RADAR KUDUS - Film Pesugihan Sate Gagak siap menyapa penonton bioskop mulai 13 November 2025.
Menggabungkan elemen horor dan komedi, film ini menawarkan kisah menegangkan sekaligus mengocok perut dengan pesan moral yang kuat tentang ambisi manusia dalam mengejar kekayaan secara cepat.
Disutradarai oleh Etienne Caesar dan Donno Pradana, film berdurasi 105 menit ini dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris berbakat seperti Yono Bakrie, Yoriko Angeline, dan Nunung.
Naskahnya ditulis oleh Nuugro Agung yang dikenal lihai meramu humor dengan kisah misteri.
Kisah Tiga Sahabat dan Jalan Pintas Menuju Kaya
Cerita Pesugihan Sate Gagak berpusat pada tiga sahabat: Anto, Dimas, dan Indra. Ketiganya tengah menghadapi kesulitan ekonomi yang membuat mereka terdesak.
-
Anto membutuhkan uang Rp 150 juta untuk biaya mahar pernikahan.
-
Dimas kecewa karena konten horor buatannya tak pernah viral.
-
Indra terlilit utang pinjaman online yang terus menumpuk.
Dalam keputusasaan, mereka menemukan sebuah buku mantra kuno peninggalan kakek Indra.
Dari sinilah ide gila muncul: melakukan ritual pesugihan dengan menjual sate dari daging gagak — bukan kepada manusia, tapi kepada makhluk halus.
Awalnya, rencana itu tampak berhasil. Usaha sate mereka mendadak ramai, bahkan pelanggan misterius datang membawa banyak uang.
Kekayaan mulai menghampiri, dan hidup mereka perlahan berubah. Namun kebahagiaan itu tak bertahan lama.
Kekayaan yang Datang Bersama Teror
Setelah beberapa waktu, para pelanggan gaib mulai datang di luar jam jualan. Mereka terus menagih sate gagak tanpa henti, bahkan ketika malam larut.
Gangguan aneh pun muncul — suara burung gagak, bayangan hitam, hingga kejadian supranatural yang tak bisa dijelaskan.
Tiga sahabat itu akhirnya sadar bahwa harta yang datang secara instan selalu membawa konsekuensi.
Ritual pesugihan yang awalnya dianggap jalan keluar, justru berubah menjadi sumber petaka.
Kini mereka dihadapkan pada pilihan sulit: terus melanjutkan ritual demi kekayaan, atau berhenti dan menghadapi akibat mengerikan.
Komedinya Bikin Segar, Pesannya Tetap Mengena
Meskipun berbalut kisah mistis dan unsur teror, Pesugihan Sate Gagak tidak melulu menakutkan.
Sentuhan humor dan dialog jenaka di sepanjang cerita membuat film ini terasa ringan dan menghibur.
Di sisi lain, pesan moral tentang keserakahan, keputusasaan, dan pilihan hidup tetap tersampaikan dengan kuat.
Film ini menjadi cerminan bahwa keinginan manusia untuk kaya secara instan sering kali membuat mereka mengabaikan nilai moral dan logika.
Melalui gaya bercerita yang segar, film ini mengajak penonton untuk merenung sambil tertawa — bahwa segala sesuatu yang mudah didapat, selalu punya harga yang harus dibayar.
Jadi, siapkah kamu menyaksikan perpaduan tawa, teror, dan pesan kehidupan dalam Pesugihan Sate Gagak? Temukan jawabannya di bioskop mulai 13 November 2025. (rani)
Editor : Ali Mustofa