RADAR KUDUS - Girl group baru besutan SM Entertainment, Hearts2Hearts (H2H), langsung menjadi sorotan sejak kemunculan perdananya.
Bukan hanya karena latar belakang agensi besar yang menaunginya, tetapi juga berkat keseragaman visual dan proporsi fisik para anggotanya yang dianggap nyaris “sempurna” oleh banyak penggemar dan netizen Korea.
SM dikenal memiliki standar tinggi dalam memilih idol, terutama dari segi visual. Pada H2H, strategi tersebut terlihat semakin jelas.
Delapan anggota yang terpilih memiliki tinggi badan, postur, dan bentuk tubuh yang relatif serupa. Hal ini menciptakan kesan harmonis saat mereka berdiri berdampingan di atas panggung maupun saat tampil dalam berbagai pemotretan.
Salah satu ciri yang paling sering dibicarakan adalah kaki para anggota yang terlihat panjang dan ramping, atau yang kerap disebut penggemar sebagai “kaki jenjang”. Sang leader, Jiwoo, yang memiliki tinggi sekitar 170 cm, menjadi salah satu contoh utama bagaimana proporsi tubuh para anggota tampak seimbang dan menonjol secara visual.
Faktor inilah yang membuat H2H dengan cepat dikenal sebagai grup dengan “keseragaman proporsi” yang mencolok.
Dari sisi performa, kesamaan tinggi dan postur ini memberi keuntungan besar dalam koreografi. Formasi tarian terlihat lebih rapi dan selaras, dengan garis tubuh yang seimbang di setiap gerakan. Hasilnya, penampilan mereka tampak bersih, sinkron, dan memiliki daya tarik visual yang kuat di atas panggung.
Perbincangan tentang H2H pun sulit dilepaskan dari perbandingan dengan senior legendaris mereka, Girls’ Generation (SNSD).
Di generasi sebelumnya, SNSD dikenal luas karena visual para anggotanya yang ikonik. Meskipun memiliki tinggi badan yang beragam — mulai dari sekitar 155 cm hingga lebih dari 170 cm — masing-masing anggota memiliki daya tarik dan karakter visual yang khas. Sosok seperti Yoona bahkan menjadi simbol standar kecantikan Korea selama bertahun-tahun.
SNSD unggul dalam keberagaman pesona, sementara Hearts2Hearts lebih menonjol dalam aspek keseragaman.
Inilah perbedaan utama yang membedakan kedua generasi tersebut. Jika SNSD menawarkan kombinasi karakter individu yang kuat, H2H justru menampilkan kesatuan yang terlihat solid dan konsisten dari ujung kepala hingga kaki.
Meski berbeda pendekatan, keduanya mencerminkan satu hal yang sama: SM Entertainment tetap konsisten menjadikan visual dan proporsi fisik sebagai salah satu faktor penting dalam membentuk girl group mereka.
Dari generasi ke generasi, standar itu terus berevolusi mengikuti tren dan selera pasar, namun tetap mempertahankan ciri khas yang membuat grup-grup SM mudah dikenali dan selalu menarik perhatian publik. (rani)
Editor : Mahendra Aditya