RADAR KUDUS - Film horor terbaru tanah air berjudul “Dibalik Pintu Kematian” resmi tayang di bioskop mulai 10 Oktober 2025.
Karya produksi Travelstories Pictures ini membawa nuansa menegangkan dengan perpaduan drama kriminal dan unsur supranatural yang intens.
Disutradarai oleh Rizki Balki dan ditulis oleh Ganank Dera, film ini menampilkan deretan aktor papan atas seperti Gibran Marten, Sarah Felicia, Yatti Surachman, Ari Tulang, Roy Marten, dan Lucky L Moniaga.
Cerita film ini berpusat pada pasangan muda, Rahmat dan Anisa, yang hidup dalam keterbatasan di sebuah desa.
Keinginan untuk keluar dari lingkaran kemiskinan membuat mereka nekat melakukan perampokan di bank tempat mereka bekerja.
Aksi berbahaya itu berhasil. Dengan uang hasil curian, keduanya membangun kehidupan baru dan membeli rumah impian sebagai simbol awal yang lebih baik.
Namun, kebahagiaan mereka tak bertahan lama. Rumah tersebut rupanya menyimpan rahasia kelam dan pernah dimiliki oleh Pak Gawat, sosok misterius yang dikenal sebagai penjaga “gerbang kematian”.
Sejak menempati rumah itu, teror demi teror mulai muncul. Gangguan tak kasat mata menghantui keduanya, membuat kehidupan baru mereka berubah menjadi mimpi buruk.
Di tengah ketakutan, Rahmat dan Anisa mulai menyadari bahwa apa yang mereka alami bisa jadi merupakan bentuk balasan atas dosa masa lalu.
Selain menghadirkan kengerian supranatural, film ini juga mengangkat pesan moral yang kuat: tidak ada kebahagiaan sejati yang bisa dibangun dari perbuatan salah.
Apa yang dilakukan Rahmat dan Anisa menjadi gambaran bahwa kejahatan, sekecil apa pun, akan membawa konsekuensi.
“Dibalik Pintu Kematian” juga menyinggung sisi realitas kehidupan yang tak kalah menyeramkan dari dunia mistis. Film ini mengingatkan penonton bahwa terkadang, penderitaan dan tekanan hidup manusia bisa lebih menakutkan daripada sosok hantu itu sendiri.
Dengan kombinasi cerita emosional, nuansa mencekam, dan pesan reflektif, film ini diharapkan menjadi tontonan horor yang tak hanya menakutkan, tetapi juga mengajak penonton merenungkan makna moral di balik setiap tindakan. (rani)
Editor : Ali Mustofa