para Perasuk, Maudy Ayunda menunjukkan bahwa dirinya bukan hanya sekadar penyanyi pop, tetapi juga seorang penulis lagu yang peka terhadap nuansa cerita dan karakter.
Keterlibatannya sebagai aktor sekaligus pencipta musik memungkinkan dia untuk menciptakan jembatan yang halus antara visual film dan perasaan penonton.
Sekarang, ketika Para Perasuk ditampilkan di festival internasional dan lagu-lagunya tersebar di berbagai platform streaming, Maudy tidak hanya menyuguhkan musik, tetapi juga semacam peta emosional yang mengarahkan pendengar untuk merenungi lebih dalam tentang pencarian identitas, cinta, dan keberadaan orang lain dalam hidup mereka. (*)
Editor : Anita Fitriani