Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sinetron Asmara Gen Z menuai kritik, Ini Alasannya

Redaksi Radar Kudus • Selasa, 13 Januari 2026 | 13:10 WIB
masyarakat soroti isu sinetron asmara gen z yang tak layak tayang
masyarakat soroti isu sinetron asmara gen z yang tak layak tayang

RADAR KUDUS - Sejumlah penonton menyoroti adanya adegan kontak fisik antara pemeran perempuan yang masih di bawah umur dengan lawan main laki-laki yang usianya lebih tua.

Adegan tersebut mencakup pelukan, cium kening, hingga gendong, yang dianggap melampaui batas kepantasan tayangan untuk publik.

Kritik ini ramai disuarakan di media sosial X. Masyarakat menilai bahwa sinetron tersebut berpotensi memberikan contoh yang kurang tepat, terutama bagi anak-anak dan remaja yang masih berada dalam tahap perkembangan psikologis dan emosional.

Tayangan tersebut dinilai tidak sejalan dengan prinsip perlindungan anak, baik dari sisi usia pemeran maupun pesan yang disampaikan.

Selain isu usia, masyarakat juga mempertanyakan kedewasaan para pemain dalam memerankan karakter dengan nuansa romantis yang intens.

Pemeran dinilai belum memiliki kematangan emosional yang memadai untuk membawakan adegan hubungan asmara yang kompleks, sehingga berpotensi menormalisasi perilaku yang tidak sesuai dengan nilai edukatif.

Tak hanya itu, isi cerita dan penggambaran hubungan antar tokoh dalam Asmara Gen Z juga dinilai jauh dari nilai dan budaya Indonesia.

Norma kesopanan, etika pergaulan, serta batasan interaksi antara lawan jenis dianggap kurang diperhatikan, sehingga memunculkan kekhawatiran akan pengaruh negatif terhadap penonton muda.

Sejumlah orang tua mengaku resah karena sinetron tersebut mudah diakses oleh anak-anak melalui televisi tanpa pendampingan.

Mereka menilai bahwa tayangan tersebut seharusnya dikaji ulang dari sisi klasifikasi usia, mengingat judul dan konsepnya yang menyasar generasi muda justru berpotensi ditonton oleh anak di bawah umur.

Masyarakat pun mendorong lembaga penyiaran dan pihak terkait untuk melakukan evaluasi terhadap kelayakan tayang sinetron tersebut.

Pengawasan konten dinilai perlu diperketat agar tayangan televisi tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik serta sejalan dengan nilai budaya dan perlindungan anak di Indonesia.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak rumah produksi maupun lembaga penyiaran terkait kritik tersebut.

Namun, desakan publik terus menguat agar Asmara Gen Z ditinjau ulang demi menjaga kualitas dan tanggung jawab tayangan di ruang publik. (Ghina Nailal Husna)

Editor : Mahendra Aditya
#Gen Z #Sinetron