RADAR KUDUS – Momen Idul Fitri yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi dan saling memaafkan justru berubah menjadi panggung konflik terbuka bagi keluarga influencer ternama, Tasyi Athasyia.
Jagat maya kembali dihebohkan dengan drama keluarga yang melibatkan Tasyi, sang kakak Selvi Salavia, dan ibunda mereka, Alawiyah Alatas atau yang akrab disapa Bu Ala.
Konflik ini mencuat ke publik setelah munculnya pengakuan menyayat hati dari Bu Ala yang mengaku mendapat perlakuan kasar dari putri keduanya tersebut.
Baca Juga: Antisipasi Krisis Energi Global: Pemerintah Kaji Wacana Belajar dari Rumah Mulai April 2026
Pemicu keributan ini tergolong sepele namun berbuntut panjang. Semua bermula saat Selvi Salavia (Kak Ceppy) mengunggah foto kebersamaan keluarga di akun Instagram pribadinya untuk merayakan suasana Lebaran.
Dalam foto tersebut, tampak seluruh anggota keluarga berkumpul dalam balutan busana senada.
Namun, unggahan yang niatnya membagikan kebahagiaan itu justru memantik reaksi keras dari Tasyi Athasyia.
Tasyi dikabarkan keberatan fotonya dipublikasikan oleh sang kakak, yang kemudian berujung pada aksi protes berlebihan.
Bukannya menyelesaikan masalah secara kekeluargaan, Tasyi diduga meluapkan emosinya tidak hanya kepada sang kakak, tetapi juga kepada ibundanya.
Dalam sebuah rekaman atau pernyataan yang beredar luas pada Selasa (24/3/2026), Bu Ala mengungkapkan rasa syok dan kesedihannya atas sikap sang putri.
> "Karena saya dibentak-bentak, ditelepon minta bilang ke Kak Ceppy kenapa (foto itu) di-upload. Saya sampai deg-degan, nangis. Kamu nggak tahu sifat asli dia kepada seorang ibu, tanpa adab," ungkap Bu Ala dengan nada bergetar.
Lebih lanjut, Bu Ala menyindir sikap Tasyi yang selama ini kerap membawa narasi agama dalam konten-kontennya.
"Dia yang merasa paling benar, merasa yang pegang kunci Surga," tambah Bu Ala, menggambarkan betapa dalamnya luka hati yang ia rasakan di hari suci tersebut.
Unggahan pengakuan Bu Ala ini langsung menjadi trending di berbagai platform media sosial, mulai dari TikTok hingga X (Twitter). Berbagai reaksi pun bermunculan dari para netizen:
- Kecaman terhadap Tasyi: Banyak netizen yang menyayangkan sikap Tasyi yang dinilai tidak sopan kepada orang tua, terlebih di momen Lebaran. "Hancur hati seorang ibu dibentak anak sendiri di hari raya," tulis salah satu pengguna internet.
- Kritik terhadap Konsumsi Publik: Di sisi lain, sebagian netizen merasa prihatin mengapa masalah internal keluarga ini harus kembali diumbar ke media sosial. Mereka menilai hal ini hanya akan memperkeruh suasana dan menjadi konsumsi publik yang tidak sehat.
Baca Juga: Niat Buang Obat Mercon Anak, Pria di Tawangharjo Grobogan Justru Terkena Ledakan
Drama ini seolah menjadi babak baru dari ketidakharmonisan hubungan Tasyi dengan keluarganya yang sudah sempat memanas beberapa waktu lalu.
Publik kini hanya bisa berharap agar konflik keluarga ini dapat segera menemukan titik temu, mengingat hubungan ibu dan anak adalah ikatan yang seharusnya paling dijaga. (*)
Editor : Ghina Nailal Husna