Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Edwin Boyong Film Terbaru ke Berlin: “Monster Pabrik Rambut” Tayang di Special Midnight

Redaksi Radar Kudus • Senin, 19 Januari 2026 | 15:51 WIB
Photo
Photo

RADAR KUDUS - Sutradara Edwin resmi mengumumkan bahwa film terbarunya, Monster Pabrik Rambut, akan melakukan penayangan perdana dunia di Festival Film Internasional Berlin (Berlinale) 2026 pada Februari mendatang.

Kabar ini disampaikan tak lama setelah Palari Films merilis trailer internasional film tersebut di YouTube pada Jumat (16/1).

Edwin menyampaikan rasa syukurnya karena untuk ketiga kalinya karya film panjangnya kembali diundang ke Berlinale.

 

Baca Juga: Sinopsis Film Bidadari Surga, Siap Tayang 15 Januari, Angkat Tema Romansa dan Perjalanan Hijrah

Sebelumnya, film "Kebun Binatang" pernah bersaing di program utama Berlinale ke-62, sementara "Aruna & Lidahnya" ditayangkan dalam program Culinary Cinema tahun 2018.

Bahkan film pendeknya, Trip to the Wound (2008), juga pernah diputar di festival tersebut.

TMonster Pabrik Rambut—yang menggunakan judul internasional "Sleep No More"—masuk dalam kategori Berlinale Special Midnight, sebuah program khusus yang menampilkan film-film lintas genre seperti horor, thriller, sci-fi, hingga karya cult yang tayang larut malam.

Trailer film menampilkan suasana kelam pabrik PT Raga Abadi, tempat para pekerja digambarkan mengalami kelelahan berat.

Narasi di dalam cuplikan juga menyinggung tragedi yang menimpa ibu tokoh Putri (Rachel Amanda), yang diduga bukan peristiwa tunggal.

 

Baca Juga: Film Panggil Aku Ayah Tembus Top Movies Indonesia, Adaptasi Emosional dari Film Korea Pawn

Meski pihak pabrik berulang kali menyatakan bahwa insiden-insiden tersebut hanyalah kecelakaan kerja atau tindakan bunuh diri, muncul kecurigaan adanya kekuatan tak kasat mata.

Putri kemudian mulai bekerja di pabrik tersebut dan ditemani oleh Ida (Lutesha), yang percaya ada unsur supranatural di balik kejadian-kejadian itu.

Sementara itu, perusahaan berupaya meredam keresahan pekerja dengan memberikan tambahan upah lembur 20 persen.

Ketegangan memuncak saat beberapa pekerja mengaku tubuh mereka bergerak tanpa kendali, meskipun manajemen terus membantah keberadaan hal-hal mistis dan menyalahkan kurang tidur sebagai penyebab utama.

Produser Meiske Taurisia menjelaskan bahwa keikutsertaan film ini di Berlinale merupakan langkah awal untuk memperkenalkannya ke publik internasional.

Baca Juga: 80 Tahun Indonesia Merdeka: Refleksi Perjalanan Bangsa dari 1945 hingga KiniBaca Juga: 80 Tahun Indonesia Merdeka: Refleksi Perjalanan Bangsa dari 1945 hingga Kini

Film ini merupakan produksi kolaboratif antara Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis, didukung oleh berbagai lembaga termasuk Singapore Film Commission, World Cinema Fund, Visions Sud Est, dan Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan.

Skenario film fantasi ini ditulis oleh Edwin bersama Eka Kurniawan dan Daishi Matsunaga, dengan distribusi internasional ditangani oleh Showbox dari Korea Selatan.

Selain Rachel Amanda dan Lutesha, film ini juga menampilkan keterlibatan musisi seperti Iqbaal Ramadhan dan Sal Priadi, seniman tari Didik Nini Thowok, serta kreator media sosial Luqman Hakim (Kev).

Film ini dijadwalkan rilis di Indonesia pada 2026.

Edwin sendiri memiliki rekam jejak kuat di festival internasional, termasuk penghargaan Golden Leopard di Festival Film Locarno 2021 untuk film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas.

Ia juga pernah meraih FIPRESCI Award di Festival Film Rotterdam melalui film Babi Buta yang Ingin Terbang, serta Sutradara Terbaik FFI pada 2017 melalui film Posesif.(laura)

Editor : Ali Mustofa
#Sleep No More #Berlinale 2026 #Monster Pabrik Rambut #Festival Film Internasional Berlin #erlinale Special Midnight