Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Takut Hadapi Prosedur Medis, Curhat Terakhir Lula Lahfah Jadi Pesan Perpisahan

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 26 Januari 2026 | 10:20 WIB
Kekasih Reza Arap, Lula Lahfah dikabarkan meninggal dunia
Kekasih Reza Arap, Lula Lahfah dikabarkan meninggal dunia

RADAR KUDUS - Kematian Lula Lahfah menyisakan lebih dari sekadar duka. Di balik kabar kepergiannya, muncul potongan-potongan cerita yang perlahan membentuk satu gambaran utuh: seorang perempuan muda, dikenal ceria di media sosial, justru menghabiskan malam-malam terakhirnya dalam rasa cemas menghadapi tubuhnya sendiri.

Bukan drama, bukan sensasi—hanya ketakutan manusiawi yang akhirnya menjadi pesan terakhir.

Selebgram berusia 26 tahun itu ditemukan meninggal dunia di unit apartemennya pada Jumat, 23 Januari 2026. Dugaan awal mengarah pada kondisi kesehatan yang memang sudah lama bermasalah.

Baca Juga: Polisi Klarifikasi Circle Terdekat Lula Lahfah, Reza Arap Dijadwalkan Dimintai Keterangan

Namun yang membuat publik terdiam bukan hanya penyebabnya, melainkan percakapan terakhir Lula dengan sahabatnya, Keanu, yang kini beredar luas.

Dalam pesan singkat itu, Lula mengaku takut—takut menghadapi prosedur medis, takut pada rasa sakit, dan mungkin takut pada ketidakpastian.

Pesan itu dikirim pada Kamis malam, 22 Januari. Nada kalimatnya tidak berlebihan, tetapi jujur dan rapuh.

Lula bercerita tentang kondisi ususnya yang masih mengalami pembengkakan dan penebalan.

Ia harus menjalani kolonoskopi, prosedur medis dengan bius total dan alat kamera yang dimasukkan ke dalam tubuh.

Bagi sebagian orang, itu rutinitas medis. Bagi Lula, malam itu, itu adalah sumber kecemasan yang nyata.

Keanu, yang menerima pesan tersebut, membalas dengan kalimat sederhana. Ia menenangkan, menyemangati, menyarankan untuk berdzikir.

Baca Juga: Lucky Widja Akan Dimakamkan di Jeruk Purut Siang Ini, Tutup Perjalanan Panjang Melawan TB Ginjal

Sebuah respons yang terasa biasa, bahkan ringan. Tak ada yang menyangka bahwa percakapan itu akan menjadi komunikasi terakhir mereka. Dalam dunia yang bergerak cepat, pesan singkat itu kini berubah menjadi artefak duka—bukti bahwa di balik layar ponsel, seseorang sedang berjuang sendirian.

Keesokan harinya, Lula ditemukan tak bernyawa. Rencana-rencana kecil yang sempat dibicarakan malam sebelumnya pun runtuh seketika.

Salah satunya adalah kejutan ulang tahun untuk Dara Arafah. Lula sudah ikut menyiapkan segalanya: kamar, konsep konten, dress code hitam.

Bahkan ada rencana “menculik” Dara untuk kejutan kecil itu. Semua sudah disiapkan, kecuali satu hal yang tak pernah bisa dipersiapkan siapa pun: perpisahan.

Ketika Lula tak kunjung membalas pesan dan panggilan, kecurigaan berubah menjadi kepanikan. Hingga akhirnya kabar itu datang—Lula sudah tidak ada. Keanu menuliskan ulang kronologi itu dengan nada disbelief.

Mereka sempat mengira ini hanya lelucon. Bahkan Dara pun mengira sedang dikerjai. Realitas itu terlalu pahit untuk diterima secara instan.

Baca Juga: Tanpa Autopsi, Polisi Bertumpu pada Visum dan CCTV Ungkap Kematian Lula Lahfah

Di balik tragedi ini, fakta tentang kondisi kesehatan Lula mulai terkuak. Ia tidak hanya mengalami satu penyakit.

Dalam salah satu interaksinya dengan penggemar di media sosial, Lula menjawab dengan jujur: infeksi saluran kemih, peradangan dan pembengkakan usus, batu ginjal, serta GERD.

Penyakit-penyakit ini bukan muncul tiba-tiba. Ia telah bolak-balik rumah sakit, termasuk dirawat saat malam pergantian tahun 2025 ke 2026.

Namun seperti banyak anak muda lain, Lula tetap aktif. Ia tetap membuat konten, tetap hadir di ruang publik digital, tetap terlihat “baik-baik saja”.

Media sosial, sekali lagi, menunjukkan paradoksnya: tempat seseorang terlihat paling hidup, tetapi sekaligus paling pandai menyembunyikan rapuhnya kondisi nyata.

Pihak kepolisian memastikan tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh Lula. Pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara menunjukkan kondisi kamar yang wajar.

Baca Juga: Polisi Ingatkan Risiko Hukum Publik Penyebaran Foto Kematian dan Asumsi Liar Terkait Lula Lahfah

Polisi menemukan sejumlah obat-obatan serta surat rawat jalan dari Rumah Sakit Pondok Indah. Semua temuan itu memperkuat dugaan bahwa kematian Lula berkaitan erat dengan kondisi medis yang ia alami sebelumnya.

Jenazah Lula ditemukan dalam posisi terlentang di atas kasur, berselimut putih. Sebuah detail yang sunyi, nyaris simbolis.

Tidak ada tanda perlawanan, tidak ada jejak kekerasan. Keluarga pun memilih untuk tidak melakukan autopsi. Keputusan itu menegaskan bahwa mereka menerima kepergian Lula sebagai akhir dari perjuangan fisik yang panjang.

Lula Lahfah telah dimakamkan di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, pada Sabtu, 24 Januari. Prosesi berlangsung tertutup. Tidak ada panggung, tidak ada kamera.

Hanya doa, tangis, dan rasa kehilangan yang sulit diterjemahkan ke dalam kata-kata. Kepergian Lula terasa ganjil karena usianya yang masih sangat muda, tetapi juga terasa “masuk akal” jika melihat beratnya beban fisik yang ia tanggung diam-diam.

Kisah Lula bukan sekadar kabar duka selebritas. Ini adalah potret generasi muda yang hidup dalam dua dunia: dunia digital yang menuntut keceriaan, dan dunia nyata yang kadang terlalu berat untuk dibagi.

Ketika tubuh mulai menyerah, tidak semua orang tahu cara meminta tolong. Bahkan ketika kata “takut” sudah diucapkan, tidak selalu ada yang benar-benar siap mendengarnya sebagai alarm bahaya.

Malam terakhir Lula adalah pengingat pahit bahwa kesehatan bukan hanya soal diagnosis, tetapi juga soal ruang aman untuk mengakui ketakutan.

Bahwa rasa cemas menjelang tindakan medis bukan hal sepele. Bahwa pesan singkat yang tampak biasa bisa menjadi suara terakhir seseorang.

Lula Lahfah mungkin dikenal sebagai selebgram. Namun pada akhirnya, ia pergi sebagai manusia biasa—dengan rasa takut, harapan kecil, dan rencana-rencana sederhana yang tak sempat terwujud.

Editor : Mahendra Aditya
#Reza Arap menangis di pemakaman Lula Lahfah #Kematian Lula Lahfah #Lula Lahfah meninggal #pemakaman Lula Lahfah #misteri kematian Selebgram Lula Lahfah #Fakta meninggalnya lula lahfah #curhat Lula Lahfah ke Keanu sebelum meninggal #Kronologi Kematian Lula Lahfah #Polisi Ungkap Kematian Selebgram Lula Lahfah #Reza Arap dan Lula Lahfah #Reza Arap emosi disindir netizen soal lula lahfah #lula lahfah #impian Lula Lahfah #Ayah Lula Lahfah