Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Gratis! Catat Jadwal Fanny Soegi hingga Kill The DJ Tampil di Jepara dalam Acara FMTI 2025

Mahendra Aditya Restiawan • Sabtu, 15 November 2025 | 00:48 WIB

 

Fanny Soegi
Fanny Soegi

RADAR KUDUS - Jepara tengah bersiap menjadi pusat perhatian pecinta seni dan budaya. Untuk pertama kalinya, Kabupaten Jepara dipercaya menjadi tuan rumah Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) Ethno Groove Devanilaya 2025, sebuah perhelatan budaya yang menghadirkan percampuran suara etnik dengan kreativitas musisi generasi baru.

Tidak hanya menjadi ruang pentas seniman tradisi, FMTI 2025 diprediksi akan membuka dimensi baru dalam dunia musik Indonesia. Nama-nama besar seperti Fanny Soegi, Marzuki Muhammad Kill The DJ, dan Gon Gun N Friends digadang-gadang sebagai magnet utama penonton.

Kolaborasi lintas-genre tersebut bahkan disebut-sebut sebagai salah satu pertunjukan paling dinanti sepanjang tahun.

Jepara Dipilih Jadi Tuan Rumah

Apresiasi Pemerintah Pusat dan Daerah

Terpilihnya Jepara sebagai tuan rumah bukanlah kebetulan. Kabupaten ini dinilai memiliki ekosistem budaya yang kuat, mulai dari ukiran kayu, komunitas seni aktif, hingga jejak sejarah Kartini yang melekat.

Kepala Disparbud Jepara, Ali Hidayat, menyebut bahwa Jepara telah menunjukkan kesiapan sekaligus kematangan komunitas lokal dalam mendukung festival sekelas FMTI. Event tahun ini juga menandai pertama kalinya Jawa Tengah mempercayakan gelaran musik tradisi skala besar kepada Jepara.

Sebagai bentuk dukungan, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dijadwalkan hadir sejak pra-acara pada 15 November 2025.

Kunjungannya mencakup pameran tatah ukir di Desa Senenan hingga peresmian Pendopo Kabupaten Jepara sebagai Museum Kartini. Pada malam hari, ia membuka FMTI di Pantai Kartini, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong kebangkitan seni tradisi.

Alasan Jepara Jadi Pilihan

Kekayaan Tradisi yang Lebih dari Sekadar Ukiran

Salah satu tokoh penting di balik penyelenggaraan acara, Irnie Wanda, Kapokja Musik Kementerian Kebudayaan, menegaskan alasan Jepara dipilih sebagai tuan rumah:

“Jepara punya potensi budaya luar biasa. Bukan hanya ukiran, tetapi juga kesenian, sejarah, dan tradisi yang bisa digali lebih dalam.”

Ia menilai Jepara selama ini lebih dikenal lewat festival musik pop atau non-etnik. FMTI 2025 diharapkan mampu mendobrak pola tersebut dan menjadikan musik tradisi sebagai tuan rumah di tanahnya sendiri.

Ruang Pertemuan Tradisi dan Zaman

Ethno Groove Devanilaya, Napas Baru Musik Nusantara

Gondrong Gunarto, Direktur Program FMTI, menggambarkan Ethno Groove sebagai ruang dialog antara masa lalu dan masa kini. Baginya, musik tradisi bukan artefak yang dipajang, melainkan organisme hidup yang terus berkembang.

Ia menyebut bahwa Jepara dipilih sebagai titik pertemuan bunyi-bunyi Nusantara dengan energi kreatif generasi muda.

Dengan konsep pertunjukan outdoor di depan akuarium kura-kura Pantai Kartini, panggung besar ini dirancang menyuguhkan pengalaman audiovisual yang tidak sekadar pertunjukan, melainkan perayaan kebudayaan.

Jepara Bangga Menjadi Tuan Rumah

Panggung Besar bagi Kreativitas Anak Bangsa

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan kebanggaannya atas penunjukan Jepara sebagai lokasi FMTI 2025.

Menurutnya, festival ini bukan hanya hiburan, tetapi momentum bagi Jepara untuk berdiri sejajar dengan kota-kota budaya besar lainnya di Indonesia.

Ia berharap FMTI akan melahirkan karya-karya baru yang tetap berakar kuat pada tradisi, sekaligus mendorong Jepara menjadi rumah budaya yang kreatif, terbuka, dan inspiratif.

Kejutan dari Tujuh Daerah

Musik Tradisi dengan Sentuhan Modern

FMTI 2025 juga akan menampilkan komunitas musik etnik dari tujuh daerah di Jawa Tengah. Setiap kelompok membawa eksplorasi unik dari musik leluhur, dipadukan dengan sentuhan modern yang memancing rasa ingin tahu generasi muda.

Perpaduan ini diharapkan menjadi jembatan antara generasi, sekaligus memperluas cara pandang terhadap musik tradisi.

Panggung Pamungkas Fanny Soegi

Jepara Siap Menggema dalam Irama Nusantara

Acara puncak FMTI Ethno Groove Devanilaya 2025 akan digelar Minggu, 16 November 2025. Fanny Soegi yang selama ini dikenal lewat karakter vokal khas dan lirik puitis akan tampil bersama Gondrong Gunarto sebagai penutup.

Pantai Kartini diprediksi menjadi lautan penonton. Suara-suara tradisi, alat musik etnik, hingga ritme modern generasi Z akan bertemu dalam satu ruang, menciptakan pengalaman musik yang segar, inovatif, dan tak terlupakan.

Editor : Mahendra Aditya
#pantai kartini #Fanny Soegi di jepara #jepara #FMTI 2025 #Festival Musik Tradisi Indonesia #fanny soegi