Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Teaser “Esok Tanpa Ibu”: Ketika Duka Anak Dipeluk Kembali Lewat Teknologi AI

Redaksi Radar Kudus • Kamis, 27 November 2025 | 22:20 WIB
Film
Film

RADAR KUDUS - Special teaser “Esok Tanpa Ibu” memperlihatkan perjalanan emosional Rama, seorang anak yang kehilangan sosok ibunya yang koma, dan menemukan kembali kehangatan itu melalui kecerdasan buatan.

Dibintangi Ali Fikry dan Dian Sastrowardoyo, film produksi BASE Entertainment ini mengangkat tema kesepian di era teknologi.

Sebelum rilis di bioskop Januari 2026, film ini tayang perdana di JAFF 2025 dan telah mencuri perhatian lewat cerita yang personal dan relevan bagi generasi masa kini.

Rumah produksi BASE Entertainment bersama Beacon Film dan Refinery Media resmi merilis special teaser film Esok Tanpa Ibu (Mothernet).

Cuplikan ini langsung menarik perhatian karena menggambarkan hubungan intim antara Rama—diperankan Ali Fikry—dengan ibunya yang dimainkan Dian Sastrowardoyo.

Teaser dibuka dengan suasana yang hangat: keluarga kecil yang akrab, percakapan lembut antara anak dan ibu, serta keseharian penuh kasih yang membuat Rama selalu punya tempat pulang saat ia merasa gelisah.

Namun kehangatan itu terputus mendadak ketika sang ibu mengalami koma, mengguncang dunia Rama yang sebelumnya penuh kenyamanan.

Kepergian sang ibu ke ranah ketidaksadaran menyisakan celah emosional yang sulit ia isi kembali.

Di tengah hubungannya dengan sang ayah—yang diperankan Ringgo Agus Rahman—yang kini terasa kaku dan penuh jarak, Rama berusaha bertahan dengan caranya sendiri.

Pada titik rapuh itulah ia bertemu dengan sebuah teknologi ciptaan temannya: kecerdasan buatan yang dirancang untuk meniru sosok ibunya.

Dari sinilah Rama kembali merasakan perhatian, suara lembut, dan sentuhan emosional yang selama ini membuatnya kuat.

AI tersebut menjadi pelarian sekaligus pengganti, meski hanya dalam bentuk simulasi.

Film ini diproduseri Shanty Harmayn dan Dian Sastrowardoyo, dengan sutradara Malaysia Ho Wi-ding mengarahkan proses kreatifnya.

Skenario ditulis oleh Gina S. Noer bersama Diva Apresya dan Melarissa Sjarief, menghadirkan narasi yang dekat dengan dinamika keluarga masa kini.

Selain Ali Fikry, Ringgo, dan Dian, film ini turut diperkuat oleh Aisha Nurra Datau serta Bima Sena.

Dukungan produksi datang dari Singapore Film Commission (SFC) dan Infocomm Media Development Authority (IMDA), menambah bobot internasional dari proyek ini.

Dian Sastrowardoyo, yang terlibat sebagai pemain sekaligus produser, mengungkap bahwa film ini menjadi ruang personal baginya.

Ia menyebut “Esok Tanpa Ibu” sebagai bentuk surat cinta untuk anak-anaknya—sebuah cara untuk menyampaikan perasaan yang mungkin tak sempat ia ucapkan secara langsung.

Menurutnya, teknologi yang menjadi inti cerita justru menelanjangi kesepian seorang anak yang mencari kehangatan dalam cara-cara baru.

Ali Fikry, pemeran Rama, mengakui film ini menjadi pengalaman emosional sekaligus tantangan besar.

Beradu akting dengan aktor senior dan memainkan karakter yang menjadikan AI sebagai penopang emosional membuat perannya terasa relevan dengan fenomena generasi muda saat ini.

Sebelum rilis reguler di bioskop Indonesia pada 22 Januari 2026, “Esok Tanpa Ibu” akan tayang lebih dulu di Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2025.

Film ini dijadwalkan hadir pada 3 dan 4 Desember 2025 di Studio 1 Empire XXI, Yogyakarta—dua pemutaran yang tiketnya telah dilaporkan sold out.

Film ini juga masuk dalam kompetisi Indonesian Screen Awards bersama 12 film Indonesia lainnya.

Sebelumnya, “Esok Tanpa Ibu” telah menjalani world premiere di Busan International Film Festival (BIFF) 2025 melalui program Vision Asia.

Kehadiran film ini diperkirakan akan memperkuat posisi sinema Indonesia di festival internasional sekaligus menawarkan refleksi emosional tentang kehilangan, keluarga, dan peran teknologi di kehidupan manusia. (rani)

Editor : Ali Mustofa
#ai #Film 2026 #film indonesia #jaff #sinema #film #bioskop