RADAR KUDUS - Reza Arap menyatakan untuk izin move on dari Lula Lahfah, sang kekasih yang meninggal pada 23 Januari 2026. Dalam sebuah unggahannya di media sosial, Reza menulis pesan penuh dengan kerinduan dan penerimaan. Ia mengakui bahwa hubungan mereka berlangsung singkat, hanya sekitar enam bulan setelah mereka mulai berpacaran pada Juli 2025, namun pengaruh emosional yang ditinggalkan begitu mendalam dan tak tergantikan.
Dalam tulisannya, Reza menyampaikan bahwa “tugas jagain kamu sudah selesai”. Reza telah berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga dan mencintai Lula selama hidupnya.
Reza juga membuka sisi paling rentan dirinya, Reza kehilangan Lula telah menghancurkan egonya dan mengubah pandangannya tentang hidup.
Ia mengaku pernah merasakan keputusasaan dan sangat lemah, tapi justru kepergian Lula yang membawanya lebih dekat kepada Tuhan dan menghancurkan banyak sikap defensif yang selama ini ia bangun.
Baca Juga: Haru! Selebgram Anselma Putri Lahirkan Anak Pertamanya, Kini Resmi Menjadi Ibu
Dalam unggahan tersebut, Reza berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada Lula atas cinta yang tulus, kenangan indah, serta cara Lula mengajarinya tentang makna kehidupan yang lebih dalam.
Di akhir pesan, Reza dengan tegas meminta izin untuk melanjutkan hidupnya. Ia menulis, “Aku... Izin move on with my life ya, sayang.. Just like what you said "Mumpung masih di sini, make the most of it lah". Aku udah janji akan kurangin ngeluh".
Kalimat itu mengingatkan Lula pernah mengingatkan untuk memanfaatkan hidup sebaik mungkin. Walaupun berjanji untuk selalu mengingat Lula, Reza juga berkomitmen untuk mengurangi keluhannya dan menjadikan hidupnya sebagai penghormatan terhadap cinta yang telah diberikan oleh Lula.
Unggahan tersebut menjadi perhatian netizen dan membuat publik semakin memahami sisi lain Reza yang jauh dari gambaran komedinya di depan kamera.
Melalui tulisan itu, Reza menyatakan move on bukan berarti melupakan, melainkan menerima bahwa satu bab dalam perjalanan hidupnya dengan Lula telah selesai, dan kini ia harus berani menulis bab baru tanpa menghilangkan kenangan tersebut. (An)
Editor : Anita Fitriani