RADAR KUDUS — Kabar mengejutkan datang dari industri hiburan Korea Selatan. Boy group populer THE BOYZ secara resmi menyatakan bahwa kontrak eksklusif mereka dengan agensi ONE HUNDRED telah berakhir terhitung sejak 10 Februari 2026.
Pengumuman ini disampaikan langsung melalui perwakilan hukum mereka, yang mengungkap serangkaian perlakuan tidak adil dan kegagalan manajemen yang selama ini disembunyikan dari publik.
Keputusan berat ini diambil setelah para anggota merasa hubungan kepercayaan dengan agensi telah hancur total dan tidak dapat diperbaiki lagi.
Pangkal utama konflik ini adalah masalah finansial yang sangat serius. Menurut pernyataan resmi tim hukum THE BOYZ, pihak agensi gagal membayarkan biaya penyelesaian (settlement fees) yang menjadi hak para artis untuk seluruh aktivitas mereka sejak Juli 2025.
"Setelah pembayaran untuk kuartal kedua tahun 2025 selesai, agensi tidak lagi memberikan hak finansial kepada para artis.
Meskipun para anggota telah berulang kali meminta peninjauan materi dasar seperti dokumen kontrak untuk memverifikasi transparansi pembayaran, pihak agensi menolak tanpa alasan yang sah," tegas sang pengacara.
Lebih mengejutkan lagi, muncul laporan media yang mengindikasikan bahwa ONE HUNDRED diduga telah menerima uang muka (prepayment) berjumlah puluhan miliar won atas nama aktivitas hiburan THE BOYZ.
Namun, hingga kontrak diputuskan, agensi gagal memberikan klarifikasi yang bertanggung jawab mengenai ke mana larinya dana besar tersebut sementara hak para anggota tetap terabaikan.
Penderitaan para anggota THE BOYZ ternyata tidak berhenti pada masalah gaji pribadi. Pihak agensi dituding telah secara efektif menelantarkan tugas manajemen mereka.
Dilaporkan bahwa biaya-biaya esensial untuk mendukung aktivitas hiburan grup tidak lagi didukung secara layak.
Bahkan, situasi di balik layar jauh lebih memprihatinkan. Agensi diketahui gagal membayar gaji para staf khusus (dedicated staff) yang mendampingi THE BOYZ di lapangan selama berbulan-bulan.
"Para artis terpaksa melanjutkan aktivitas mereka dalam ketidakpastian yang panjang demi menepati janji kepada penggemar (THE B).
Namun, bekerja dalam lingkungan di mana dukungan dasar diputus, sementara melihat staf yang bekerja keras bersama mereka tidak digaji, telah menimbulkan tekanan psikologis dan rasa sakit yang tak terlukiskan bagi para anggota," lanjut pernyataan tersebut.
Setelah bertahan dalam diam selama berbulan-bulan, THE BOYZ akhirnya mencapai titik di mana mereka tidak lagi bisa mentoleransi situasi tersebut.
Penghentian kontrak ini dianggap sebagai satu-satunya jalan keluar untuk menyelamatkan karier dan kesehatan mental mereka.
"Dengan kesimpulan suram bahwa hubungan saling percaya telah mencapai kerusakan yang tidak dapat diperbaiki, mereka membuat keputusan sulit dan berat untuk memutuskan kontrak eksklusif ini," tutup tim kuasa hukum.
Hingga saat ini, pihak ONE HUNDRED belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan penggelapan uang muka dan pengabaian staf tersebut.
Sementara itu, para penggemar di seluruh dunia memberikan dukungan penuh melalui tagar di media sosial, menuntut transparansi dan perlindungan hak bagi grup beranggotakan 10 orang tersebut.
Putusnya kontrak ini diprediksi akan memicu pertempuran hukum yang panjang terkait hak merek dagang nama "THE BOYZ" dan sisa kewajiban finansial agensi kepada para anggota dan staf. (*)
Editor : Ghina Nailal Husna