RADARKUDUS - Nama Carmen sedang menjadi pembicaraan banyak orang di Korea Selatan setelah media lokal menyebutnya sebagai "Gadis Indonesia yang menjadi peri K-pop".
Dalam artikel yang diterbitkan News1 Korea pada 20 Oktober 2025, Carmen mendapat pujian atas kecantikannya di panggung serta tampilan menariknya selama promosi bersama grupnya, Hearts2Hearts.
Media tersebut menyoroti bagaimana Carmen mampu menarik perhatian publik berkat ekspresi yang penuh karisma dan kemampuannya menari serta bernyanyi yang kuat, meski dirinya bukan dari orang Korea.
Banyak netizen juga mengapresiasi profesionalismenya serta kemampuannya menggabungkan keanggunan dan kekuatan di atas panggung, sehingga akhirnya dia mendapat julukan "K-pop fairy".
Carmen lahir di Denpasar pada 28 Maret 2006, dan menjadi salah satu wajah baru yang mewakili Indonesia di industri K-Pop. Dia adalah idol pertama dari Indonesia yang berhasil debut di bawah naungan SM Entertainment, salah satu agensi besar di Korea Selatan.
Grup Hearts2Hearts secara resmi debut pada bulan Februari 2025 dengan lagu utama yang berjudul "The Chase", dan langsung menarik perhatian banyak penggemar K-Pop.
Julukan “K-pop Fairy” memang bukan tanpa alasan. Selain memiliki tampilan yang dianggap sempurna oleh para penggemar, Carmen juga menampilkan ekspresi panggung yang lembut dan aura positif yang menular.
Dalam foto-foto yang dirilis oleh MBC E-News, Carmen tampak membuat pose hati kepada penonton, gerakan sederhananya mampu menyentuh hati penggemar di Korea dan Indonesia.
Terlebih lagi, suaranya yang indah dan melengking membuatnya menjadi main vocal dalam grup tersebut.
Di sisi lain, Hearts2Hearts baru saja melakukan comeback melalui rilis mini album pertama mereka yang berjudul FOCUS.
Title track FOCUS menyajikan beat house dengan sentuhan piano vintage. Melodi yang adiktif dan vokal memukai para member pun menjadi ciri khas dalam lagu ini.
Dengan lirik yang ringan namun intens, FOCUS hadir sebagai bentuk ungkapan jatuh cinta yang memusatkan seluruh perhatian dan perasaan hanya pada satu orang yang dinilai istimewa.
Editor : Ali Mustofa