RADAR KUDUS - Lagu Bukit Berbunga versi jadul yang dinyanyikan oleh Silvy Kumalasari bersama OM Himawan sukses mencuri perhatian warganet dan viral di TikTok.
Penampilan ini merupakan bagian dari perayaan Harlah ke-6 Sabilu Taubah dan diproduksi secara apik oleh Himawan Music Studio.
Aransemen klasik dari OM Himawan memberikan nuansa nostalgia yang kuat, berpadu dengan vokal khas Silvy yang merdu.
Video ini langsung meroket dan masuk dalam trending #2 di kategori musik YouTube sejak tayang perdana pada 25 Mei 2025.
Dipenuhi apresiasi, video ini juga menjadi ajang unjuk kebolehan para musisi OM Himawan yang tampil solid dan penuh semangat.
Baca Juga: Lirik, Arti dan makna Lagu SERAT PENJAJAH - Cantika Adella - OM ADELLA
Berikut ini Lirik lagu Bukit Berbunga
Di bukit indah berbunga
Kau mengajak aku kesana
Memandang alam sekitarnya
Karena senja telah tiba
Mentari tenggelam
Di gunung yang biru
Langit merah berwarna sendu
Kita pun turun bersama
Melintasi jalan setapak
Tanganmu kau peluk di pundak
Membawa aku melangkah
Tak lupa kau petik
Bunga warna ungu
Lalu kau selipkan di rambutku
Bukit berbunga
Bukit yang indah
Di sana kita selalu datang berdua
Memadu cinta
Bukit berbunga
Tempat yang indah
Di sana kita selalu datang berdua
Di bukit berbunga
Kita pun turun bersama
Melintasi jalan setapak
Tanganmu kau peluk di pundak
Membawa aku melangkah
Tak lupa kau petik
Bunga warna ungu
Lalu kau selipkan di rambutku
Bukit berbunga
Bukit yang indah
Di sana kita selalu datang berdua
Memadu cinta
Bukit berbunga
Tempat yang indah
Di sana kita selalu datang berdua
Di bukit berbunga
Makna dan Arti Lirik Lagu Bukit Berbunga
Lagu Bukit Berbunga menggambarkan kenangan indah sepasang kekasih yang sering menghabiskan waktu bersama di sebuah tempat penuh bunga dan kehangatan.
Liriknya menggambarkan suasana romantis saat senja, di mana alam menjadi saksi bisu cinta yang sederhana namun mendalam.
Bukit itu menjadi simbol tempat yang penuh makna, tempat mereka memadu kasih dan menciptakan momen manis yang tak terlupakan.
Lagu ini menyiratkan kehangatan cinta yang tulus, dibalut dalam nuansa alam yang tenang dan damai. (*)
Editor : Mahendra Aditya