Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Cinta Laura Tanggapi Isu LPDP: "Kalau Kita Pintar dan dari Keluarga Berada Mending Bayar Sendiri Saja"

Anita Fitriani • Rabu, 4 Maret 2026 | 11:24 WIB

Cinta Laura tanggapi isu LPDP yang sedang ramai (Foto: instagram @claurakiehl)
Cinta Laura tanggapi isu LPDP yang sedang ramai (Foto: instagram @claurakiehl)

RADAR KUDUS - Artis Cinta Laura Kiehl kembali menjadi perhatian masyarakat setelah komentarnya mengenai penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang berasal dari latar belakang ekonomi yang sejahtera.

Isu alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas, yang dikenal datang dari keluarga kaya, telah memicu diskusi luas di media sosial.

Cinta Laura menegaskan pendapatnya bahwa dana pemerintah seharusnya diprioritaskan untuk anak-anak berbakat yang membutuhkan dukungan finansial, bukan bagi mereka yang mampu membiayai pendidikan sendiri.

Cinta Laura pertama kali mengemukakan pendapatnya dalam wawancara di saluran YouTube Kemal Palevi pada 2024, yang kembali menjadi viral di awal 2026.

Ia mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap beasiswa LPDP, program penuh dari Kementerian Keuangan untuk jenjang S2 dan S3 baik di dalam maupun luar negeri, yang sering kali tidak tepat sasaran.

"Sesuatu yang bikin aku sedih tentang beasiswa ini, kadang-kadang tidak diberikan kepada orang yang tepat dalam arti tidak diberikan kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkan", ujarnya pada saat itu.

Cinta Laura juga menyebutkan bahwa ia mengenal beberapa orang dari keluarga kaya yang tetap mengajukan beasiswa LPDP, meskipun mereka mampu membiayai pendidikan mereka sendiri.

Ia berpendapat banyak anak Indonesia yang memiliki bakat luar biasa namun terkendala biaya, sehingga mereka pasti akan lolos seleksi jika diberikan kesempatan.

"Sorry ya, mungkin orang punya pendapat yang berbeda, tapi menurut aku, banyak sekali anak Indonesia yang pintar banget, tapi benar-benar nggak punya uang sehingga nggak bisa sekolah di luar negeri," tambahnya.

Di akhir Februari hingga Maret 2026, pernyataan Cinta Laura yang lalu kembali dibahas bersamaan dengan kontroversi Tyas, alumni LPDP yang menunjukkan fasilitas negara dan perhatian terhadap mertuanya.

Saat diwawancarai media di Studio TransTV, Jakarta Selatan pada 2 Maret 2026, Cinta Laura menegaskan bahwa sudut pandangnya tetap tidak berubah.

"Walaupun mungkin ada suatu kebanggaan yang dirasakan para penerima LPDP saat berhasil dapat beasiswa, sebagai negara berkembang, penting banget kita mengalokasikan dana itu ke mahasiswa atau anak-anak yang benar-benar membutuhkan," ucapnya.

Ia berharap agar sistem seleksi LPDP direformasi agar lebih mengutamakan calon-calon dengan kemampuan akademik yang unggul tetapi terhalang secara ekonomi.

"Harapan aku adalah kedepannya kalau ada beasiswa, prioritaskanlah orang-orang yang benar-benar membutuhkanya," tutup Cinta.

Cinta juga menyarankan agar anak-anak dari keluarga kaya yang cerdas sebaiknya membiayai pendidikan mereka sendiri, agar kuota beasiswa tidak "diambil" oleh mereka yang tidak membutuhkan.

LPDP dirancang untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas guna pembangunan bangsa, dengan proses seleksi yang ketat mencakup prestasi akademik, penulisan esai, dan wawancara.

Namun, kritik yang disampaikan oleh Cinta Laura menyoroti masalah transparansi kriteria kemampuan ekonomi penerima beasiswa.

Pendapatnya sejalan dengan kekhawatiran masyarakat bahwa sebagai negara yang sedang berkembang, pengalokasian dana pendidikan harus dilakukan secara efisien untuk memaksimalkan dampak sosial.

Pernyataan Cinta memunculkan berbagai reaksi, sebagian mendukung karena peduli terhadap pemerataan, sementara yang lain membela hak penerima untuk mendapatkan penghargaan atas prestasi mereka.

Meskipun demikian, Cinta menegaskan bahwa argumennya tergolong dari kepedulian terhadap potensi cemerlang yang terhambat oleh keterbatasan dana, bukan merupakan serangan pribadi.

Kontroversi ini mengingatkan betapa pentingnya penilaian yang terus-menerus pada program beasiswa pemerintah seperti LPDP agar dapat benar-benar mencakup semua lapisan masyarakat dan tepat sasaran.

Pernyataan Cinta Laura meskipun memicu perdebatan mengenai alokasi dana publik pada fase pembangunan Indonesia saat ini.

Diharapkan, pendapat seperti ini dapat mendorong terjadinya perubahan yang lebih baik demi generasi yang akan datang yang lebih adil.

Editor : Ali Mustofa
#Cinta Laura Kiehl #Cinta Laura #Cinta Laura LPDP #beasiswa lpdp #Dwi Sasetyaningtyas #lpdp