RADAR KUDUS - Jagat media sosial kembali bergejolak setelah seorang influencer bernama Aliyah Balqis, akrab disapa Aya, mengunggah video pengakuan yang menyentak publik.
Dalam rekaman tersebut, Aya membuka cerita pahit tentang dugaan perselingkuhan suaminya, Yusman Kusuma alias Yuka, dengan Julia Prastini atau Jule—sosok yang tak lain adalah teman dekatnya sendiri.
Kisah ini cepat menyebar, bukan hanya karena nama-nama yang terlibat dikenal warganet, tetapi juga karena detail pengakuan Aya disampaikan dengan cara yang tenang, jujur, dan penuh luka.
Baca Juga: Pengakuan Aya Soal Yuka dan Jule Bikin Warganet Ikut Geram, Kontak Nama Dipalsukan
Aya mengawali ceritanya dengan pengakuan bahwa ia telah lama memilih diam. Bukan tanpa alasan, melainkan karena merasa tak memiliki bukti yang cukup. Namun, menurut Aya, waktu akhirnya memperlihatkan apa yang selama ini tersembunyi.
Dalam video yang viral di TikTok, Aya memperlihatkan tangkapan layar dari ponsel Yuka. Ia menyoroti sebuah kontak bernama “Zakie” yang kemudian disebutnya sebagai nama samaran untuk Jule. Di sisi lain, Aya juga menunjukkan percakapan di ponselnya sendiri dengan Jule—yang selama ini ia anggap sebagai tempat berbagi cerita dan keluh kesah.
Dari situ, kecurigaan yang selama ini terpendam berubah menjadi keyakinan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan.
Detail soal perubahan nama kontak menjadi titik balik yang paling banyak dibicarakan publik. Dugaan bahwa Yuka menyimpan nomor Jule dengan nama lain dinilai sebagai upaya menyamarkan hubungan yang dianggap tak wajar.
Bagi Aya, temuan ini bukan sekadar soal pesan singkat. Ia menilai ada pengkhianatan berlapis—bukan hanya sebagai istri, tetapi juga sebagai sahabat.
Hubungan pertemanan yang dibangun atas dasar kepercayaan justru menjadi sumber luka yang paling dalam.
Usai mengetahui fakta tersebut, Aya mengaku terpukul. Ia menceritakan momen ketika dirinya menangis sendirian di dalam mobil. Tidak ada amarah yang meledak-ledak, hanya kesedihan yang tumpah perlahan.
Dalam pengakuannya, Aya menyebut rumah tangganya seakan runtuh seketika. Ia merasa kebahagiaannya direnggut oleh orang-orang yang selama ini berada paling dekat dengannya.
Kalimat-kalimat yang ia ucapkan terasa personal, seolah bukan ditujukan untuk viral, melainkan sebagai pelepasan beban yang terlalu berat.
Tak butuh waktu lama, video Aya dipenuhi komentar warganet. Sebagian besar menyatakan simpati dan dukungan.
Banyak yang mengaku ikut merasakan sesak, sementara lainnya mengecam keras dugaan perselingkuhan tersebut.
Beberapa komentar menyoroti posisi Jule yang dinilai seharusnya menjaga batas, terlebih dengan status sebagai sahabat. Ada pula yang mengingatkan tentang dampak jangka panjang dari jejak digital, terutama bagi anak-anak yang kelak bisa membaca kembali kisah ini.
Namun, tak sedikit pula yang mengingatkan agar publik tetap bijak dan menunggu klarifikasi dari semua pihak.
Hingga kabar ini mencuat luas, belum ada pernyataan resmi atau klarifikasi dari Jule maupun Yuka terkait tudingan yang disampaikan Aya. Keheningan tersebut justru membuat spekulasi semakin liar di media sosial.
Publik pun terbelah antara empati kepada Aya dan keinginan untuk mendengar versi lain dari cerita yang tengah viral ini.
Sebagai informasi, Aya dan Yuka dikenal sebagai pasangan kreator konten yang cukup populer di TikTok. Keduanya menikah pada 18 Juni 2025 dan kerap tampil harmonis di hadapan publik. Citra tersebut kini diuji oleh pengakuan yang beredar luas.
Sementara itu, Jule diketahui baru saja resmi bercerai pada awal Desember 2025. Perceraian tersebut sebelumnya juga sempat menjadi perbincangan warganet, sehingga keterkaitan berbagai isu membuat perhatian publik semakin besar.
Baca Juga: Profil Aya yang Bongkar Dugaan Perselingkuhan Jule dan Yuka, Tanggal Lahir, Agama dan Karir
Kasus ini kembali menegaskan bagaimana media sosial dapat mengubah konflik pribadi menjadi konsumsi massal.
Di satu sisi, platform digital memberi ruang bagi seseorang untuk bersuara. Di sisi lain, setiap unggahan membawa konsekuensi panjang yang sulit dikendalikan.
Pengakuan Aya menjadi contoh bagaimana keheningan yang panjang bisa berakhir pada satu unggahan yang mengubah segalanya.
Kini, publik menanti apakah akan ada klarifikasi, bantahan, atau penjelasan lanjutan dari pihak-pihak yang disebut.
Apa pun kelanjutannya, kisah ini telah membuka diskusi luas tentang kepercayaan, persahabatan, dan batas-batas privasi di era digital.
Bagi Aya, pengakuan ini mungkin menjadi langkah awal untuk berdamai dengan luka. Bagi publik, ini menjadi pengingat bahwa di balik konten viral, ada hati manusia yang benar-benar terluka.
Editor : Mahendra Aditya