RADAR KUDUS - Konser DAY6 bertajuk 3rd World Tour Forever Young di Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 3 Mei 2025, yang seharusnya menjadi momen epik bagi penggemar MyDay, justru berubah menjadi mimpi buruk.
Dari perubahan venue mendadak, masalah tiket, hingga manajemen buruk saat cuaca ekstrem, acara ini menuai gelombang protes dari penggemar hingga memaksa JYP Entertainment angkat suara.
Problematika konser ini sebenarnya sudah dimulai sejak Maret 2025, ketika promotor Mecimapro mengumumkan pemindahan lokasi dari Jakarta International Stadium (JIS) ke Stadion Madya GBK. Alasannya, adanya jadwal pertandingan sepak bola Persija Jakarta vs. Semen Padang di JIS pada 27 April 2025, yang dinilai bentrok dengan persiapan konser.
Penggemar kecewa berat karena Stadion Madya memiliki kapasitas jauh lebih kecil, namun harga tiket tetap sama tanpa opsi pengembalian dana (refund) yang memadai. Bahkan, seating plan berubah signifikan, membuat banyak MyDay merasa dirugikan.
Menjelang hari-H, masalah tiket semakin parah. Tiket.com, salah satu platform penjualan tiket, mengaku belum menerima data nomor kursi dan antrean dari Mecimapro hingga H-2 acara.
Akibatnya, mereka menyarankan refund kepada pembeli, yang memicu kepanikan. Mecimapro akhirnya membuka penjualan tiket on the spot dan berjanji mengirim nomor kursi, tetapi hal ini tidak cukup meredam kekecewaan.
Puncak kekacauan terjadi pada 3 Mei 2025. Hujan deras dan angin kencang melanda Jakarta sore itu. Penggemar yang datang untuk soundcheck terpaksa menunggu berjam-jam di luar stadion tanpa tempat berteduh yang layak.
Tenda penutup bahkan roboh karena tidak kuat menahan air hujan, dan tidak ada pengaturan antrean (crowd control) yang memadai. Video yang viral di media sosial menunjukkan stop kontak tergantung di tengah hujan, alat musik ditutup terpal, hingga anggota DAY6 berlatih di bawah atap tenda yang bocor. Konser pun terpaksa mundur dari jadwal awal.
Penggemar tak tinggal diam. Selain menggelar aksi protes di sekitar venue, banyak yang menyuarakan kekecewaan langsung ke anggota DAY6 di atas panggung.
Ekspresi cemas para member, seperti Young K yang terlihat menahan tangis, makin membuat MyDay terenyuh. Di media sosial, tagar seperti #MECIMANOTPRO ramai digunakan untuk mengecam Mecimapro.
Pada 4 Mei 2025, JYP Entertainment mengeluarkan permohonan maaf resmi melalui akun X resmi DAY6. Dalam keterangan tersebut, mereka menuliskan, "Kami dengan tulus meminta maaf kepada para penggemar yang telah sabar menunggu meski dalam kondisi cuaca yang tidak mendukung, serta kepada artis yang terus berupaya memberikan penampilan terbaik di tengah situasi yang sulit.”
Mereka mengakui adanya kegagalan koordinasi dengan Mecimapro dan kurangnya langkah keselamatan saat cuaca buruk, yang menyebabkan penundaan soundcheck dan penampilan utama. JYP berjanji akan memperbaiki manajemen di masa depan agar kejadian serupa tidak terulang.
Mecimapro, yang sebelumnya juga menuai kritik atas penyelenggaraan konser K-pop seperti SEVENTEEN, TREASURE, dan IVE, kembali menjadi sasaran. Hingga artikel ini ditulis, Mecimapro belum memberikan pernyataan resmi terkait kekacauan ini, meskipun CNN Indonesia telah berusaha menghubungi mereka.
Penggemar menuntut pertanggungjawaban, mulai dari pembubaran promotor hingga kompensasi atas pengalaman buruk ini.
Meskipun konser tetap dilaksanakan dan DAY6 berhasil menghibur dengan lagu-lagu seperti "Congratulations" dan "Sweet Chaos," pengalaman ini tetap menyisakan luka bagi MyDay.
Banyak penggemar berharap JYP dan promotor lokal belajar dari kejadian ini, terutama soal transparansi, perencanaan matang, dan prioritas pada keselamatan penonton.
Konser yang seharusnya menjadi momen perayaan cinta antara DAY6 dan para penggemarnya di Indonesia justru menjadi pelajaran berharga mengenai pentingnya manajemen acara yang profesional.
Lantas, akankah Mecimapro memberikan tanggapan resmi? (Asri Kurniawati)
Editor : Mahendra Aditya