Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Vidi Aldiano Tawarkan Rp 50 Juta Namun Ditolak Mentah-Mentah, Keenan Nasution Tegaskan Soal Lagu ‘Nuansa Bening’ Bukan Sekadar Uang

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 5 Juni 2025 | 15:24 WIB

Sosok vidi aldiano
Sosok vidi aldiano

RADAR KUDUS - Pertarungan hak cipta lagu Nuansa Bening kini mencuat menjadi isu besar di tengah industri musik Indonesia.

Yang membuat publik terkejut, Vidi Aldiano—yang sudah lama membawakan lagu tersebut—diketahui sempat menawarkan uang Rp 50 juta kepada pencipta lagu, Keenan Nasution.

Namun, tawaran itu ditolak tanpa ragu. Bagi Keenan, ini bukan perkara nominal, tapi soal prinsip dan penghargaan terhadap karya seni.

Baca Juga: 16 tahun Lagu Nuansa Bening, Keenan Nasution Tuntut Hak Cipta ke Vidi Aldiano, Begini Duduk Persoalannya

Tawaran Uang yang Tak Menyentuh Hati

Dalam upaya menyelesaikan sengketa, manajemen Vidi Aldiano pada pertengahan 2024 mendatangi rumah Keenan Nasution.

Mereka membawa sejumlah uang sebagai bentuk "terima kasih" atas penggunaan lagu Nuansa Bening selama lebih dari satu dekade.

Angkanya tidak main-main: Rp 50 juta. Namun, tanggapan Keenan justru di luar dugaan—uang itu langsung ditolak.

Keenan dan keluarga menilai, pemberian tersebut tak menyentuh akar persoalan. Selama 16 tahun, lagu ciptaan Keenan dan Rudi Pekerti itu telah digunakan tanpa pelaporan yang jelas, tanpa royalti yang sesuai, dan bahkan tanpa komunikasi yang layak.

Lebih parah lagi, nama Vidi dan labelnya VA Records justru tercantum sebagai pencipta lagu di platform streaming seperti Spotify dan Apple Music.

“Ini Bukan Transaksi, Ini Penghormatan”

Putra Keenan, Daryl Nasution, angkat suara mewakili sang ayah. Menurutnya, persoalan ini tak bisa diselesaikan hanya dengan segepok uang.

Yang diinginkan Keenan adalah kejelasan: siapa yang mengelola lagu Nuansa Bening, bagaimana pendistribusiannya, dan ke mana aliran keuangannya selama ini.

“Selama ini tidak ada komunikasi, tidak ada laporan. Dan ketika ada masalah, mereka datang membawa uang seolah semuanya bisa selesai.

Padahal ini bukan urusan transaksi. Ini soal pengakuan dan adab,” tegas Daryl lewat unggahan di media sosial.

Ia juga menyoroti kejanggalan dalam metadata lagu di berbagai platform digital, yang mencantumkan nama Vidi sebagai pencipta.

“Itu jelas menyesatkan, dan secara hukum bisa berdampak besar karena menyangkut royalti dan reputasi pencipta lagu,” katanya.

Baca Juga: Mengenal Sosok Indra Arya, Pemain Muda Persijap Jepara yang Menjelma menjadi Pilar Kunci

Karya Legendaris yang Dianggap Remeh

Lagu Nuansa Bening bukan sembarang lagu. Karya ini pernah dinobatkan sebagai salah satu dari 150 lagu terbaik sepanjang masa versi Rolling Stone Indonesia.

Dibawakan pertama kali oleh Keenan Nasution pada 1978, lagu ini telah menjadi ikon musik Indonesia.

Putri Keenan, Jenahara, pun menambahkan, sang ayah tidak pernah mencari uang dari musik. "Ayah saya tidak menjual lagu.

Beda dengan pencipta lagu zaman sekarang. Dia menulis karena cinta, bukan untuk komersil," ujarnya.

Karena itu, melihat karya sebesar itu digunakan bertahun-tahun tanpa izin yang jelas dan tanpa penghargaan yang pantas, sangat menyakitkan bagi keluarga.

Baca Juga: ABK di Rembang Dibacok Saat Tidur di Kapal! Pelaku Lompat ke Laut dan Hilang, Diduga Alami Gangguan Jiwa

Vidi Masih Bungkam, Suasana Semakin Panas

Yang memperkeruh situasi, hingga kini Vidi Aldiano belum memberikan klarifikasi langsung kepada publik.

Diamnya Vidi hanya memperbesar rasa penasaran dan spekulasi di kalangan netizen. Banyak yang menilai Vidi seharusnya segera bicara, apalagi ketika sudah menyentuh aspek legal dan etika profesional.

Tiga kali pertemuan antara pihak Keenan dan manajemen Vidi pun tak menghasilkan kata sepakat.

Keenan menuntut transparansi dan pertanggungjawaban atas semua pemanfaatan Nuansa Bening sejak 2008. Namun, hingga kini, semua masih buntu.

Soal Harga Diri, Bukan Nominal

Penolakan Keenan atas uang Rp 50 juta tersebut menjadi simbol penting. Bagi Keenan, nilai karya seni tak bisa diukur dengan uang semata. Yang dia tuntut adalah keadilan, pengakuan, dan penghormatan terhadap hasil ciptaannya.

“Ini bukan cuma tentang lagu. Ini tentang bagaimana musisi di negeri ini harus dihargai.

Jangan sampai karya legendaris dicuri nilainya hanya karena penciptanya memilih diam selama ini,” ujar Daryl dalam konferensi pers keluarga di Jakarta Selatan.

Baca Juga: Rp124 Miliar Sudah Cair! Ini 51 Desa di Rembang yang Dapat Dana Desa 2025 Lebih dari Rp1 Miliar! Desa Sumber dapat yang Paling Tinggi

Penutup: Saatnya Industri Musik Introspeksi

Kisruh ini seharusnya jadi tamparan keras bagi industri musik Indonesia. Di tengah era digital, perlindungan hak cipta dan penghormatan terhadap pencipta lagu harus menjadi perhatian serius. Uang bisa dicari, tapi etika dan integritas tak bisa dibeli.

Kini publik menunggu dua hal: jawaban dari Vidi Aldiano, dan langkah hukum dari Keenan Nasution.

Apakah akan ada titik terang, atau konflik ini akan jadi preseden buruk bagi masa depan dunia musik?

Editor : Mahendra Aditya
#vidi aldiano #ROYALTI MUSIK #keenan nasution #nuansa bening #Royalti Lagu #Hak Cipta Lagu