Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Judul Fans Murka, Influencer Peniru Rosé Tuai Kontroversi di Pop Up Store Album Rosie

Redaksi Radar Kudus • Selasa, 16 Desember 2025 | 21:36 WIB
Influencer Peniru Rosé Tuai Kontroversi di Pop Up Store Album Rosie
Influencer Peniru Rosé Tuai Kontroversi di Pop Up Store Album Rosie

RADAR KUDUS - Pembukaan Pop Up Store album solo Rosé BLACKPINK bertajuk Rosie di Chengdu, China, mendadak menjadi sorotan publik.

Bukan karena kehadiran langsung sang idol, melainkan munculnya seorang influencer lokal yang dikenal meniru gaya Rosé dan tampil seolah menjadi perwakilan resmi di acara tersebut.

Pop Up Store ini sejatinya digelar oleh agensi Rosé sebagai sarana promosi album dan penjualan merchandise resmi.

Meski Rosé tidak hadir secara langsung, antusiasme penggemar tetap tinggi.

Banyak fans datang untuk membeli koleksi eksklusif sekaligus merasakan atmosfer perilisan album solo member BLACKPINK tersebut.

Namun, suasana berubah ketika seorang influencer bernama Daisy muncul di lokasi acara.

Ia dikenal luas di media sosial China sebagai cosplayer sekaligus peniru gaya Rosé.

Dalam sejumlah video yang beredar, Daisy terlihat melakukan berbagai aktivitas yang biasanya identik dengan idol K-pop, mulai dari sesi tanda tangan, video call dengan penggemar, hingga menandatangani album dan photocard Rosie dengan tanda tangan yang disebut-sebut mirip milik Rosé.

Aksi tersebut memicu reaksi keras dari sebagian penggemar. Banyak yang merasa kehadiran Daisy di acara resmi berpotensi menyesatkan pengunjung dan melampaui batas sebagai penggemar atau cosplayer.

Kritik pun membanjiri media sosial, khususnya di platform Weibo, dengan mempertanyakan tanggung jawab penyelenggara yang menghadirkan sosok peniru di acara resmi artis besar.

Perdebatan semakin memanas ketika muncul tudingan bahwa Rosé dianggap “diuntungkan” tanpa hadir secara langsung, karena acara tetap berlangsung dengan figur yang menyerupainya.

Meski tudingan tersebut menuai bantahan dari penggemar lain, diskusi panas tak terhindarkan di kalangan warganet China.

Menanggapi polemik tersebut, Daisy akhirnya angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa kehadirannya merupakan undangan resmi dari pihak mal sebagai bagian dari rangkaian penutupan acara.

Ia disebut berperan sebagai “manajer toko satu hari”, sebuah konsep yang telah disepakati bersama penyelenggara.

Daisy juga menegaskan bahwa dirinya tidak menerima bayaran dan hadir semata-mata sebagai bentuk dukungan terhadap Rosé dan album Rosie.

Meski demikian, ia mengakui adanya kritik atas interaksinya yang dinilai kurang pantas dan berjanji akan lebih berhati-hati di masa mendatang agar fokus acara tetap tertuju pada Rosé dan para penggemar.

Kontroversi ini pun menjadi pengingat akan batas tipis antara bentuk dukungan penggemar dan tindakan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, terutama dalam acara resmi yang melibatkan nama besar seorang idol internasional.  (rani)

 

Editor : Ali Mustofa
#weibo #rose #china #kpop #Pop Up #rosie #blackpink