RADAR KUDUS - Di tengah perhatian media yang semakin meningkat, Dokter Kamelia, pacar aktor Dokter Kamelia, tidak bisa lagi menahan tangis sehabis sidang lanjutan kasus dugaan narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis, 26 Februari 2026.
Ketika ia keluar dari ruang sidang, wajahnya kelelahan terlihat berair karena air mata, sambil mengelap pipinya dengan tangan bergetar di depan para wartawan yang menanti.
Momen ini menjadi puncak dari perjuangannya yang panjang untuk mendampingi Ammar, di mana ia mengakui kelelahan dan keterpurukannya dalam mengurus berbagai masalah hukum kekasihnya sendirian, tanpa dukungan dari keluarga Ammar seperti Aditya dan Panji Zoni.
Nama lengkapnya Hayati Kamelia, seorang dokter gigi, telah menjadi pendukung utama bagi Ammar Zoni selama beberapa bulan sejak kasus ini berkembang.
"Sejujurnya saya merasa lelah, capek menghadapi masalah Ammar. Saya sudah terlibat hingga saat ini, dan saya benar-benar lelah. Tapi saya harus menghadapi semua ini," ucapnya dengan suara bergetar.
Ammar tidak bisa berbuat banyak tanpanya karena semua keperluan persidangan ditangani olehnya.
Tekanan mental ini semakin berat dengan perhatian publik yang tak henti-hentinya, ditambah lagi dengan kasus yang melibatkan dugaan peredaran narkotika dari dalam penjara.
Serta ketidakhadiran saksi kunci, termasuk mantan narapidana Lapas Salemba yang memiliki bukti penganiayaan.
Kendati demikian, Kamelia tetap mengatakan, "Tapi saya harus mendampingi dia sampai sidang berakhir. Apa pun hasilnya, saya akan berada di sampingnya hingga akhir," hal itu melihatkan tekadnya meski mengalami kelelahan fisik dan emosional yang besar.
Sebelumnya, pengorbanan Kamelia sudah terlihat sejak awal proses hukum dimulai. Pada 14 Januari 2026, ia rela menahan rasa sakit dan menggunakan masker sambil mengoleskan minyak angin di lehernya untuk hadir di sidang, walaupun kesehatan fisiknya menurun.
Belum berhenti di situ, pada 29 Januari 2026, ia bahkan membawa putrinya, Arumi, ke pengadilan seperti yang diminta Ammar, ditemani ibu angkat aktor tersebut, sebagai bentuk dukungan moral yang mendalam.
Kamelia juga secara terbuka mengakui bahwa tidak semua tindakan Ammar benar dalam kasus ini, namun ia tetap menuntut keadilan yang adil dan proporsional, tanpa membenarkan segalanya.
Beban ini semakin berat karena pelanggaran dari pihak lain, termasuk penasihat hukum yang tidak hadir, membuatnya merasa sendirian dalam perjuangan panjang ini.
Kisah Dokter Kamelia lebih dari sekadar dukungan kepada kekasihnya, ia melihatkan keteguhan di tengah hiruk-pikuk hukum dan pendapat publik yang menjustifikasi.
Meskipun ia meneteskan air mata di ruang bawah tanah pengadilan sambil berusaha menenangkan diri, ia tetap menjawab pertanyaan wartawan dengan mata yang berkaca-kaca, menekankan bahwa ia harus menguatkan mentalnya karena "Bang Ammar tidak memiliki siapa-siapa yang mengurusnya. "
Hingga saat ini, persidangan Ammar Zoni yang berlangsung di bulan Ramadan terus menarik perhatian, dengan Ammar sendiri mengungkapkan bahwa puasanya sangat berat.
Kehadiran Kamelia, meskipun dalam keadaan lelah, menjadi pengingat bahwa di balik keramaian dunia hiburan, terdapat kisah kemanusiaan yang penuh dengan cinta dan kesetiaan yang tak tergoyahkan.
Editor : Ali Mustofa