RADAR KUDUS - Media sosial kembali diguncang oleh unggahan yang tak biasa. Bukan klarifikasi panjang, bukan juga pernyataan resmi. Hanya sebuah foto di dalam mobil—cukup untuk memantik badai.
TikToker asal Malaysia, Aliyah Balqis atau Aya, akhirnya membuka tabir dugaan perselingkuhan yang selama ini hanya beredar sebagai bisik-bisik. Dalam unggahan Instagram-nya, Aya membagikan potret yang diduga memperlihatkan selebgram Julia Prastini alias Jule bersama suaminya, Yuka, di dalam sebuah mobil.
Unggahan itu bukan sekadar bukti visual. Ia menjadi pernyataan tanpa suara bahwa kesabaran telah mencapai batas.
Alih-alih meluapkan amarah secara frontal, Aya memilih kalimat singkat yang terasa dingin namun menusuk. “Semoga bahagia,” tulisnya, menyertai foto tersebut.
Kalimat sederhana itu justru memantik reaksi luas. Banyak warganet menilai, sindiran tersebut jauh lebih menyakitkan dibandingkan makian. Ia menyiratkan penerimaan pahit—sebuah pengakuan bahwa sesuatu yang berharga telah diambil, dan kini dilepas dengan ironi.
Dalam unggahan lanjutan, Aya kembali menyelipkan kalimat bernada sarkas yang mengisyaratkan fase “jatuh cinta” yang salah tempat.
Perselingkuhan yang Datang dari Lingkar Terdekat
Kisah ini menjadi sorotan bukan hanya karena dugaan perselingkuhan, tetapi karena posisi para tokohnya. Jule bukan orang asing bagi Aya. Ia disebut sebagai bagian dari lingkar pertemanan.
Fakta ini membuat luka terasa berlapis. Bukan hanya dikhianati pasangan, tetapi juga oleh sosok yang selama ini dipercaya. Bagi publik, ini bukan lagi sekadar drama selebritas, melainkan cerita tentang runtuhnya batas etika dalam relasi personal.
Aya dan Yuka diketahui baru menikah pada Juni 2025. Pernikahan yang masih hangat itu kini berada di bawah bayang-bayang isu serius.
Ketika kabar ini mencuat, publik mempertanyakan bagaimana hubungan yang baru dibangun bisa langsung terguncang. Dugaan perselingkuhan ini disebut-sebut menjadi pemicu keretakan yang cepat, bahkan sebelum fondasi rumah tangga benar-benar menguat.
Aya mengaku tidak langsung bersuara. Selama berbulan-bulan, ia memilih diam karena tak memiliki pegangan kuat. Kecurigaan hanya ia simpan sendiri, tanpa keberanian untuk menuduh.
Namun titik balik terjadi ketika ia merasa menemukan petunjuk yang tak lagi bisa diabaikan. Dalam unggahan TikTok, Aya menyebut bahwa kebenaran akhirnya terbuka dengan caranya sendiri.
Baginya, membagikan foto bukan tentang sensasi, melainkan bentuk pembelaan diri setelah terlalu lama memendam luka.
Kontak Bernama Samaran
Selain foto, Aya juga sempat mengungkap temuan lain yang membuat emosinya runtuh. Ia memperlihatkan tangkapan layar kontak di ponsel Yuka, di mana nomor yang diduga milik Jule tersimpan dengan nama lain.
Ketika nomor tersebut dicocokkan, kesamaan itu menjadi pukulan telak. Aya menangis, emosinya meledak, dan ponselnya terlepas dari genggaman. Momen itu menunjukkan bahwa di balik jutaan pengikut, ia tetap manusia yang rapuh saat dikhianati.
Kasus ini juga menyeret kembali jejak masa lalu Jule. Selebgram tersebut sebelumnya menikah dengan kreator asal Korea Selatan, Na Daehoon. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai tiga anak dalam waktu yang relatif singkat.
Namun rumah tangga tersebut berakhir setelah Jule terseret isu hubungan terlarang dengan petinju Safrie Ramadhan. Gugatan cerai dilayangkan pada November 2025 dan resmi diputus pada awal Desember.
Kini, dugaan keterlibatan Jule dalam konflik rumah tangga Aya membuat publik kembali menautkan pola lama dengan peristiwa baru.
Sebelum isu ini, publik sempat dihebohkan oleh foto Jule bersama pria yang disebut sebagai selingkuhannya. Potret di dalam lift itu memperlihatkan senyum lepas, kontras dengan status rumah tangga yang tengah runtuh.
Kombinasi antara masa lalu dan isu terbaru membuat nama Jule kembali berada di pusat pusaran opini. Media sosial berubah menjadi ruang pengadilan, tempat setiap unggahan dianalisis dan dihakimi.
Kasus ini memperlihatkan perubahan cara seseorang bertahan di era digital. Foto bukan lagi sekadar dokumentasi, melainkan alat pembuktian, perlawanan, sekaligus pelepasan.
Aya tidak berteriak. Ia hanya menunjukkan satu gambar. Namun justru dari situlah pesan paling keras lahir: kepercayaan telah rusak, dan kebenaran tak lagi bisa disembunyikan.
Pada akhirnya, unggahan Aya bukan soal mencari simpati. Ia adalah penanda bahwa ada luka yang terlalu dalam untuk terus disimpan.
Satu foto di dalam mobil kini menjadi simbol berakhirnya tiga hal sekaligus: kepercayaan, persahabatan, dan ketenangan rumah tangga.
Editor : Mahendra Aditya