RADAR KUDUS - Di tengah deretan film yang menyentuh hati penonton Indonesia tahun ini, Jangan Buang Ibu menjadi perhatian utama dengan kisah pilu seorang ibu yang pengorbanannya tak dihargai anak-anaknya sendiri.
Film produksi Leo Pictures yang disutradarai Hadrah Daeng Ratu ini mengadaptasi novel "Jangan Buang Ibu Nak" karya Wahyu Dera Priangga, dan salah satu pemeran kunci adalah aktor muda Refal Hady yang memerankan Tama.
Peran ini menampilkan bakat akting Refal dan juga resonansi pribadi dengan pengalaman hidupnya sebagai anak yatim piatu, yang membuat penampilannya begitu mendalam.
Refal Hady, yang dikenal lewat sinetron dan film sebelumnya, membawa nuansa segar dalam Jangan Buang Ibu sebagai Tama, anak pertama Ristiana, sang ibu yang diperankan oleh Nirina Zubir.
Cerita film bermula dari perjuangan Ristiana membesarkan tiga anaknya sendirian setelah ditinggal suami.
Ia bekerja keras, menahan lelah, dan mengorbankan mimpi pribadinya demi masa depan Tama, Dewi (Amanda Manopo), dan Tria (Saputra Kori). Dalam peran Tama, Refal Hady menghidupkan konflik batin seorang anak yang terjebak antara ambisi pribadi dan rasa bersalah.
Adegan-adegan di mana Tama dan saudara-saudaranya memutuskan "membuang" Ristiana ke panti jompo menjadi puncak emosional film, di mana Refal mampu menyampaikan penyesalan diam-diam melalui tatapan mata.
Pendekatan ini berbeda dari drama keluarga biasa yang bombastis, Jangan Buang Ibu memilih nada sunyi yang menyayat, melihatkan luka batin ibu yang pasrah namun tetap berharap dicintai.
Latar belakang pribadi Refal Hady menambah kedalaman perannya ini. Sebagai anak yatim piatu yang kehilangan ibu sejak dini, Refal pernah berbagi cerita pilu bahwa kepergian nyokapnya membuatnya merasa "tidak punya tujuan hidup" untuk sementara waktu. Ia hanya bersandar pada lima kakaknya untuk melewati masa sulit itu. Pengalaman ini membuat Refal relatable dengan tema film, di mana ia harus memerankan anak yang justru "mengabaikan" ibu.
Dukungan pemeran lain seperti Dwi Sasono, Fadly Faisal, dan Erika Carlina semakin memperkaya dinamika keluarga yang retak ini.
First look dan teaser poster film yang dirilis Februari 2026 di media sosial langsung viral, terdapat potret Nirina Zubir. Refal Hady muncul menonjol dalam cuplikan tersebut, dengan ekspresi yang mencerminkan konflik keluarga.
Film ini bukan sekadar hiburan, tapi tamparan nurani bagi masyarakat urban yang sering melupakan akar keluarga di tengah kesibukan.
Penampilan Refal Hady sebagai Tama mendapat pujian dari netizen, yang menyebutnya sebagai salah satu peran terbaiknya setelah serial sebelumnya.
Ia berhasil menghindari stereotip aktor muda dengan membawa lapisan psikologis pada karakternya, seorang anak yang sadar dosanya tapi terlambat menyesal.
Bersama Amanda Manopo sebagai Dewi dan Saputra Kori sebagai Tria, membuat dinamika konflik yang mencerminkan masalah sosial nyata di Indonesia seperti penuaan populasi dan tanggung jawab anak terhadap orang tua.
Di balik layar, Refal Hady tampak total dalam persiapan. Wawancara singkatnya menunjukkan betapa ia meresapi novel asli, di mana tema pengorbanan ibu digambarkan tanpa pretensi. Sutradara Hadrah Daeng Ratu memuji kemampuan Refal menangkap esensi Tama: sukses luar, hampa batin.
Film ini dijadwalkan tayang 2026, bertepatan dengan momentum film keluarga pasca-pandemi yang kembali populer.
Dengan cast dan cerita yang relevan, Jangan Buang Ibu berpotensi menjadi box office sekaligus pengingat moral.
Film ini mengajak penonton merenung sudahkah kita menghargai pengorbanan ibu sebelum terlambat? Di era di mana kesuksesan individu sering mengalahkan ikatan darah, kisah Ristiana dan Tama layak ditonton bersama keluarga.
Jangan Buang Ibu bukan akhir, tapi panggilan untuk bertindak sebelum penyesalan datang. (*)
Editor : Ali Mustofa