RADAR KUDUS - Rumor perceraian Bunga Citra Lestari (BCL) dan sang suami, Tiko Aryawardhana, mendadak memenuhi lini masa.
Isu itu makin ramai setelah psikolog sekaligus figur publik Lita Gading mengunggah video yang mempertanyakan kebenaran kabar tersebut.
Dalam hitungan jam, video itu menjadi bahan obrolan panas di berbagai platform digital.
Lita mengaku awalnya hanya melihat informasi tersebut berseliweran di berandanya. Namun, alih-alih mengabaikan, ia justru mengangkatnya dalam sebuah video yang langsung menuai reaksi keras dari warganet.
Baca Juga: Penasaran Interaksimu di ChatGPT Sepanjang Tahun? Begini Cara Bikin Wrapped 2025 ala Spotify
Pertanyaan Lita Gading yang Memantik Keributan
“Barusan lewat di berandaku, beneran BCL cerai sama Tiko? Aku beneran nanya, soalnya aku nggak ngikutin,” ujar Lita dalam videonya. Tone suaranya seolah ringan, tetapi bagi warganet, ini cukup untuk menyulut perdebatan besar.
Tak berhenti di situ, Lita kemudian membahas pengalaman emosional seseorang yang kehilangan pasangan karena kematian—seperti yang dialami BCL saat Ashraf Sinclair meninggal pada 2020.
Menurut Lita, secara teori psikologi, seorang perempuan yang ditinggal wafat suaminya biasanya membutuhkan waktu jauh lebih lama untuk membuka hati, apalagi hingga menikah lagi.
“Biasanya, orang yang ditinggal meninggal oleh pasangannya cenderung menyimpan kenangan indah. Berbeda dengan mereka yang bercerai, di mana yang tersisa justru marah dan luka,” ungkapnya.
Komentar ini seketika menimbulkan gelombang reaksi. Banyak yang menilai penjelasan tersebut tidak salah secara teori, tetapi konteks penyampaiannya dinilai kurang sensitif, mengingat BCL kembali menikah pada 2023 di tengah proses berduka yang sangat personal.
Pembahasan Tentang Waktu BCL Menikah Kembali
Dalam video itu, Lita juga menyinggung keputusan BCL untuk menikah lagi, yang menurutnya berlangsung cukup cepat.
“Saya juga kaget waktu BCL memutuskan menikah. Itu hitungannya cepat sekali, jarang terjadi. Apalagi hubungan BCL dan Ashraf dulu dikenal harmonis,” kata Lita.
Pernyataan ini terbaca seperti penilaian terhadap keputusan pribadi sang penyanyi. Publik pun terbelah: sebagian menilai Lita hanya memberi perspektif psikologi, sebagian lagi menilai ia terlalu jauh mencampuri urusan rumah tangga orang lain.
Tak butuh waktu lama, kolom komentar penuh dengan respons. Banyak warganet mengecam Lita karena berbicara mengenai isu yang belum pasti kebenarannya.
“Sebelum tahu berita itu benar atau enggak, sebaiknya jangan koar-koar dulu,” tulis seorang pengguna.
Yang lain menilai Lita seolah menikmati drama rumah tangga selebriti. “Urusan Anda apa sih? Lebih baik fokus hal positif daripada komentari hidup orang lain,” kritik netizen lainnya.
Ada pula yang mengingatkan bahwa BCL dan Tiko saat ini justru terlihat sedang liburan ke Eropa, bahkan membawa Noah Sinclair, putra BCL. Hal ini menjadi bukti bahwa rumor cerai kemungkinan hanya isu liar yang tidak berdasar.
Sementara sebagian kecil netizen menilai Lita hanya melakukan edukasi psikologi kepada publik, dan pembahasannya tidak bermaksud menyudutkan siapa pun.
Baca Juga: Davina Karamoy Diam-Diam Sudah Punya Kekasih: Bukan Artis, Bukan Seleb, Tapi…?
BCL dan Tiko: Sempat Merayakan Anniversary Romantis
Di tengah kabar yang simpang siur, fakta menunjukkan bahwa BCL dan Tiko belum menunjukkan tanda-tanda keretakan rumah tangga. Sebaliknya, keduanya baru saja merayakan ulang tahun pernikahan yang kedua. Dalam perayaan itu, Tiko memberikan buket mawar putih sebagai kejutan romantis untuk istrinya.
Mereka juga tampak kompak berbagi momen liburan bersama Noah—sebuah gesture yang biasanya tidak dilakukan pasangan yang sedang berada di ambang perpisahan.
Foto-foto perjalanan mereka bahkan masih terpampang jelas di media sosial, memperlihatkan suasana hangat dan bahagia.
Kasus ini kembali membuka diskusi lama: sampai sejauh mana publik boleh ikut campur dalam kehidupan selebriti? Sosok seperti BCL memang hidup di panggung publik, tetapi urusan rumah tangga tetaplah wilayah pribadi.
Komentar dari seorang psikolog ternama seperti Lita Gading membuat isu ini semakin sensitif. Meski niatnya bisa jadi untuk memberi informasi kepada pengikutnya, banyak yang menilai caranya kurang tepat karena membahas masalah pribadi yang belum terkonfirmasi.
Baca Juga: Profil Lengkap Sosok Resbobb yang Hina Sunda dan Viking, Kakak Bigmo Jannah
Bagi sebagian orang, membahas isu keluarga selebriti mungkin sudah jadi makanan sehari-hari. Namun, bagi publik figur yang kehidupannya diikuti ratusan ribu orang, komentar sekecil apa pun bisa memperkeruh suasana dan menyebarkan kebingungan.
Fenomena ini menunjukkan betapa cepatnya rumor berkembang di era algoritma. Satu unggahan yang tidak diverifikasi bisa memicu efek domino, hingga akhirnya dianggap sebagai kebenaran oleh sebagian publik.
Di sinilah peran figur publik diuji. Sebagai seseorang yang dihormati di dunia psikologi populer, banyak warganet berharap Lita menunjukkan contoh verifikasi informasi sebelum mengomentari kehidupan pribadi seseorang.
Pada akhirnya, video Lita menjadi pengingat bahwa informasi yang tampil di beranda media sosial belum tentu akurat. Dan bagi pasangan seperti BCL dan Tiko, rumor semacam ini bisa menjadi beban tersendiri meski pada kenyataannya mereka sedang menikmati waktu keluarga.
Editor : Mahendra Aditya