Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Para Perasuk Tembus Sundance, Siap Menyapa Bioskop Indonesia

Redaksi Radar Kudus • Selasa, 16 Desember 2025 | 22:25 WIB
Photo
Photo

RADAR KUDUS - Film Para Perasuk, karya terbaru sutradara Wregas Bhanuteja, dipastikan akan melakoni pemutaran perdana dunia di Sundance Film Festival yang berlangsung pada 22 Januari–1 Februari 2026 di Amerika Serikat.

Setelah rangkaian pemutaran internasional tersebut, film ini dijadwalkan menyapa penonton Tanah Air melalui bioskop Indonesia pada tahun depan.

Meski mengangkat tema kerasukan yang lekat dengan tradisi Nusantara, Wregas menegaskan bahwa film panjang ketiganya ini tidak dimaksudkan sebagai kritik atau penggambaran terhadap budaya tertentu.

 

Baca Juga: Lupa Daratan: Eksperimen Komedi Ernest Prakasa Bersama Vino G. Bastian

Ia menyebut Para Perasuk sebagai karya fiksi yang sepenuhnya lahir dari imajinasi.

Berbagai elemen seperti tarian, musik, hingga mantra yang ditampilkan dalam film tidak merujuk pada ritual atau kebudayaan spesifik.

Wregas menjelaskan bahwa praktik kerasukan dapat ditemukan di berbagai belahan dunia, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di kawasan Asia, Eropa, hingga Amerika Latin.

Dibintangi oleh Angga Yunanda, Anggun C. Sasmi, Maudy Ayunda, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan, film ini membawa pesan reflektif tentang obsesi dan ambisi manusia.

Wregas menyampaikan bahwa ketika seseorang terlalu larut mengejar kekuasaan, pengakuan, atau mimpi pribadi, ia kerap kehilangan kesadaran terhadap orang-orang terdekat yang peduli padanya.

Secara cerita, Para Perasuk berlatar di Desa Latas, sebuah tempat di mana warga memiliki tradisi unik dalam mencari kesenangan: kerasukan massal yang dirayakan sebagai pesta bersama.

Baca Juga: Cerita di Balik Layar Comic 8: Pengorbanan Aktor Demi Tawa Penonton

Ritual tersebut dilakukan di ruang terbuka dengan iringan musik dan lantunan mantra di bawah terik matahari.

Dalam prosesi tersebut, warga yang disebut Pelamun akan menari hingga tubuh mereka dirasuki roh binatang yang disalurkan oleh sosok Perasuk.

Setelahnya, para Pelamun mengalami perpindahan kesadaran ke dunia halusinatif bernama Alam Sambetan.

Konflik utama bermula saat Guru Asri, seorang perasuk senior yang diperankan Anggun C. Sasmi, mengadakan sayembara untuk mencari penerusnya.

Bayu (Angga Yunanda), pemuda yang sejak lama bercita-cita menjadi perasuk, melihat kesempatan ini sebagai jalan mewujudkan mimpinya.

Baca Juga: Lupa Daratan: Eksperimen Komedi Ernest Prakasa Bersama Vino G. Bastian

Ia tak sendiri, karena Ananto (Bryan Domani) juga memiliki ambisi serupa, dengan Pawit (Chicco Kurniawan) sebagai sosok yang terlibat dalam persaingan tersebut.

Sementara itu, Laksmi (Maudy Ayunda) digambarkan sebagai pelamun yang kecanduan kerasukan, mempertegas sisi gelap obsesi yang menjadi benang merah cerita.

Melalui kisah ini, Para Perasuk mengajak penonton menelaah batas tipis antara mimpi, ambisi, dan kehilangan kemanusiaan.(laura)

Editor : Ali Mustofa
#Sundance Film Festival 2026 #film indonesia terbaru #Film Para Perasuk #Wregas Bhanuteja #Angga Yunanda