Radar Kudus - HEART PICTURES resmi memperkenalkan tiga proyek film terbarunya yang dijadwalkan rilis mulai tahun 2026.
Ketiga film tersebut berasal dari genre yang berbeda, yaitu drama romantis Black Coffee, horor psikologis Dowa Juseyo, dan film musikal keluarga Sahabat Anak.
Meski berbeda format dan gaya penceritaan, seluruh film mengusung narasi kuat, dengan banyak sentuhan budaya, kedekatan dengan realitas sosial, serta membuka ruang representasi yang lebih luas dalam dunia perfilman Indonesia.
Pengumuman tiga film ini menjadi langkah besar bagi Heart Pictures untuk memperluas variasi cerita di layar lebar sekaligus memperkuat posisi mereka sebagai rumah produksi yang konsisten menghadirkan karya mendalam dan relevan.
Baca Juga: Marcell Darwin Bintangi Film Religi Dalam Sujudku, Dijanjikan Menguras Air Mata
Black Coffee: Cinta, Kehilangan, dan Identitas
Film drama romantis Black Coffee garapan Jeremias Nyangoen telah merampungkan proses syuting dan kini memasuki tahapan akhir pascaproduksi.
Kisahnya mengangkat perjalanan seorang penyanyi tunanetra dari Gayo, Aceh, serta hubungannya dengan tokoh lain yang mencerminkan kerinduan, makna kehilangan, dan ketulusan cinta.
Dibintangi Reza Rahadian dan Sha Ine Febriyanti, film ini menawarkan pengalaman emosional yang intim. Tidak hanya itu, proses syuting dilakukan langsung di Takengon dan kebun kopi Gayo sehingga budaya lokal hadir sebagai bagian dari “karakter” cerita.
Beberapa aktor lokal juga terlibat untuk menjaga keaslian budaya Aceh yang ditampilkan. Film ini direncanakan mengikuti festival film internasional pada pertengahan 2026 sebelum tayang luas.
Baca Juga: Yosep Anggi Noen: Sutradara Kontemplatif dari Yogyakarta yang Menggema di Festival Film Dunia
Dowa Juseyo: Horor Psikologis dengan Nuansa Korea
Berbeda dari proyek sebelumnya, Dowa Juseyo menghadirkan teror melalui aspek psikologis dan isu sosial.
Ceritanya mengikuti Tania, mahasiswa Indonesia yang menjalani program pertukaran pelajar di Korea Selatan, yang kemudian terhubung dengan roh Min Yong—korban kekerasan seksual yang meninggal tanpa keadilan.
Film yang disutradarai Nur Muhammad Taufik dan Shahfasyat Bianca ini akan mengambil lokasi syuting di Busan dengan gaya visual modern. Dowa Juseyo dikembangkan sebagai horor dengan pesan moral yang kuat, bukan sekadar untuk menakut-nakuti penonton.
Sahabat Anak: Musikal Inspiratif Berbasis Perjuangan Kak Seto
Proyek terakhir adalah Sahabat Anak, film bertema keluarga dengan format musikal yang terinspirasi dari perjalanan dan kontribusi Kak Seto dalam memperjuangkan hak anak Indonesia.
Disutradarai Irham Acho Bahtiar, film ini menghadirkan lagu-lagu baru sebagai jembatan emosional.
Ajil Ditto didapuk sebagai pemeran Kak Seto muda, dengan Lutesha serta jajaran aktor cilik turut meramaikan film ini. Sahabat Anak akan hadir sebagai tontonan hangat lintas usia ketika tayang pada 2026.
Menurut Kak Seto, film ini diharapkan menjadi ruang untuk kembali menyuarakan empati, keberanian, dan penghargaan bagi anak-anak Indonesia.(laura)
Editor : Mahendra Aditya