RADAR KUDUS - Prilly Latuconsina baru saja mengunggah video permintaan maaf di Instagram Reel terkait kontroversi status "Open to Work" di LinkedIn-nya yang dianggap netizen sebagai gimmick kampanye pemasaran pasta gigi.
Aktris Prilly Latuconsina menuai hujatan pedas dari netizen setelah status "Open to Work" di LinkedIn-nya terungkap sebagai bagian dari strategi promosi brand.
Awalnya, unggahan tersebut viral dan mendapat pujian karena dianggap langkah rendah hati untuk belajar hal baru seperti sales, namun berbalik menjadi kekecewaan saat dikaitkan dengan iklan pasta gigi.
Di tengah krisis lapangan kerja di Indonesia, banyak warganet menilai aksi itu tidak peka dan seperti "mengejek" perjuangan pencari kerja.
Prilly memasang badge #OpenToWork pada 25 Januari 2026, usai mundur dari rumah produksi Sinemaku Pictures, dengan alasan ingin menjajal pekerjaan seperti retail sales dan naik KRL jam sibuk.
Status itu banjiri akunnya dengan 30 ribu koneksi dan tawaran kerja, memicu diskusi positif awalnya.
Namun, kemunculannya sebagai sales promosi pasta gigi di mal memicu tuduhan gimmick marketing, dengan komentar netizen seperti "kayak ngeledek orang susah nyari kerja" dan "kena prank".
Dalam video Reel terbaru, Prilly tampak meminta maaf atas kesalahpahaman yang timbul, meski detail kata-katanya belum banyak diliput media. Kontroversi ini menyoroti risiko kampanye kreatif artis di era media sosial, di mana transparansi menjadi kunci menghindari backlash.
Prilly kini kembali aktif, diharapkan dapat membangun citra positif melalui klarifikasi lebih lanjut. (Anita F)
Editor : Mahendra Aditya