Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Riri Riza, Maestro Film Indonesia yang Kembali Mencuri Sorotan Dunia Lewat Rangga & Cinta

Redaksi Radar Kudus • Kamis, 9 Oktober 2025 | 21:18 WIB
Riza Riri
Riza Riri

RADAR KUDUS — Nama Riri Riza kembali menggaung di kancah perfilman dunia setelah film terbarunya, Rangga & Cinta, mendapat sambutan hangat di Busan International Film Festival (BIFF) 2025.

Keberhasilan tersebut menjadi pembuktian bahwa konsistensi dan kepekaan artistik Riri mampu menembus batas budaya serta diapresiasi penonton global.

Sutradara yang lahir di Makassar pada 2 Oktober 1970 ini dikenal sebagai figur penting di balik kebangkitan film Indonesia modern.

 

Riri tak hanya berperan sebagai sutradara, tetapi juga penulis naskah dan produser yang piawai mengolah cerita menjadi tontonan yang menyentuh dan bermakna.

Menempuh pendidikan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Riri kemudian memperluas wawasannya dengan melanjutkan studi film di Royal Holloway, University of London, Inggris.

Latar belakang akademik ini membentuk cara pandangnya terhadap sinema sebagai medium yang tak sekadar hiburan, melainkan juga sarana refleksi sosial dan ekspresi budaya.

Nama Riri mulai dikenal publik setelah menggarap film legendaris “Petualangan Sherina” (2000), yang sukses menghidupkan kembali gairah sinema anak di Tanah Air.

Film tersebut tak hanya menjadi fenomena budaya, tetapi juga menandai munculnya generasi baru perfilman Indonesia.

 

Kesuksesan itu berlanjut lewat karya-karya berkarakter kuat seperti Gie (2005), Laskar Pelangi (2008), Sokola Rimba (2013), Athirah (2016), hingga Paranoia (2021).

Dalam setiap filmnya, Riri konsisten menampilkan tema kemanusiaan, perjalanan batin, dan pencarian identitas yang dikemas dengan gaya visual yang lembut dan penuh makna simbolik.

Kini melalui Rangga & Cinta, Riri kembali menegaskan kemampuannya menyajikan kisah yang dekat dengan realitas emosional penonton.

Film ini berhasil membuat audiens di Korea Selatan dan Jepang merasa terhubung dengan karakter dan alur cerita.

Riri sendiri mengaku tak menyangka sambutan penonton akan seantusias itu.

“Respons yang kami terima sungguh mengejutkan. Banyak yang bilang mereka bisa langsung merasakan nostalgia dan emosi para tokoh di film ini,” tutur Riri Riza dalam wawancara di sela-sela festival.

Bagi Riri, keberhasilan Rangga & Cinta di BIFF 2025 bukan hanya soal pencapaian pribadi, melainkan kemenangan bagi sinema Indonesia.

Ia percaya, film-film Indonesia memiliki kekuatan untuk berbicara di level global jika digarap dengan ketulusan dan perspektif lokal yang autentik.

Lebih dari dua dekade berkarya, Riri telah menjadi inspirasi bagi banyak sineas muda.

Ia dikenal memiliki gaya bercerita yang humanis, peka terhadap isu sosial, dan selalu menempatkan karakter sebagai pusat emosional cerita.

Dengan pendekatan tersebut, karya-karyanya selalu terasa hidup, relevan, dan membumi.

Melalui dedikasi dan idealismenya, Riri Riza bukan hanya sutradara, tetapi juga penjaga jiwa perfilman Indonesia—yang terus berusaha membawa kisah dan wajah bangsa ke mata dunia. (rani)

Editor : Ali Mustofa
#film indonesia #Riri Riza #BIFF #Rangga dan Cinta #Sinema Indonesia #sutradara