Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dian Sastrowardoyo Bintangi Esok Tanpa Ibu, Drama Emosional Tentang Cinta dan AI

Redaksi Radar Kudus • Selasa, 16 Desember 2025 | 18:27 WIB
Film Esok Tanpa Ibu
Film Esok Tanpa Ibu

RADAR KUDUS - Film Esok Tanpa Ibu mempertemukan Dian Sastrowardoyo dengan Ringgo Agus Rahman dan Ali Fikry dalam sebuah drama keluarga yang menyentuh sisi emosional penonton.

Kisahnya mengangkat relasi orang tua dan anak yang diuji oleh kehilangan serta kemajuan teknologi.

Digarap oleh sutradara asal Malaysia, Ho Wi-Ding, film ini hadir dengan gaya penceritaan yang intim dan reflektif.

 

Baca Juga: Zee Asadel Gantikan Sandrinna, Danur 4 Ungkap Masa Lalu Peter Cs

Dian Sastrowardoyo juga terlibat di balik layar sebagai produser bersama Shanty Harmayn, memperlihatkan keterlibatan totalnya dalam proyek ini.

Dijadwalkan tayang di bioskop mulai 22 Januari 2026, Esok Tanpa Ibu mengisahkan Rama, remaja yang akrab dipanggil Cimot.

Ia tumbuh dalam keluarga dengan hubungan ayah dan anak yang renggang, namun memiliki ikatan sangat kuat dengan sang ibu.

Bagi Cimot, ibunya adalah tempat pulang sekaligus ruang aman untuk berbagi cerita dan perasaan.

 

 

Baca Juga: Sinopsis Janur Ireng: Misteri Keluarga Kuncoro & Awal Mula Santet Mematikan

Sebaliknya, komunikasi dengan sang ayah terasa kaku dan penuh jarak emosional yang tak kunjung terurai.

Segalanya berubah ketika sebuah peristiwa tragis membuat ibu Cimot terbaring koma.

Kehilangan sosok terpenting dalam hidupnya membuat Cimot larut dalam kesedihan dan kesepian, sementara hubungan dengan ayahnya justru semakin memburuk.

Di tengah kondisi tersebut, Cimot menemukan secercah harapan lewat i-BU, sebuah kecerdasan buatan yang diciptakan oleh temannya.

Teknologi ini mampu meniru rupa, suara, serta respons sang ibu dengan sangat realistis.

Baca Juga: Kasus Pembuangan Bayi di Tempat Sampah Perumahan Puri Baru Pati Akhirnya Terungkap, Polisi Beri Penjelasan

Selain menjadi pelipur lara bagi Cimot, i-BU juga digunakan sebagai media stimulasi untuk membantu memicu respons otak ibu yang masih koma.

Kehadiran AI ini perlahan mengubah dinamika keluarga mereka.

Ayah dan anak itu pun dihadapkan pada dilema emosional antara harapan untuk sembuh, rasa kehilangan, serta ketergantungan pada teknologi yang menghadirkan kembali sosok yang mereka rindukan.

Dengan dukungan musik emosional seperti Jernih dari Kunto Aji dan Raih Tanahmu dari hara & Nosstress, film ini mengajak penonton merenungkan arti kehadiran, cinta, dan batas kemanusiaan di tengah kecanggihan teknologi.

Esok Tanpa Ibu menghadirkan pertanyaan mendasar: sejauh mana kecerdasan buatan mampu menggantikan kehangatan cinta seorang ibu yang sesungguhnya?(laura)

Editor : Ali Mustofa
#Film Drama Keluarga #Dian Sastrowardoyo #Film Esok Tanpa Ibu #Hubungan Orang tua dan Anak #Kecerdasan tekonologi AI