RADAR KUDUS - Netflix secara resmi meluncurkan film animasi berjudul K-Pop Demon Hunters pada hari Jumat, 20 Juni.
Film animasi yang diproduksi oleh studio di balik Spider-Man: Into the Spider-Verse dan sekuelnya, yaitu Sony Pictures Animation, kini tersedia untuk ditonton di platform OTT tersebut.
Film ini pertama kali diumumkan kepada publik pada tahun 2021 dan memerlukan waktu sekitar tiga tahun pengerjaan sebelum akhirnya dapat dinikmati oleh penonton di seluruh dunia.
Baca Juga: Peringati Hari Bhayangkara ke-79, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Gelar Ziarah ke Makam Tokoh Bangsa
K-Pop Demon Hunters menampilkan gaya animasi yang khas dan mirip dengan Spider-Man: Into the Spider-Verse, sehingga film ini sangat dinantikan oleh banyak penggemar.
Cerita yang dihadirkan juga unik, menggabungkan unsur musik K-Pop dengan aksi para pemburu iblis yang penuh ketegangan.
Selain itu, film ini melibatkan musisi ternama seperti Teddy Park, produser musik untuk BLACKPINK, yang menyumbangkan lagu-lagu K-Pop yang memukau.
Tak hanya itu, Sony Pictures Animation juga bekerja sama dengan sejumlah aktor dan aktris terkenal untuk mengisi suara karakter-karakter dalam film ini, termasuk bintang Korea Selatan seperti Ahn Hyo Seop dan Lee Byung Hun.
Film animasi ini menjadi debut pengisi suara bagi Ahn Hyo Seop, menarik perhatian para penggemar yang penasaran dengan suara aktor tersebut saat berbicara dalam bahasa Inggris.
Cerita K-Pop Demon Hunters berfokus pada sebuah grup musik perempuan K-Pop bernama HUNTRIX, yang terdiri dari Rumi (diperankan oleh Arden Cho), Mira (May Hong), dan Zoey (Yoo Ji Young).
Meskipun mereka tampil sebagai idol terkenal, ketiganya sebenarnya adalah pemburu iblis yang berjuang secara diam-diam.
Baca Juga: Cuma Dua UIN Ini yang Berhasil Masuk Daftar Perguruan Tinggi Terbaik Dunia 2025, Mana Saja?
HUNTRIX memiliki tugas menjaga Honmoon, sebuah pelindung yang melindungi dunia dari gangguan makhluk iblis, dengan kekuatan suara mereka.
Di sisi lain, para iblis yang dipimpin oleh Gwi Ma (Lee Byung Hun) berusaha mencari cara untuk menembus dunia manusia dan mencuri jiwa manusia.
Seorang iblis bernama Jinu (Ahn Hyo Seop) mengusulkan ide untuk membentuk sebuah grup musik laki-laki K-Pop guna melawan para pemburu iblis.
Grup ini bertujuan menarik perhatian manusia agar Honmoon bisa hancur dan para iblis dapat mengambil jiwa manusia.
Boy group bernama Saja Boys, yang beranggotakan beberapa iblis termasuk Jinu, kemudian dibentuk.
Mereka muncul di dunia manusia dan berusaha memikat penggemar untuk mencuri jiwa mereka.
HUNTRIX pun harus menghadapi Saja Boys demi melindungi penggemar serta dunia manusia dari ancaman iblis, sambil menghadapi konflik internal di antara ketiga anggota grup.
Pertarungan antara HUNTRIX dan Saja Boys yang diiringi musik K-Pop serta aksi seru ini kini dapat disaksikan secara eksklusif di Netflix. (Octa Afriana A)