Keluarga Somat Kembali Lewat Versi AI: “New Keluarga Somat” Siap Tayang Februari 2026
Redaksi Radar Kudus• Selasa, 11 November 2025 | 22:42 WIB
poster keluarga somat versi AI
RADAR KUDUS - Serial “New Keluarga Somat” merupakan hasil kolaborasi antara Indosiar (tim kreatif) dan Vidio (tim teknologi) bersama dukungan Google Cloud.
Proyek ini menggunakan platform produksi animasi berbasis AI bernama VidioGen, yang dikembangkan oleh Vidio bersama Google Cloud.
Menurut keterangan, VidioGen memungkinkan proses produksi animasi yang lebih efisien dan fleksibel secara visual, tanpa kehilangan sentuhan identitas dan nilai budaya dari Keluarga Somat.
Serial ini dijadwalkan tayang perdana pada Februari 2026 di Mentari TV dan Vidio.
Dalam versi AI-terbarunya, beberapa perubahan penting diberlakukan:
Beberapa karakter baru diperkenalkan, seperti Kei (perempuan cilik berkacamata dan rambut kepang dua), Kepin (anak laki-laki dengan bentuk gemuk yang menggemaskan), serta Kang Asep dan Ceu Kokom.
Cerita dikembangkan dengan premis keluarga sederhana dari Jawa Tengah yang pindah ke pinggiran kota besar dan menghadapi kehidupan modern sambil tetap menjaga nilai kekeluargaan dan gotong-royong.
Visual dirombak: lebih detail, warna lebih cerah, animasi lebih halus — menunjukkan bahwa teknologi AI dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas grafis.
Relevansi & Catatan Budaya
Serial animasi Keluarga Somat sejak dahulu dikenal sebagai tayangan yang “dekat dengan kehidupan sehari-hari” keluarga Indonesia, terutama di perkampungan dan lingkungan sederhana. Ceritanya ringan, humoris, dan edukatif.
Dengan munculnya versi “New”, muncul tantangan: bagaimana menjaga kedekatan budaya dan nostalgia penonton lama sekaligus menarik generasi baru melalui teknologi dan visual modern.
Produser menegaskan bahwa AI bukan untuk menggantikan kreator manusia, melainkan mendukung proses kreatif mereka.
Respon penonton dan pengguna media sosial menunjukkan spektrum yang cukup lebar:
Ada pengguna yang merasa nostalgia mereka “dirusak” oleh versi AI yang terlalu berbeda dari aslinya. Contoh: “season terbaru Keluarga Somat atau ‘New Keluarga Somat’ pakai ai generative tanpa malu wak”
“Man, I don’t even hate ai products. But that’s Keluarga Somat, animasi kakunya udah menjadi darah dan daging animasinya itu. No animasi kaku = no keluarga Somat.”
Di sisi lain, ada yang menyambut baik peningkatan kualitas visual dan kemajuan teknologi.
Kritik yang muncul juga mencakup isu bahwa penggunaan AI bisa dianggap mengurangi unsur “sentuhan tangan manusia” dan karakter khas animasi lama.
Secara umum, tanggapan netizen menunjukkan adanya keraguan atas perubahan format, terutama dari mereka yang tumbuh bersama versi lama, namun juga antisipasi dari penonton baru yang tertarik dengan tampilan modern.
Kenapa Serial Ini Penting?
Ini menjadi serial animasi pertama di Indonesia yang secara resmi diproduksi menggunakan teknologi AI melalui platform produksi animasi lokal yang dikembangkan bersama Google Cloud.
Menunjukkan arah baru untuk konten animasi lokal: menggabungkan kreativitas budaya Indonesia dengan teknologi produksi canggih.
Memberi kesempatan bagi konten anak-dan-keluarga untuk tampil lebih kompetitif di era streaming dan media digital, terutama untuk jaringan TV seperti Mentari TV yang menargetkan keragaman konten anak-keluarga.
Catatan Peluncuran & Rilis
Trailer resmi “New Keluarga Somat” sudah dirilis dan dapat ditonton di platform Vidio dan berbagai kanal digital Mentari TV.
Tayang perdana dijadwalkan pada Februari 2026, di Mentari TV dan Vidio.
Sebelumnya, versi lama dari Keluarga Somat telah meraih banyak penghargaan, seperti dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk kategori Program Animasi Terbaik tahun 2015, 2016, 2020, serta Panasonic Gobel Award kategori Program Anak tahun 2017 dan 2018.
Tantangan di Depan
Menjaga “jiwa” animasi: versi lama mempunyai gaya animasi yang sederhana/sedikit “kaku”, yang bagi sebagian penonton justru menjadi daya tarik tersendiri. Perubahan visual yang signifikan dapat mengubah “feel” atau atmosfer khasnya.
Memastikan bahwa integrasi teknologi AI tidak membuat produksi kehilangan nilai kreatif manusia, cerita yang relevan, atau nuansa lokal yang membuat penonton merasa terhubung.
Menerjemahkan nostalgia penonton lama sambil menarik minat penonton baru yang terbiasa dengan animasi high-tech.
Memastikan kualitas storytelling, humor dan edukasi tidak tergerus oleh fokus pada teknologi.
“New Keluarga Somat” adalah sebuah langkah besar dalam evolusi animasi keluarga Indonesia: memadu teknologi AI dengan cerita yang membumi dan nilai kekeluargaan.
Namun, keberhasilannya akan sangat bergantung pada bagaimana seri ini bisa memadukan visual modern dengan hati dan kehangatan yang sudah menjadi identitas asli Keluarga Somat.
Bagi penggemar lama, ini bisa menjadi nostalgia yang diperbarui — atau justru memunculkan rasa kehilangan format lama.
Bagi generasi baru, ini bisa jadi pintu masuk ke dunia animasi lokal yang segar. (rani)