Jakarta – Dunia hiburan Indonesia kembali berduka. Komedian sekaligus presenter kondang, Nina Carolina, yang akrab disapa Mpok Alpa, meninggal dunia pada Jumat (15/8/2025) akibat penyakit kanker di usia 38 tahun.
Kabar duka ini disampaikan langsung oleh Raffi Ahmad dalam acara For Your Pagi di Trans7, Jakarta Selatan.
“Memang sudah beberapa bulan terakhir dia mengeluh sakit karena kanker yang dideritanya,” ujar Raffi.
Menurut Raffi, perjuangan Mpok Alpa melawan kanker sudah dimulai sejak masa kehamilannya yang cukup istimewa, yaitu saat ia mengandung anak kembar.
Meski menjalani pengobatan intensif, ia memilih untuk tidak mengungkapkan kondisinya ke publik. Hingga kini, jenis kanker yang diidapnya belum diumumkan secara resmi oleh pihak keluarga.
Baca Juga: Mpok Alpa Tutup Usia di 38 Tahun, Ahli Ungkap Kanker Kini Ancam Generasi Muda
Memahami Kanker dan Proses Terjadinya
Berdasarkan penjelasan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kanker merupakan penyakit yang dapat muncul di hampir seluruh organ atau jaringan tubuh.
Penyakit ini terjadi ketika sel-sel abnormal tumbuh secara tak terkendali, melampaui batas normal, menyerang jaringan di sekitarnya, dan berpotensi menyebar ke organ lain.
Tahap penyebaran ini dikenal sebagai metastasis, yang menjadi penyebab utama kematian akibat kanker.
Istilah neoplasma atau tumor ganas juga sering digunakan untuk menggambarkan penyakit ini.
Pada 2018, kanker menjadi penyebab kematian kedua terbanyak di dunia, dengan estimasi 9,6 juta kematian atau sekitar 1 dari 6 kematian global.
Jenis kanker yang umum pada pria meliputi kanker paru-paru, prostat, kolorektal, lambung, dan hati.
Sementara pada wanita, yang paling banyak ditemukan adalah kanker payudara, kolorektal, paru-paru, serviks, dan tiroid.
Penyebab dan Mekanisme Terjadinya Kanker
Kanker adalah kelainan pada gen, namun tidak selalu bersifat warisan dari keluarga. Penyakit ini muncul ketika gen yang mengatur aktivitas sel mengalami mutasi atau perubahan.
Akibatnya, terbentuk sel-sel abnormal yang membelah dan berkembang biak tanpa terkendali, sehingga mengganggu fungsi normal tubuh.
Sel kanker dapat membentuk gugusan atau massa yang disebut tumor. Lebih berbahaya lagi, sel-sel ini mampu melepaskan diri dari tumor dan berpindah ke bagian tubuh lain melalui sistem limfatik atau aliran darah.
Contohnya, tumor pada payudara bisa menyebar hingga ke paru-paru dan mengakibatkan gangguan pernapasan.
Dalam kasus kanker darah seperti leukemia, sumsum tulang memproduksi sel darah abnormal yang terus berkembang biak hingga menggantikan sel darah normal, membuat sistem kekebalan tubuh semakin lemah.
Faktor Risiko Kanker
Meski faktor genetik dapat berperan, banyak pemicu kanker berasal dari gaya hidup dan lingkungan.
Beberapa faktor risiko yang sering disebut para ahli antara lain:
-
Merokok
-
Konsumsi alkohol berlebihan
-
Paparan sinar matahari tanpa perlindungan
-
Pola makan tidak sehat
-
Kurangnya aktivitas fisik
Kebiasaan-kebiasaan tersebut mempercepat kerusakan alami sel. Seiring waktu, sel-sel yang rusak kehilangan kemampuan memperbaiki diri, sehingga rentan bermutasi menjadi sel kanker.
Kanker di Usia Muda, Ancaman Nyata Generasi Sekarang
Fenomena kanker yang menyerang usia muda semakin sering dilaporkan. Beberapa penelitian, termasuk yang diterbitkan di Lancet Public Health, menemukan bahwa generasi Milenial dan Generasi X memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami 17 jenis kanker.
Bahkan, di antaranya terdapat sembilan jenis kanker yang justru cenderung menurun pada populasi usia lanjut.
Hyuna Sung, ahli epidemiologi kanker dari American Cancer Society, menyebut tren ini sebagai “pertanda masa depan kanker” yang perlu diwaspadai.
Menurutnya, pola makan, kebiasaan hidup, dan paparan lingkungan pada generasi sekarang bisa mempercepat timbulnya penyakit.
Pelajaran dari Kepergian Mpok Alpa
Kepergian Mpok Alpa menyisakan pesan penting: kanker tidak hanya menjadi ancaman bagi usia lanjut, tetapi juga bisa menyerang generasi produktif. Deteksi dini, pemeriksaan rutin, dan perubahan gaya hidup menjadi kunci pencegahan.
Meski memilih merahasiakan penyakitnya, Mpok Alpa tetap dikenal sebagai sosok yang menghibur dan memberi energi positif bagi penonton.
Ia meninggalkan warisan karya di dunia hiburan sekaligus peringatan bagi masyarakat untuk lebih peduli pada kesehatan.
Mengenang Sosok Mpok Alpa
Nina Carolina lahir di Bekasi dan memulai kariernya sebagai pedagang pecel lele sebelum akhirnya dikenal luas sebagai komedian Betawi dengan ciri khas ceplas-ceplosnya.
Kepiawaiannya menghidupkan suasana membuatnya kerap tampil di berbagai acara televisi, dari program komedi hingga talk show.
Kini, dunia hiburan kehilangan salah satu sosok penuh tawa itu. Kepergiannya menjadi pengingat bahwa di balik tawa seseorang, bisa saja tersimpan perjuangan panjang melawan penyakit yang tidak diketahui publik.
Editor : Mahendra Aditya