RADAR KUDUS - Penyanyi Nadin Amizah tampil penuh emosianal saat tampil di acara Sparkle on Sound, The Dome at Senayan Park, Jakarta, pada Sabtu malam (7/3/2026), hanya beberapa jam setelah ia kehilangan kakak iparnya, Vidi Aldiano, yang meninggal karena kanker ginjal stadium tiga.
Dengan suara bergetar dan mata yang penuh air mata, ia mempersembahkan seluruh penampilannya sebagai penghormatan terakhir untuk musisi yang dikenal sebagai "Duta Persahabatan" itu.
Vidi Aldiano menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 16. 33 WIB setelah bertahan melawan penyakit kanker selama kurang lebih 6-7 tahun sejak diagnosisnya pada tahun 2019.
Nadin, yang telah menikah dengan Faishal Tanjung, adik ipar Vidi melalui pernikahan Vidi dengan Sheila Dara, menyaksikan saat-saat terakhir hidup kakak iparnya secara langsung, dikelilingi oleh anggota keluarga terkasih.
Meskipun sedang berduka, Nadin tetap berani untuk tampil, membawakan lagu rohani "Berpayung Tuhan" sebagai penghormatan, sambil mengungkapkan bahwa Vidi meninggalkan dunia ini dengan tenang, di kelilingi oleh orang-orang yang ia sayang dan menyayanginya.
"Aku ingin menjadikan malam ini, untuk kakak iparku Vidi. Kematiannya adalah sesuatu yang sangat tenang, dikelilingi oleh orang-orang paling dia sayang dan menyayanginya. Aku harap tidak hanya keluarganya yang menyayangi kakak. Aku minta doa dari teman-teman semua, agar dimudahkan hisabnya di sisi Allah SWT. Berbahagialah di sana Kak Vidi," ucap Nadin.
Nadin sangat sedih tetapi berusaha untuk kuat demi penonton yang ikut merasakan haru dan memberikan tepuk tangan sebagai bentuk dukungan.
Penampilan ini menjadi perbincangan hangat di media sosial yang melihatkan betapa kuatnya ikatan keluarga di balik industri hiburan Indonesia.
Kehilangan Vidi menciptakan kesedihan yang mendalam di kalangan rekan-rekan seprofesinya serta penggemar, termasuk Nadin yang meminta agar semua mendoakannya.
Momen emosional Nadin di atas panggung mengingatkan kita bahwa persahabatan dan keluarga adalah landasan kekuatan dalam menghadapi cobaan, sekaligus sebagai penghormatan selamanya bagi warisan musik Vidi yang penuh kehangatan dan inspirasi.
Editor : Mahendra Aditya