RADAR KUDUS - Kasus dugaan kekerasan di dunia hiburan kembali mencuat dan kali ini bukan perkara sepele.
Pasha Ungu, yang juga anggota DPR RI, menuntut penjelasan resmi dan pertanggungjawaban dari pihak rumah produksi (PH) Screenplay Films atas insiden yang dialami sang putra, Kiesha Alvaro.
Dalam pernyataannya yang menggelegar di Instagram, Pasha menegaskan bahwa lokasi syuting seharusnya menjadi ruang yang aman, bukan tempat di mana kekerasan fisik bisa terjadi tanpa konsekuensi.
Masalah ini bermula dari laporan Kiesha yang mengaku mendapat perlakuan kasar dari rekan mainnya.
Nama Dimas Anggara langsung disebut Pasha sebagai sosok yang diduga menampar Kiesha saat proses syuting berlangsung.
“Saya dengar anak saya ditampar di lokasi syuting. Ini serius. Saya ingin pihak PH tidak tinggal diam. Mereka harus ikut bertanggung jawab,” ujar Pasha lantang dalam unggahan Instagram-nya, Minggu (23/6/2024) malam.
Pasha Tuntut Etika Industri: “Jangan Biarkan Kekerasan Jadi Budaya Lokasi Syuting”
Dalam postingan emosionalnya, Pasha menyampaikan bahwa dirinya bukan hanya berbicara sebagai ayah, tapi juga sebagai anggota legislatif yang memperjuangkan ruang kerja yang aman, terutama untuk pekerja seni muda.
“Kekerasan bukan bagian dari akting. Saya minta pihak PH, khususnya Screenplay, untuk angkat bicara dan bertindak tegas. Jangan lindungi pelaku hanya karena dia aktor besar,” tulis Pasha, yang juga menandai akun Instagram Dimas Anggara dan Nadine Chandrawinata.
Ia bahkan dengan terang-terangan mengomentari unggahan Nadine, meminta agar sang suami segera memberikan klarifikasi. “Saya tunggu. Kalau ini benar, saya sebagai ayah tidak akan diam,” lanjutnya.
Okie Agustina Ikut Turun Tangan: “Saya Ada di Lokasi, Ini Nyata!”
Sikap tegas Pasha diperkuat oleh pernyataan mantan istrinya, Okie Agustina, yang menyaksikan langsung insiden tersebut.
Dalam unggahan Instagram Story-nya, Okie menjelaskan secara detail bahwa tindakan menampar Kiesha bukan bagian dari naskah ataupun arahan sutradara.
“Ini bukan adegan. Ini murni tindakan tidak profesional. Saat blocking, Kiesha cuma pegang bahu lawan mainnya, tapi malah dibalas tendangan. Setelah take, aktor itu datangi Kiesha dan nantang ribut. Tapi anak saya diam, nggak balas,” ungkap Okie.
Ia menegaskan bahwa tidak ada unsur gimik atau pencitraan, melainkan benar-benar tindakan yang melanggar batas profesionalisme.
Netizen & Artis Bersatu: Lokasi Syuting Harus Dievaluasi!
Insiden ini memicu reaksi keras dari publik dan rekan-rekan selebritas. Mereka tidak hanya menunjukkan simpati, tetapi juga mendorong reformasi standar keamanan di lokasi syuting, yang sering kali dianggap sepele.
-
Wirang Birawa: “Anak muda bukan berarti bebas disakiti. Harus ada tanggung jawab.”
-
Gading Marten: “Waduhhhhhhhhhhh.”
-
Ifan Seventeen: “Semoga masalah ini cepat selesai, kanda.”
-
Ade Jigo: “Semoga semua diluruskan, jangan sampai berlarut-larut.”
Warganet pun ramai menyuarakan agar rumah produksi tidak tutup mata dan berani menyelidiki insiden ini secara tuntas.
Screenplay Films Harus Buka Suara: Transparansi Jadi Kunci
Pasha Ungu secara tegas meminta pihak Screenplay Films sebagai PH yang menaungi produksi tempat insiden ini terjadi, untuk memberikan klarifikasi terbuka dan mengambil tindakan nyata terhadap dugaan kekerasan.
“Kalian mempekerjakan anak saya. Maka menjadi tanggung jawab kalian juga memastikan keselamatannya. Jangan hanya diam karena yang bertindak adalah nama besar,” tegas Pasha.
Sampai saat ini, pihak Screenplay belum memberikan tanggapan resmi atas tuntutan Pasha, sementara publik terus menanti klarifikasi dari pihak Dimas Anggara.
Refleksi Kritis: Saat Dunia Hiburan Butuh Revolusi Etika
Insiden ini membuka mata banyak pihak bahwa industri hiburan masih menyimpan sisi gelap yang selama ini terbungkus kilau popularitas.
Baca Juga: Langkah-Langkah Membuka Rekening di 4 bank Himbara untuk Cairkan BSU Rp600 Ribu, Cuma Pakai HP!
Lokasi syuting bukan hanya tempat kerja, tapi juga harus menjadi ruang aman. Bila ada kekerasan fisik di dalamnya, PH sebagai penanggung jawab produksi tak bisa lepas tangan.
Dengan dua orang tua—Pasha dan Okie—sama-sama menyuarakan keberatan mereka, isu ini tak bisa lagi disapu di bawah karpet.
Ini bukan lagi gosip selebriti, melainkan panggilan untuk pembenahan sistemik di balik layar dunia hiburan.
PH Wajib Bergerak, Bukan Diam
Pasha Ungu telah menegaskan sikapnya: tidak hanya menuntut klarifikasi dari Dimas Anggara, tapi juga meminta tanggung jawab penuh dari PH Screenplay Films.
Jika kekerasan dibiarkan dan tidak ada sanksi atau pernyataan tegas, maka industri hiburan kita sedang gagal menjaga para pekerjanya.
Ini bukan sekadar cerita viral. Ini panggilan keras untuk dunia hiburan agar lebih bertanggung jawab, transparan, dan manusiawi.
Editor : Mahendra Aditya