Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Begini Cara Elegansi Ningning aespa dalam Menghadapi 'Haters'

Ghina Nailal Husna • Sabtu, 7 Maret 2026 | 07:44 WIB

Elegansi Ningning dalam menanggapi komentar netizen tuai pujian (@imnotningning)
Elegansi Ningning dalam menanggapi komentar netizen tuai pujian (@imnotningning)

RADAR KUDUS – Di tengah gemerlapnya industri K-Pop yang sering kali menuntut kesempurnaan visual tanpa celah, Ningning, anggota termuda dari girl group SM Entertainment, aespa, baru-baru ini mencuri perhatian publik.

Bukan karena koreografi yang rumit atau vokal yang menggelegar, melainkan karena caranya yang luar biasa dewasa dalam menghadapi perilaku toksik di ruang digital.

Kejadian bermula saat Ningning melakukan siaran langsung untuk menyapa para penggemarnya. Di tengah ribuan pesan positif, muncul sebuah komentar dari seorang penonton yang secara terang-terangan menyebutnya "jelek".

Alih-alih merasa terintimidasi atau mengabaikannya dengan rasa sakit hati, Ningning justru memilih untuk menghadapi komentar tersebut dengan kepala tegak.

"Inilah aku apa adanya. Setiap orang memiliki penampilan yang berbeda, dan keberagaman itu adalah hal yang sangat wajar," ujar idol kelahiran 2002 tersebut dengan tenang.

Ningning menegaskan bahwa standar kecantikan bersifat subjektif. Ia merasa komentar negatif mengenai fisik seseorang adalah sesuatu yang tidak masuk akal dan sama sekali tidak keren.

Menurutnya, menghakimi penampilan orang lain bukan hanya tidak sopan, tetapi juga menunjukkan kurangnya etika dalam berkomunikasi.

Salah satu poin yang paling mengesankan dari pernyataan Ningning adalah keberaniannya untuk menyindir efektivitas waktu sang pengkritik.

Ia mempertanyakan mengapa seseorang rela meluangkan waktu berharganya hanya untuk mengetik kebencian.

"Daripada membuang-buang waktu untuk mengetik 'kamu jelek', lebih baik waktu itu digunakan untuk mendengarkan lagu," tambahnya.

Pernyataan ini bukan sekadar pembelaan diri, melainkan pengingat bagi netizen bahwa energi negatif yang disebarkan di internet adalah kesia-siaan yang tidak memberikan manfaat bagi siapa pun.

Respons ini pun langsung viral dan menuai dukungan luas, di mana banyak pihak memuji kedewasaan Ningning yang mampu tetap elegan meski sedang diserang secara personal.

Sikap Ningning bukan hanya sekadar urusan selebriti, melainkan sebuah refleksi atas isu sosial yang lebih besar.

Di industri hiburan yang sering memaksakan standar kecantikan tidak realistis, Ningning menyuarakan pentingnya inklusivitas.

Secara global, perilaku ini sejalan dengan beberapa poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

1. SDG 10 (Reduced Inequalities): Menekankan pada pengurangan ketimpangan dan diskriminasi. Dengan menghargai perbedaan fisik, kita melangkah menuju dunia yang lebih inklusif di mana identitas seseorang tidak menjadi bahan ejekan.

2. SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions): Mendorong terciptanya lingkungan yang damai dan inklusif.

Menjaga etika di ruang digital (digital citizenship) adalah fondasi utama untuk membangun masyarakat yang sehat dan bebas dari perundungan (bullying).

Ningning aespa telah membuktikan bahwa menjadi seorang idol tidak berarti harus tunduk pada segala bentuk kritik yang merusak.

Keberaniannya untuk berbicara menunjukkan bahwa harga diri tidak ditentukan oleh komentar di kolom chat, melainkan oleh bagaimana kita menghargai diri sendiri dan orang lain.

Di era digital ini, pesan Ningning sangat jelas. Berhentilah menghujat, mulailah menghargai, dan jika tidak ada hal baik untuk dikatakan, lebih baik nikmati musiknya. (*)

Editor : Ali Mustofa
#hate comment #Ningning aespa #netizen